PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Kali ini melibatkan sebuah ambulans yang membawa pasien penyakit jantung. Kecelakaan terjadi di titik KM 25+800 B, wilayah Kabupaten Siak, Ahad (7/6) malam.
Diketahui, ambulans nahas tersebut bergerak dari Bagansiapiapi menuju Kota Pekanbaru. Ambulans dengan nopol BM 7113 P dikemudikan Doni Afrizal (39), warga Desa Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, dengan penumpang Winda Mandasari (37) seorang honorer, Kasih Afrianti (39) ibu rumah tangga, Ade Misra (39), dan Endi (62) buruh, datang dari arah pintu Tol Dumai menuju pintu Tol Pekanbaru.
Sesampai di tempat kejadian, pengemudi MVP diduga mengalami micro sleep, kemudian menabrak satu unit Hino Tracktor Head B 9694 UIZ yang dikemudikan Sutarman di depannya. Akibat kejadian tersebut, tiga penumpang ambulans meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.
Baca Juga: 9 Sekolah Belum Kembalikan Kelebihan Bayar Seragam
Kasi Humas Polres Siak Aipda Dedek Prayoga menjelaskan, sopir Doni Afrizal mengalami luka ringan dan Endi luka-luka kemudian dilarikan ke rumah sakit di Pekanbaru. “Sementara tiga lainnya tewas yaitu Winda Mandasari, Kasih Afrianti, dan Ade Misra,” jelas Aipda Dedek Prayoga.
Winda Handasari (37) yang meninggal merupakan seorang perawat yang mendampingi pasien.
Atas kecelakaan yang merenggut tiga nyawa, Aipda Dedek mengimbau para pengemudi agar berhenti dan beristirahat jika merasakan mengantuk saat menyetir. Microsleep atau tidur sejenak, biasanya hanya hitungan detik dan berdampak fatal. Tak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.
Dalam pada itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika saat dikonfirmasi, membenarkan perihal kejadian tersebut. “Kasus kecelakan ini langsung ditangani dengan cepat oleh petugas di lapangan. Masih diselidiki penyebabnya,” kata Jeki, Senin (8/6).
Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menyebut, ambulans yang membawa pasien jantung tersebut, rencananya hendak menuju ke RS Eka Hospital Pekanbaru.
“Ambulans membawa pasien jantung dari Bagan Siapiapi menuju RS Eka Hospital Pekanbaru. Korban meninggal dunia terdiri dari dua orang keluarga atau pendamping pasien dan satu orang perawat. Sementara pasien yang dibawa dalam ambulans berhasil selamat,” ujar Eko.
Kasat PJR menyebut, kecelakaan bermula ketika ambulans melaju dari arah gerbang tol Bathin Solapan menuju Pekanbaru. Setibanya di KM 25+800 B, ambulans diduga mengalami hilang kendali (out of control) dan menabrak bagian samping kiri truk trailer yang berada di depannya.
Usai benturan, pengemudi ambulans membanting setir hingga kendaraan terbalik di badan jalan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu orang mengalami luka ringan.
Petugas Sat PJR yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada Unit Laka Lantas Polsek Kandis, Polres Siak. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Baca Juga: Walubi Riau Jalani Pradaksina dan Apresiasi Guru Agama Buddha
Suasana duka nampak di kediaman almarhumah Winda, salah seorang korban yang tewas dalam kecelakaan yang terjadi di jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Kediaman tersebut ramai didatangi orang yang berziarah, dari keluarga, kerabat maupun kawan dari almarhumah semasa hidupnya.
Sebagian akses jalan yang melewati kediaman yang terletak di seberang KPU Rohil di jalan Lintas Kecamatan Bagansiapiapi tersebut kemudian ditutup karena ramainya orang yang berdatangan untuk menyampakan belasungkawa.
