PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pemerintah kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Pasalnya, di Kampar masih ditemukan banyak wajib pajak yang belum melaksanakan kewajibannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyebutkan, potensi pendapatan yang belum tergali di Kabupaten Kampar masih cukup besar. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kampar mencapai ratusan ribu unit dengan tingkat tunggakan yang masih tinggi.
"Terdapat lebih kurang jumlah 500 ribu kendaraan yang ada di Kampar. Dari total tersebut, tapi ada yang menunggak 228 ribu kendaraan yang nilainya berpotensi lebih kurang Rp60 miliar," kata Plt Gubri, SF Hariyanto, Kamis (11/6/2026).
Lebih lanjut dikatakannya, melihat besarnya potensi tersebut, Plt Gubernur SF Hariyanto meminta seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk ikut berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya membayar pajak kendaraan kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Kira minta kepada Bapak Bupati, kepada tim dan semua OPD agar saling bekerjasama, membantu untuk menyampaikan informasi data kepada masyarakat. Supaya bisa mengingatkan kembali masyarakat untuk membayar pajaknya," ungkapnya.
Ia menilai, apabila sebagian tunggakan pajak tersebut dapat dibayarkan, maka hasilnya akan sangat membantu percepatan pembangunan daerah. Pendapatan tambahan yang diperoleh dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
"Kalau ini dibayar 50 persen saja, bisa juga membangun jalan semenisasi untuk warga Bapak Bupati. Penting tugas kita adalah untuk menjalin kolaborasi, ya itulah kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten," tuturnya. (sol)
Editor : Edwar Yaman