Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Titik Panas Terdeteksi di Enam Daerah Riau

Tim Redaksi • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:02 WIB
Warga menggunakan payung untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Senin (1/6/2026). Foto inset, personel Manggala Agni memadamkan lahan yang terbakar di Kandis, Siak, Selasa (2/6/2026). (MHD AKHWAN/RIAU POS/ Manggala Agni)
Warga menggunakan payung untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Senin (1/6/2026). Foto inset, personel Manggala Agni memadamkan lahan yang terbakar di Kandis, Siak, Selasa (2/6/2026). (MHD AKHWAN/RIAU POS/ Manggala Agni)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Cuaca panas yang mulai melanda Riau memicu munculnya hotspot atau titik panas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 11 titik panas tersebar di enam daerah Riau, Selasa (2/6).

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Sanya G  menjelaskan, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru sejak pukul 16.00 WIB, 116 titik panas muncul di Pulau Sumatera. Selain 11 di Riau, juga ada 39 titik di Sumatera Selatan, 21 di Aceh, 13 Bengkulu, 10 di Sumatera Barat, 7 di Jambi, 6 di Lampung, 5 di Bangka Belitung, dan Sumatera Utara 4.

“Untuk wilayah Riau sebaran titik panas berada di Rokan Hilir 4, Bengkalis 2, Kuantan Singingi 2, Rokan Hulu 1, Indragiri Hulu 1, dan Kota Dumai 1. Meskipun jumlahnya mulai menurun dibandingkan hari sebelumnya, namun kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian bersama baik pemerintah dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ungkapnya, kemarin (2/6).

Baca Juga: Tak Lagi Buka Seleksi, Pemprov Riau Bersiap Terapkan Manajemen Talenta 

Sementara itu, untuk kondisi cuaca, di Provinsi Riau sejak pagi hari umumnya berupa udara kabur hingga cerah berawan. Di mana, cuaca cerah berawan dan potensi hujan ringan pada siang hari diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Pelalawan. Memasuki sore hari, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah lainnya seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Pada malam hari hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru. Sementara itu, suhu udara di Riau diperkirakan berada pada kisaran 23- 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 98 persen. 

BMKG Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi pada malam hari di wilayah pesisir dan kepulauan. “Kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti,” tegasnya.

Baca Juga: 17 Sekolah Sudah Kembalikan Kelebihan Bayar Seragam 

Operasi Pemadaman Berkelanjutan di Rantau Bais

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih terus berlangsung. Meski api berhasil dikendalikan dan kepala api telah tersekat, kondisi di lapangan masih menyisakan tantangan berat bagi tim pemadam. Sebanyak dua tim Manggala Agni Daops Dumai yang diterjunkan ke lokasi masih bekerja keras untuk memastikan kebakaran benar-benar padam. 

Tebalnya asap yang muncul dari area terbakar menjadi indikasi bahwa masih terdapat titik-titik panas di bagian dalam lahan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menjelaskan bahwa proses pemadaman di Rantau Bais masih memerlukan energi dan perhatian ekstra. 

Meski perkembangan di lapangan menunjukkan hasil positif dengan berhasilnya penyekatan kepala api, kondisi di bagian tengah area kebakaran masih menimbulkan asap cukup tebal. “Kondisi di bagian tengah lahan masih menimbulkan asap sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan api benar-benar tuntas padam,” ujar Ferdian, Selasa (2/6).

Dalam operasi pemadaman tersebut, tim darat juga mendapat dukungan dari Satgas Udara. Satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pendinginan area yang masih berpotensi menimbulkan bara api.

Kolaborasi antara tim darat dan udara dinilai sangat penting mengingat kondisi lahan gambut yang sering menyimpan api di bawah permukaan tanah. Situasi ini membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan pemantauan berkelanjutan hingga benar-benar aman.

Baca Juga: Pelatih Datangi Dispora Riau, Pertanyakan Bonus PON yang Mangkrak dan Ancaman Atlet Pindah Daerah

Karena kondisi tersebut terangnya, tim Manggala Agni memutuskan untuk melanjutkan operasi pemadaman pada hari berikutnya guna memastikan seluruh titik api dan asap berhasil ditangani secara menyeluruh.

Selain memberikan perkembangan terbaru terkait penanganan karhutla di Rohil, Ferdian juga mengungkapkan bahwa kejadian kebakaran hutan dan lahan saat ini menunjukkan tren peningkatan di sejumlah wilayah Sumatera lainnya.

Menurutnya, selain Riau, beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan dan Aceh juga tengah menghadapi ancaman karhutla yang memerlukan penanganan serius. 

“Kondisi kejadian karhutla juga meningkat di wilayah Sumatera Selatan dan Aceh. Malam ini kami juga mempersiapkan personel Manggala Agni dari Daops Sibolangit, Sumatera Utara untuk diberangkatkan menuju lokasi pemadaman di Nagan Raya Aceh,” jelasnya.(ayi/fad/sol)

Editor : Arif Oktafian
#bmkg #titik panas #hotspot riau