Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemulihan Listrik di Riau dan Sumatera Masih Berlangsung, Sebagian Wilayah Kembali Padam

Tim Redaksi • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:52 WIB
Pemilik usaha ATK memasang pemberitahuan mati lampu di tempat usahanya di Jalan Delima, Kecamatan Binawidya Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
Pemilik usaha ATK memasang pemberitahuan mati lampu di tempat usahanya di Jalan Delima, Kecamatan Binawidya Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMULIHAN terhadap gangguan listrik PLN dilakukan secara bertahap. Dampaknya, pemadaman listrik masih berlangsung dari siang hingga malam tadi. Sebagian listrik di Riau telah menyala, tapi masih banyak juga yang kembali padam. PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5) malam itu. Gangguan tersebut berdampak pada wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara hingga Aceh. Hingga malam ini, gangguan itu belum sepenuhnya teratasi.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, gangguan mulai terjadi pada pukul 18.44 WIB dan langsung dilaporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

“PT PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam,” ujar Darmawan di Jakarta.

Menurutnya, berdasarkan indikasi awal, gangguan terjadi pada ruas transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan tersebut diduga dipicu cuaca buruk sehingga menyebabkan sistem transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera. Darmawan menjelaskan, gangguan transmisi tersebut menimbulkan efek domino terhadap sistem pembangkit listrik di berbagai wilayah Sumatera. Di sejumlah daerah terjadi kelebihan pasokan daya akibat hilangnya beban sehingga frekuensi dan tegangan listrik meningkat. Kondisi itu membuat pembangkit otomatis keluar dari sistem atau padam.

Baca Juga: Lift Macet Akibat Pemadaman Listrik, Empat Orang Dievakuasi Damkar Pekanbaru

Sebaliknya, di daerah lain terjadi kekurangan pasokan daya karena pembangkit berkurang, sehingga frekuensi dan tegangan turun drastis. Situasi tersebut juga menyebabkan pembangkit lain secara otomatis terlepas dari sistem ketenagalistrikan.

“Gangguan ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagakelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, sampai ke Aceh. Ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatera,” katanya.

PLN, lanjut Darmawan, memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat, baik untuk rumah tangga, objek vital, maupun aktivitas ekonomi. Karena itu, seluruh kekuatan personel dan sistem langsung dikerahkan untuk melakukan pemulihan.

Langkah pertama yang dilakukan PLN adalah memastikan tidak ada kerusakan fisik pada gardu induk dan jaringan transmisi. Hasil asesmen menunjukkan seluruh gardu induk dan sistem transmisi berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam.

“Alhamdulillah, dalam waktu sekitar dua jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan,” ujarnya.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan gangguan  besar yang pernah terjadi sebelumnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, ketika terdapat kerusakan fisik berupa robohnya tower transmisi dan putusnya jaringan. Pada gangguan kali ini, menurutnya, infrastruktur utama transmisi masih dalam kondisi baik.

Setelah sistem transmisi kembali normal, PLN kemudian melakukan tahapan penormalan pembangkit secara bertahap. Proses tersebut meliputi menyalakan pembangkit, menyambungkan pembangkit ke sistem transmisi melalui gardu induk, lalu melakukan sinkronisasi.

Darmawan mengakui setiap jenis pembangkit memiliki karakteristik pemulihan berbeda. Untuk pembangkit hidro dan pembangkit berbahan bakar gas, proses penyalaan dan sinkronisasi dapat berlangsung lebih cepat, yakni sekitar 5 hingga 15 jam.

Sementara itu, proses pemulihan pada PLTU berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui tahapan pemanasan air menjadi uap serta pengoperasian sistem auxiliary secara bertahap sebelum sinkronisasi dilakukan.

“Untuk sistem PLTU, prosesnya membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kami harus memanaskan air untuk menjadi uap dengan proses auxiliary yang harus dinyalakan satu per satu,” jelasnya.

PLN pun memprioritaskan pembangkit yang dapat dinyalakan lebih cepat, terutama pembangkit hidro dan gas. Dari proses tersebut, sebagian wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara mulai kembali mendapatkan pasokan listrik secara bertahap.

