Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Waspada, Gajah Bisa Kembali

Hendrawan Kariman • Selasa, 2 Juni 2026 | 12:23 WIB
SUPARTONO. (JPG)
SUPARTONO. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kendati sekelompok gajah berhasil dihalau menjauh dari perkebunan warga di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, namun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meminta masyarakat tetap waspada. Pasalnya, masih ada kemungkinan dan risiko gajah kembali melintas.

Seperti diketahui, me­nindaklanjuti laporan masuknya gajah masuk ke kebun warga di Muara Fajar, Rumbai, Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau langsung turun ke lapangan melakukan identifikasi dan mitigasi.

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, hasil identifikasi tim bersama aparat setempat dan masyarakat menemukan adanya kerusakan lahan budidaya semangka milik warga seluas sekitar 1,5 hektare. Ia membenarkan kerusakan disebabkan aktivitas gajah liar beberapa malam sebelumnya.

Baca Juga: Berkas Perkara Malpraktik Eks Putri Indonesia Riau 2024 Jeni P21, Polisi Naikkan Status Laporan Kedua, Kasus Apa?

”Berdasarkan hasil identifikasi tim di lapangan, ditemukan satu kelompok gajah liar berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar,” ujar Supartono, Senin (1/6).

Supartono menjelaskan, kawasan itu meru­pakan wilayah jelajah alamiah Gajah Sumatera. Jaraknya dengan wilayah konservasi gajah juga cukup dekat.

Baca Juga: Jemaah Haji Riau Mulai Timbang Koper

”Lokasi kelompok gajah tersebut berjarak kurang lebih 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim,” tambah Supartono.

Menurut Supartono, kemunculan gajah di kawasan sekitar perkebunan tidak terlepas dari kedekatan wilayah tersebut dengan habitat alaminya. Karena itu, BBKSDA Riau  melakukan langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar di masa mendatang.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Kuantan Singingi Wafat di Makkah, Delapan Jemaah Riau Wafat Selama Penyelenggaraan Haji

Tim BBKSDA, lanjut Supartono, melakukan penggiringan menggunakan bunyi-bunyian serta memasang penjagaan dan blokade pada jalur masuk gajah menuju areal perkebunan dan permukiman warga. Selain itu, api unggun dinya­lakan di sejumlah titik yang diduga menjadi lintasan kawanan gajah.

Selain itu Supartono turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat malam hari ketika gajah lebih aktif beraktivitas.

”Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah karena satwa ini merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan,” imbaunya.

Upaya mitigasi itu berha­sil mengarahkan kawanan gajah kembali menuju area pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim. Namun BBKSDA Riau tetap mengingatkan risiko kemunculan kembali gajah di areal perkebunan warga. Hal ini mengingat kawasan tersebut berada dekat dengan habitat dan jalur pergerakan satwa tersebut.

”Kemunculan kembali gajah masih mungkin terjadi, sehingga pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus kami lakukan,” sebut Supartono.

BBKSDA Riau turut mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik. Masyarakat diminta juga aktif mendukung upaya konservasi  cara aman yang tidak melukai satwa yang dilindungi itu.(yls)

Laporan HENDRAWAN, Kota

Editor : Arif Oktafian
#bbksda riau #gajah sumatera #rumbai #muara fajar