Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Komunika Fest 2026, Saat Seni dan Tawa Menjadi Bahasa Generasi Muda

M Ali Nurman • Senin, 18 Mei 2026 | 19:14 WIB
Panitia Pelaksana berfoto bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Meyzi Herianto, beserta dosen penanggung jawab, pada Jumat (15/5/2026). (Istimewa)
Panitia Pelaksana berfoto bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Meyzi Herianto, beserta dosen penanggung jawab, pada Jumat (15/5/2026). (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Riuh tepuk tangan, gelak tawa, alunan musik, hingga sorak penonton memenuhi arena Komunika Fest 2026 yang digelar di Pekanbaru, Jumat-Sabtu (15-16/5/2026). 

Festival yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Riau ini sukses menghadirkan suasana penuh energi muda lewat perpaduan seni, budaya, film, stand up comedy, konser musik, hingga seminar edukatif dalam satu panggung besar.

Sejak hari pertama, antusiasme pengunjung sudah terlihat memadati lokasi acara. Tidak hanya mahasiswa, masyarakat umum hingga komunitas lokal juga ikut larut dalam kemeriahan festival yang mengusung konsep komunikasi melalui medium seni dan komedi. 

Baca Juga: Pemkab Inhu Fasilitasi Dua Lokasi Salat Iduladha, Ini Lokasinya 

Area acara dipenuhi penonton yang berpindah dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain, mulai dari pemutaran film karya mahasiswa, penampilan budaya, musik, hingga bazar UMKM yang ramai dikunjungi.

Di sudut lain, deretan tenant makanan dan minuman tampak sibuk melayani pengunjung. Sementara di area pameran seni, sejumlah lukisan karya komunitas lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang. 

Suasana semakin pecah ketika penampilan musik dan sesi nyanyi bersama berlangsung. Penonton tampak ikut bernyanyi dan menikmati penampilan yang disajikan di atas panggung.

Baca Juga: Di Kantor TRC 112, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Kumpulkan OPD Bahas Keluhan Warga

Ketua Pelaksana Komunika Fest 2026, Habib Abdurrohman mengatakan, festival tersebut lahir dari keresahan mahasiswa komunikasi terhadap medium penyampaian pesan yang paling relevan bagi generasi saat ini.

“Tujuan utama kami sebenarnya ingin menjawab pertanyaan, media atau medium apa yang paling relevan bagi generasi sekarang untuk menerima pesan. Menurut kami, sejauh ini seni dan komedi adalah medium yang paling dekat dengan generasi muda. Karena itu di Komunika Fest ini kami menggabungkan unsur seni, budaya, edukasi, dan komedi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persiapan acara dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Festival tersebut merupakan implementasi langsung dari mata kuliah event organizer yang mereka pelajari di bangku kuliah.

Baca Juga: Sembilan Hari jelang Iduladha, Cabai Rawit Merah, Rawit Hijau, Sawi Hijau dan Mentimun Naik di Kuansing

“Setelah belajar teori di kelas, output-nya kami harus membuat sebuah event. Persiapan memang terasa singkat, tapi sebagai panitia kami harus bisa memaksimalkan waktu yang ada agar acara tetap matang,” jelas Habib.

Menurutnya, tema Komunika Fest juga memiliki makna bahwa komunikasi tidak selalu disampaikan lewat kata-kata, tetapi juga bisa melalui karya seni dan bentuk komunikasi lainnya.

“Tantangan terbesar kami adalah menyatukan 91 panitia yang semuanya punya jobdesk masing-masing. Menyatukan visi dan tujuan banyak orang tentu tidak mudah,” tambahnya.

Baca Juga: Dugaan Aksi Begal di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru Viral di Medsos, Polisi Buru Pelaku dan Tingkatkan Patroli Malam

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan dibuka dengan kolaborasi pemutaran film karya mahasiswa dari berbagai kampus di Pekanbaru. Film-film tersebut berasal dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Riau.

Setelah sesi screening film, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Rido, lulusan ISI Padang, yang mengulas karya-karya film mahasiswa tersebut. Suasana kemudian berganti menjadi lebih meriah lewat penampilan budaya dan seni dari enam komunitas lokal Pekanbaru yang ikut berkolaborasi dalam festival itu.