Baca Juga: Pasokan Listrik BUMD Tuah Sekata Masih Aman, PLN Jadwalkan Pemadaman hingga 5 Jam di Pangkalan Kerinci

“Mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala,” kata Darmawan.

Ia menambahkan, beberapa PLTU mulai dinyalakan sejak Sabtu (23/5) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sejumlah unit lainnya masih dalam tahap persiapan dan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 jam untuk kembali sinkron dan beroperasi penuh.

Dalam proses pemulihan, PLN juga melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM, Pengatur Beban Sumatera di Pekanbaru, manajer-manajer pembangkit, pemerintah daerah, Forkopimda hingga stakeholder terkait lainnya.

Menurut Darmawan, koordinasi dilakukan secara terus-menerus melalui Zoom dan komunikasi daring sejak gangguan terjadi hingga proses pemulihan selesai. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang bekerja tanpa henti sejak Jumat malam.

“Sampai hari ini tim belum tidur,” ujarnya.

Selain memulihkan pembangkit dan transmisi, PLN juga melakukan penyambungan bertahap dari gardu induk menuju penyulang hingga ke rumah-rumah pelanggan dan objek vital. PLN memastikan seluruh personel terus siaga selama 24 jam penuh untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatera.

“Kami bekerja all out karena kami paham bahwa listrik ini adalah suatu kebutuhan vital bagi masyarakat,” katanya.

Darmawan menegaskan, PLN bersama Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan Sumatera agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi secara komprehensif untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatera agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” tutupnya.

Baca Juga: PLN Terus Optimalkan Pemulihan Sistem Kelistrikan di Riau dan Sekitarnya

Optimalkan Pemulihan Sistem Kelistrikan di Riau dan Sekitarnya
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau terus mengoptimalkan proses pemulihan sistem kelistrikan pascagangguan pada sistem interkoneksi Sumatra yang terjadi pada Jumat malam (22/5). Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 1,5 juta pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik dari total lebih dari 1,9 juta pelanggan yang terdampak.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, mengatakan proses pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan secara intensif agar pasokan listrik kembali stabil.

“PLN terus mengoptimalkan proses penormalan sistem kelistrikan agar pelanggan dapat kembali menikmati pasokan listrik secara normal. Saat ini, lebih dari 1,5 juta pelanggan di Riau dan sekitarnya telah kembali menyala dan proses pemulihan masih terus berlangsung secara bertahap,” ujar Didik.

Didik menambahkan, upaya pemulihan tersebut merupakan hasil koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh insan PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Seluruh upaya dilakukan dengan mengedepankan keselamatan kerja serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tambah Didik.

Baru 16 Jam Hidup, Listrik di Rohul Kembali Padam 
Sementara, dari beberapa wilayah di Riau, dilaporkan, kendati pemulihan listrik sudah merata, tapi pemadaman listrik kembali terjadi. Baru sekitar 16 jam menikmati aliran listrik normal, masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali dikejutkan dengan padamnya listrik secara mendadak, Sabtu (23/5) sekitar pukul 18.12 WIB atau menjelang waktu salat Magrib. 

Kondisi ini kembali membuat warga Pasirpengaraian dan sekitarnya harus bergelap-gelapan tanpa kepastian informasi dari pihak PLN setempat. Sebelumnya, listrik di wilayah Rohul padam total sejak Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB dan baru kembali menyala pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.50 WIB. 

Namun, belum genap satu hari menikmati aliran listrik normal, pemadaman kembali terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 18.00 WIB. Pemadaman mendadak tersebut membuat warga panik dan kebingungan. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan resmi yang diterima pelanggan PLN ULP Pasirpengaraian terkait pemadaman tersebut. Warga pun hanya mengandalkan penerangan seadanya, termasuk lampu senter dari telepon genggam.

Selain Rohul, beberapa daerah lainnya di Riau juga mengalami kejadian nyaris serupa.(azr/epp/kom/kas/dac/*2/mng/amn/muh)

Editor : Arif Oktafian
#padam #pln #riau #kelistrikan #sumatera