PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kapolda Riau, Irjen Pol Dr Herry Heryawan, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Riau.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai informasi yang berpotensi memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa pemerintah bersama pihak terkait telah memastikan stok BBM dalam kondisi aman. "Warga Riau, tetap tenang dan tidak perlu panik," ujar Herry Heryawan, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pertamina Patra Niaga telah menjamin ketersediaan BBM mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi juga disebut berjalan lancar dan terus diawasi secara intensif.
Baca Juga: Atasi Antrean, Pertamina Tambah 20 Persen Pasokan BBM Bersubsidi di Riau
Berdasarkan informasi yang dihimpun, stok BBM di sejumlah terminal utama seperti Dumai dan Sungai Siak berada dalam kondisi melimpah. Selain itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami kenaikan.
Pihak berwenang juga melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM hingga ke SPBU selama 24 jam guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan di lapangan.
Kapolda Riau turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu hoaks yang dapat memicu panic buying. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan, karena kepanikan justru akan merugikan kita semua," ujarnya.
Baca Juga: BBM Khusus Diesel Melonjak Tajam! Harganya Tembus Rp30 Ribu per Liter
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. "Mari bersama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Saring sebelum sharing," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan adanya penyalahgunaan BBM subsidi, penimbunan, maupun penyebaran informasi hoaks melalui layanan pengaduan resmi.
Editor : Rinaldi