Memasuki hari kedua, acara kembali dilanjutkan selepas Zuhur dengan sesi open mic bersama komunitas Stand Up Indo Pekanbaru. Sedikitnya empat komika tampil menghibur pengunjung dengan materi komedi yang disambut tawa penonton. Setelah itu, panggung kembali diisi penampilan musik karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Riau.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Kampar Desak Perusahaan Segera Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Ikan Mati

Malam puncak festival berlangsung selepas Isya dengan seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Alhafis Budak Melayu, Dio Katanya Damkar, psikolog dari Eka Hospital Utami, serta CEO Skill Update Andri. Acara kemudian ditutup dengan konser musik yang kembali membakar semangat penonton.

Penanggung jawab pelaksanaan Komunika Fest, Dhea Fauzana mengatakan, festival tersebut pada dasarnya merupakan tugas akhir semester mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mata kuliah event organizer. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk belajar mengelola acara secara langsung.

“Tujuan kami bukan sekadar memenuhi tugas kuliah, tapi juga melatih mahasiswa agar punya soft skill dan hard skill dalam pengelolaan event. Mulai dari proses diskusi, koordinasi, pengelolaan acara, sampai turun langsung ke lapangan,” katanya.

Baca Juga: Pembangunan Astaqa MTQ Capai 30 Persen, Dinas PUPR Kuansing Yakin Bisa Dimanfaatkan untuk MTQ

Dhea mengaku antusiasme masyarakat di luar ekspektasi panitia. Awalnya, mereka hanya menargetkan sekitar 200 hingga 300 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Bahkan target maksimal hanya 500 orang.

“Namun baru hari pertama saja pengunjung sudah hampir mencapai 300 orang. Kami benar-benar tidak menyangka seramai ini,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu penampilan yang paling memecah suasana adalah penampilan band 412 yang berhasil membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Tak hanya fokus pada hiburan, panitia juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung. Mereka menyediakan ambulans, damkar, polisi, hingga Satpol PP selama acara berlangsung.

Baca Juga: Polda Riau Tetapkan Perusahaan Sawit PT Musim Mas Tersangka Perusakan Lingkungan

Selain itu, sistem bazar UMKM juga dibuka untuk masyarakat umum. Panitia melakukan promosi tenant melalui media sosial hingga turun langsung menawarkan ke pelaku UMKM di sejumlah lokasi di Pekanbaru. “Untuk bazar ini kami memang open tenant. Jadi tenant yang hadir sekarang merupakan hasil promosi yang kami lakukan sebelumnya,” jelas Dhea.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada media partner, panitia, peserta, dan seluruh pengunjung yang sudah meramaikan Komunika Fest ini. Semoga semua mendapatkan pengalaman yang baik dari acara ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Gerakan Wakaf Uang Launching Perdana di MAN 2 Pekanbaru

Salah seorang peserta, Adhari, mengaku menikmati seluruh rangkaian acara yang menurutnya berbeda dari festival kampus pada umumnya.

“Acara ini seru juga, saya jadi tahu ada banyak penampilan dari UKM kampus. Yang paling menarik menurut saya stand up comedy, konser, dan nyanyi bareng,” katanya.

Ia menilai kegiatan seperti Komunika Fest penting karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengelola sebuah acara besar. “Event seperti ini bisa melatih kita jadi leader, belajar mengatur acara supaya berjalan baik, dan memahami bagaimana sebuah event dijalankan,” tambahnya.

Baca Juga: Polda Riau dan PT Agrinas Bahas Legalitas Lahan hingga Konflik KSO, Swasembada Pangan Jadi Fokus

Adhari berharap Komunika Fest bisa terus berlanjut setiap tahun dengan konsep yang semakin besar dan menarik. “Harapannya tentu acara seperti ini bisa terus ada setiap tahun, makin gokil dan makin seru lagi,” tutupnya. (ali)

Editor : M. Erizal
#Komunika Fest 2026 #Ilmu Komunikasi Universitas Riau #universitas riau (unri)