Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Membara di Tiga Daerah, Manggala Agni Kerahkan Alat Berat 

Soleh Saputra • Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB
Tim Manggala Agni melakukan kegiatan pendinginan karhutla di wilayah Pasir Limau Kapas (Palika), Rohil, Sabtu (30/5/2026). Dok Menggala Agni untuk riau pos
Tim Manggala Agni melakukan kegiatan pendinginan karhutla di wilayah Pasir Limau Kapas (Palika), Rohil, Sabtu (30/5/2026). Dok Menggala Agni untuk riau pos

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membara di tiga daerah di Riau, yakni  Kandis, Kabupaten Siak, Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, serta Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Tim dari Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera di Provinsi Riau, hingga saat ini masih melakukan pemadaman karhutla di tiga daerah tersebut. 

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan masing-masing lokasi memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga membutuhkan strategi penanganan yang berbeda.

“Setiap lokasi memiliki kondisi lapangan yang berbeda. Di Kandis kami menghadapi kebakaran gambut yang masih aktif meski sudah turun hujan, di Pasir Limau Kapas fokus kami memastikan ketersediaan air untuk pemadaman, sementara di Sokoi tantangannya adalah luasan area terbakar yang cukup besar dengan asap tebal yang masih terpantau,” ujar Ferdian akhir pekan lalu.

Baca Juga: Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan, Pekanbaru Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Di Kandis, Kabupaten Siak, hujan yang sempat turun dalam beberapa hari terakhir ternyata belum mampu memadamkan seluruh titik panas yang berada di lahan gambut. Hasil pemantauan atau size up yang dilakukan tim pada pagi hari masih menemukan kepulan asap dari area terdampak.

Menurut Ferdian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan gambut sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Hasil size up pagi hari menunjukkan kondisi masih berasap. Karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan, tim terus melakukan penyekatan sisi timur dan mopping up agar kebakaran tidak terus masuk semakin dalam,” katanya.

Baca Juga: Karhutla Muncul di Pangkalan Kerinci, Tim Gabungan dan Fire Fighter RAPP Berhasil Padamkan Titik Api

Berbeda dengan Kandis, operasi di Pasir Limau Kapas lebih banyak dihadapkan pada upaya menjaga keberlanjutan sumber air untuk pemadaman. Meski titik-titik asap masih terlihat di beberapa lokasi, dukungan alat berat dinilai sangat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

“Alat berat yang berada di lokasi membantu menyediakan embung air dan membersihkan parit sehingga suplai air untuk kegiatan pemadaman tetap tersedia. Ini sangat penting karena keberhasilan operasi di lapangan sangat bergantung pada kecukupan sumber air,” jelas Ferdian.

Sementara itu, tantangan terbesar saat ini terlihat di Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Tim Manggala Agni Daops Rengat yang tiba di lokasi pada dinihari langsung diterjunkan untuk memperkuat operasi pemadaman. Dari hasil pemantauan drone pada Sabtu pagi, kebakaran di wilayah tersebut menunjukkan indikasi luasan yang cukup besar dan masih mengeluarkan asap tebal.

“Keputusan memfokuskan personel ke Sokoi merupakan langkah yang tepat. Hasil drone pagi ini memperlihatkan kondisi kebakaran yang cukup luas dan masih dalam proses estimasi. Asap tebal juga masih terlihat sehingga dua tim kami bagi untuk memukul kepala api dan sayap api agar penyebaran dapat segera dikendalikan,” ungkapnya.

Ferdian menegaskan, seluruh personel Manggala Agni bersama unsur terkait terus bekerja di lapangan untuk menekan perkembangan karhutla dan mencegah meluasnya area terdampak.

“Kami terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai kondisi di lapangan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak berkembang lebih luas,” tutupnya.

Pendinginan di Palika, Karhutla Baru di Rantau Bais

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dilakukan tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera dalam beberapa hari belakangan. Di Rohil terdapat karhutla di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika). Meski kondisi lapangan secara umum telah membaik, petugas masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa operasi penanganan karhutla yang berlangsung di Provinsi Riau menghadapi tantangan berbeda di setiap lokasi kejadian. Hingga Sabtu (30/5), Manggala Agni masih melaksanakan operasi pemadaman.


“Ada tiga wilayah utama karhutla, yakni Kecamatan Kandis di Kabupaten Siak, Pasir Limau Kapas di Kabupaten Rohil, serta wilayah Sokoi di Kabupaten Pelalawan. Masing-masing lokasi memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan strategi penanganan yang berbeda sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.

Khusus di Rohil, terangnya, operasi pemadaman dilaksanakan oleh Tim Manggala Agni Daops III Labuhan Batu Selatan. Berdasarkan laporan perkembangan lapangan, petugas bekerja keras memadamkan sisa-sisa titik api yang berada di lokasi karhutla.

Meski sempat turun gerimis di lokasi kejadian pada petang hari, curah hujan yang terjadi dinilai belum cukup signifikan untuk membantu proses pemadaman secara maksimal. Karena itu, petugas tetap mengandalkan upaya pemadaman darat dengan berbagai peralatan yang tersedia.


Memasuki hari ketiga operasi yakni pada Sabtu, tim berhasil melakukan penyekatan area terbakar guna mencegah api meluas ke wilayah lain. Setelah penyekatan berhasil dilakukan, petugas melanjutkan tahap mopping up atau pendinginan terhadap area-area yang masih menyimpan panas di bawah permukaan tanah.

“Pada saat itu, sejumlah titik masih terlihat mengeluarkan asap tipis, terutama pada lahan gambut yang memang dikenal sulit dipadamkan karena api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat padam,” katanya.

Ia menerangkan, tim Manggala Agni terus menyisir lokasi untuk memadamkan sisa titik panas yang masih terdeteksi. Dukungan alat berat turut dikerahkan guna mempercepat proses penanganan. Alat berat digunakan untuk membuat embung atau kolam penampungan air sementara serta membersihkan parit yang berfungsi sebagai jalur suplai air bagi petugas pemadam. Keberadaan sumber air yang memadai menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi pemadaman, terutama pada kawasan yang akses airnya terbatas.

“Perbantuan alat berat sangat membantu menyediakan embung air dan membersihkan parit sehingga kebutuhan air untuk pemadaman dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Hingga Sabtu malam, tambahnya, perkembangan pemadaman di Pasir Limau Kapas dilaporkan sangat signifikan. Titik api berhasil dipadamkan dan petugas hanya menyisakan pekerjaan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi asap maupun bara api yang tersembunyi.

“Tim merencanakan kegiatan mopping up lanjutan pada Ahad pagi untuk memastikan area benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan,” katanya.

Sementara itu, ketika operasi pemadaman di Pasir Limau Kapas hampir memasuki tahap akhir, tim gabungan kembali menemukan titik kebakaran baru di wilayah Rantau Bais, Rohil. Titik tersebut terdeteksi melalui pemantauan udara yang dilakukan Satgas Karhutla. Menindaklanjuti temuan tersebut, Manggala Agni Daops Dumai langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan awal di lokasi.

“Namun proses menuju titik kebakaran tidak berjalan mudah. Petugas mengalami kendala karena lokasi yang diperoleh hanya berdasarkan koordinat visual dari udara, sehingga membutuhkan waktu untuk menemukan akses menuju lokasi kebakaran di lapangan,” katanya. Meski demikian, tim tetap bergerak cepat agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.(muh)

 

Editor : Bayu Saputra
#manggala agni #kemarau #karhutla riau #el nino