Winda diketahui merupakan perawat yang turut membawa pasien untuk berobat ke Pekanbaru. Sementara ada seorang pria yang dalam keadaan sakit atau yang dibawa berobat, dimana yang sakit tersebut ditemani oleh dua orang anaknya bernama Ade Misra dan Kasih Afrianti, keduanya sama-sama warga Bagansiapiapi tepatnya tinggal di Jalan Siak Kelurahan Bagan Timur, Bangko.
Salah seorang teman korban, Karunia mengaku sedih dan terkejut dengan musibah yang terjadi. “Mereka orang yang baik, dan juga meninggalkan anak yang masih kecil,” katanya. Perempuan yang bekerja di salah satu OPD di lingkungan Pemkab Rohil ini mengaku mengenal ketiga korban yang memang relatif memiliki usia yang tak terpaut jauh.
Terpisah, Bupati Rohil H Bistamam lewat keterangan tertulis menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai), KM 25+800 Jalur B itu.
“Atas nama pribadi, keluarga, pemkab Rohil saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” kata bupati.
H Bistamam mengatakan bahwa musibah tersebut menjadi duka bersama bagi seluruh masyarakat. Terlebih, salah satu korban yang meninggal dunia merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini mengabdikan dirinya dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dikenal Ramah dan Berdedikasi
Direktur RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi dr Tribuana Tungga Dewi menyampaikan duka cita yang mendalam seiring dengan wafatnya salah seorang tenaga kesehatan bernama Winda yang selama ini bertugas di RSUD dr RM Pratomo tersebut.
Hal itu diungkapkan dr Tri pada saat menyambangi rumah duka di kediaman yang terletak di jalan Lintas Kecamatan, Bagansiapiapi, Senin (8/6). “Kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya, yang dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk masyarakat,” kata Tri Buana.
Ia menuturkan, selama ini dalam kesehariannya Winda merupakan salah seorang perawat yang bertugas di RSUD Pratomo Bagansiapiapi khususnya di bagian perawat penyakit dalam. Ia dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, ramah dengan pasien hingga bertanggungjawab.
“Keseharian almarhumah itu, ia mudah bergaul sesama keluarga besar rumah sakit termasuk sama pasien cukup ramah dan bertanggungjawab dengan pekerjaan, jadi kami merasa kehilangan beliau atas kejadian ini,” kata Tri.
Hutama Karya Belum Berikan Respon
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) kembali menjadi sorotan setelah dua kecelakaan maut terjadi secara beruntun dalam waktu dua hari berturut-turut, yang mengakibatkan total delapan orang meninggal dunia.
Terkait hal tersebut Riau Pos telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Regional PT Hutama Karya (Persero) Sumatera Bagian Tengah, Untung Joko. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pengiriman pesan singkat WhatsApp maupun panggilan telepon WhatsApp. Namun, hingga Senin (8/6) pukul 22.30 WIB, pihak Hutama Karya belum memberikan respon atau tanggapan resmi terkait rentetan kecelakaan maut tersebut.
Sebagaimana diketahui, seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelakaan pertama terjadi pada Sabtu (6/6) yang merenggut lima korban jiwa. Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/) sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan satu unit mobil mini bus bernomor polisi BH 7013 RU dan satu unit dump truk Hino BM 9064 VU. Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Empat korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Hanya berselang satu hari, kecelakaan fatal kembali terjadi pada Ahad (7/6) malam di titik yang berbeda, kali ini melibatkan sebuah mobil ambulans yang sedang membawa pasien darurat. Sebuah ambulans yang membawa pasien penyakit jantung mengalami kecelakaan di titik KM 25+800 B, Ahad (7/6) sekitar pukul 23.45 WIB.
Diketahui, ambulans naas tersebut bergerak dari Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, hendak menuju Pekanbaru. Ambulans dengan nopol BM 7113 P yang dikemudikan Doni Afrizal (39) terlibat kecelakaan dengan sebuah truk trailer. Akibat kejadian tersebut, tiga penumpang ambulans meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.(nda/mng/fad/bay/azr)
Editor : Arif Oktafian