MAKKAH (RIAUPOS.CO) -- Terik cuaca Mina yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius tak menyurutkan langkah jemaah haji Riau menjalani rangkaian ibadah. Di tengah padatnya aktivitas lontar jumrah dan mabid, para petugas kloter membagi pola pendampingan bagi jemaah lansia dan jemaah sehat demi menjaga keselamatan serta kondisi fisik mereka selama berada di Tanah Suci.
Ketua Kloter BTH 03, Faulina Riska, menyampaikan kondisi terkini jemaah haji kloternya yang saat ini masih menjalani rangkaian ibadah di Mina. Ia mengatakan, jemaah lanjut usia (lansia) tetap berada di Mina bersama tim TKHI untuk mendapatkan pendampingan dan pengawasan kesehatan.
Sementara itu, jemaah yang masih dalam kondisi sehat menjalani skema Tanazul Mina dengan kembali ke hotel usai melaksanakan mabid dan lontar jumrah. Untuk jemaah lansia yang mengikuti program Murur, lontar jumrah mereka telah dibadalkan oleh petugas.
Baca Juga: Selama Melontar Jumrah, Jemaah Haji Kuansing Mengambil Skema Tanazzul
"Kami membagi tugas antara pendamping jemaah lansia di Mina dan jemaah yang menjalani Tanazul Mina ke hotel," ujar Faulina Riska.
Ia menjelaskan, setelah mabid pertama di Mina dan melaksanakan lontar Jumrah Aqabah pada pagi hari kemarin, jemaah Tanazul Mina langsung bergerak menuju hotel. Kemudian pada malam harinya, mereka kembali mabid di sekitar Jamarat hingga tengah malam sebelum kembali lagi ke hotel.
Menurutnya, skema tersebut dilakukan karena jarak antara tenda Mina dan hotel mencapai sekitar 8 kilometer sehingga membutuhkan pengaturan mobilitas jemaah secara khusus.
Baca Juga: Lempar Jumrah Aqabah, Jemaah Haji Riau Dibagi 2 Kelompok
Dari sisi kesehatan, kondisi jemaah secara umum masih terkendali meski sejumlah jemaah mengalami keluhan batuk dan demam akibat cuaca panas yang cukup ekstrem di Arab Saudi.
Faulina menambahkan, jemaah Tanazul Mina dijadwalkan kembali melaksanakan lontar jumrah hari tasyrik pada sore hari. Setelah menyelesaikan lontar jumrah, jemaah akan kembali mabid di Mina hingga tengah malam.
Editor : Rinaldi