Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jemaah Haji Riau Kloter BTH 03 Mulai Terima Gelang Armuzna

Joko Susilo • Minggu, 17 Mei 2026 | 19:24 WIB
Pihak AlBait guests serahkan gelang Armuzna ke petugas haji. (Istimewa)
Pihak AlBait guests serahkan gelang Armuzna ke petugas haji. (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kondisi jemaah haji asal Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 03 secara umum dalam keadaan sehat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Meski begitu, sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan akibat cuaca panas ekstrem di Kota Makkah.

Ketua Kloter BTH 03, Faulina Riska mengatakan, keluhan kesehatan yang dialami jemaah mayoritas berupa radang tenggorokan, sesak napas, hingga batuk. Kondisi tersebut dipicu suhu udara di Makkah yang mencapai 43 derajat celcius.

“Alhamdulillah, jemaah sebagian besar sehat. Kalaupun ada yang sakit, rata-rata radang tenggorokan, sesak napas dan batuk karena cuaca panas,” ujar Faulina Riska di Makkah.

Baca Juga: Ribut Akibat Senggolan Saat Joget di Tempat Hiburan Malam, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak Sesama Tentara di Palembang

Ia menyebut, meski cuaca cukup terik, aktivitas ibadah jemaah tetap berjalan dengan baik. Banyak jemaah memanfaatkan waktu di Makkah untuk melaksanakan umrah sunah maupun umrah badal.

Selain itu, jemaah Kloter BTH 03 juga telah menerima gelang Armuzna dari pihak syarikah Al Bait Guests. Gelang tersebut nantinya digunakan sebagai akses keluar masuk kawasan Armuzna saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Kami sudah mendapatkan gelang Armuzna dari syarikah AlBait Guests. Gelang ini menjadi akses keluar masuk Armuzna,” jelasnya.

Baca Juga: Suhardiman Amby Terpilih Aklamasi Pimpin PPM Riau

Pihak syarikah Al Bait Guests, lanjut Faulina, telah menyerahkan langsung gelang Armuzna kepada petugas kloter untuk kemudian dibagikan kepada seluruh jemaah.

Kloter BTH 09 Gelar Manasik Armuzna dan Sosialisasikan Skema Murur

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji pada 8 hingga 13 Zulhijjah mendatang, jemaah calon haji kloter BTH 09 mengikuti kegiatan bimbingan manasik Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Baca Juga: Di Kandang Sederhana Peternakan Aisyah, Boya Menjaga Harapan Musim Kurban

Kegiatan pemantapan ini dilangsungkan di Hotel 201 Talal Al Ghadir, dengan tujuan agar jemaah siap secara fisik dan batin menghadapi fase paling krusial dalam ibadah haji.

Bimbingan manasik ini diselenggarakan secara sinergis oleh seluruh jajaran petugas haji kloter, yang terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tim Kesehatan (Dokter dan Perawat), serta Tenaga Haji Daerah (TKHD).

Kehadiran formasi lengkap petugas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, baik dari sisi syariat ibadah maupun mitigasi kesehatan.

Baca Juga: Jaga Fungsional Jalan, BPJN Riau Gesa Perbaikan Ruas Jalan Pekanbaru-Padang

Petugas Haji Pembimbing Ibadah, H Suryandi Temala Bonar Lc MA memaparkan secara rinci skema pergerakan jemaah selama di Armuzna. Alur pergerakan tersebut meliputi perjalanan dari hotel menuju Arafah, dilanjutkan ke Mina, prosesi Lontar Jamarat, Tahalul Awal, Mabit, hingga kembali ke hotel dan pelaksanaan Tawaf Ifadhah.

"Saat mengenakan pakaian ihram untuk Armuzna, jemaah diimbau hanya membawa tas khusus Armuzna. Terkait jam keberangkatan dan skema pastinya, kita saat ini masih menunggu instruksi resmi dari pihak Syarikah dan Daker Instruksi tersebut nantinya akan diteruskan ke Ketua Kloter dan didistribusikan kepada para Ketua Rombongan (Karom)," jelas Suryandi.

Di Padang Arafah nanti, prosesi ibadah akan diisi dengan penyampaian khutbah wukuf terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Zuhur dan Asar secara jamak qashar, sesuai dengan pendapat mayoritas  ulama.

Baca Juga: BPBD Kuansing Tunggu Bantuan Pangan dari Provinsi, Kuansing Sudah Aman dari Banjir

Pada malam hari setelah wukuf, jemaah akan didorong dari Arafah menuju Muzdalifah menggunakan bus. Tahun ini, jemaah akan difokuskan pada skema Murur, yakni melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus.

"Bagi jemaah lansia, risiko tinggi, penyandang disabilitas, serta para pendampingnya, diperbolehkan untuk tidak mabit di Muzdalifah. Ini adalah bentuk rukhsah (keringanan) dalam agama yang bersandar pada pendapat sahabat Ibnu Abbas," tegas Suryandi lulusan Universitas di Suriah ini. (ilo)

Editor : M. Erizal
#haji riau #jemaah haji asal riau #Armuzna