Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

SPBU Minta Pertamina Suplai BBM Tiap Hari 

Tim Redaksi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:24 WIB
Kondisi antrean kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite di salah satu SPBU Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Jumat (12/6/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Kondisi antrean kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite di salah satu SPBU Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Jumat (12/6/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) hingga Jumat (12/6). Pantauan Riau Pos di SPBU 14.293.640 Jalan Proklamasi, Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, kendaraan roda dua dan empat antre hingga ke simpang SMAN Pintar. 

Pemandangan antrean kendaraan ini, hampir setiap hari terjadi. Terkadang antrean sedikit dan terkadang panjang. Apalagi, sejak BBM nonsubsidi naik berulang kali. Banyak pemilik kendaraan pribadi yang semula menggunakan pertamax 92 beralih ke pertalite yang harganya masih stabil. 

Pengelola SPBU Sungai Jering Masran mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa karena itu merupakan kebijakan pemerintah. Namun sebagai pengelola SPBU, antrean kendaraan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti pasokan BBM yang tidak masuk setiap hari. 

Baca Juga: Bahaya Mobil Bermesin Turbo Diisi Pertalite Ditengah Kenaikan BBM Pertamax, Pereli Rifat Sungkar Ungkap Beberapa Hal Berikut

Karena itu, Masran berharap Pertamina bisa menyuplai pasokan BBM setiap hari sesuai kuota. Tidak hanya untuk SPBU Sungai Jering tetapi semua SPBU lain. “Sebab, kalau salah satu jenis BBM tidak masuk atau kosong di SPBU, tentu pengendara mencari ke SPBU terdekat yang ada pasokan BBM yang mereka perlukan. Akibatnya, antrean panjang terjadi,” ujarnya.

Di SPBU Sungai Jering, lanjut Masran, melakukan pemesanan semua jenis setiap hari. Tetapi yang datang ada sekali dua hari dan ada yang datang sekali tiga hari. Seperti pertamax, dari tanggal 10 Juni sampai 12 Juni 2026 tidak masuk ke SPBU Sungai Jering.

Baca Juga: Antrean Masih Berlangsung di Sejumlah SPBU di Kuansing, Pihak SPBU Minta Pertamina Suplai BBM Tiap Hari Sesuai Permintaan
Sehingga mereka harus mencari pasokan ke Sumatera Barat dan Tembilahan Inhil. “Karena jaraknya jauh, kadang dua hari baru sampai. Terkadang kosong seperti sekarang,” katanya.

Untuk pelayanan pengisian, mereka di lapangan sudah sejak lama menggunakan pengisian sistem barcode MyPertamina yang sesuai dengan plat nomor kendaraan. Bila tidak sesuai, tidak akan diisi. “Solusinya itu tadi, kuota BBM masuk setiap hari sesuai kuota masing-masing SPBU. Kalau itu jalan, antrean tak akan seperti ini,” tegas Masran. 

Di Rokan Hilir (Rohil) pengisian pertamax di  SPBU Batu Empat, Bagansiapiapi  kini terpantau kembali normal. Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan yang datang ke area pengisian dapat langsung melakukan transaksi dan mengisi BBM tanpa harus menunggu lama seperti beberapa hari sebelumnya. 

Aktivitas di jalur pengisian berlangsung tertib dan lancar, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. “Saat ini untuk aktivitas pengisian sudah berjalan lancar,” kata Manajer SPBU Adharsam, Jumat (12/6). ‘’Arus kendaraan yang datang ke SPBU lebih merata dan tidak lagi menumpuk pada jam-jam tertentu,’’ tambahnya.

Sejumlah pengendara mengaku lega dengan kondisi tersebut. Mereka menilai tidak adanya antrean membuat aktivitas menjadi lebih efisien dan tidak mengganggu jadwal pekerjaan maupun mobilitas sehari-hari. 

Selain itu, masyarakat juga mulai kembali melakukan pengisian sesuai kebutuhan dan tidak lagi melakukan pembelian dalam jumlah berlebih. “Kami harap kondisi ini bertahan terus, jangan sampai menimbulkan antrian panjang karena dikhawatirkan akan berdampak pada kelangkaan,” kata salah seorang konsumen, Hendrik Kusuma (41). 

Pegawai di salah satu organisasi perangkat daerah Pemkab Rohil ini menyebutkan seiring dengan naiknya harga pertamax, dirinya memilih lebih sering mengunakan motor jika ke kantor atau keperluan lain yang sebelumnya memakai mobil.

Antrean Panjang Solar Dikeluhkan 
Pasokan pertamax turbo dan pertamax 92 di sejumlah SPBU di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga mulai kembali normal, Jumat (12/6). Pantauan Riau Pos di lapangan menunjukkan pengisian BBM nonsubsidi tidak lagi dipadati antrean kendaraan. Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis pertalite yang relatif lancar tanpa antrean panjang.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada BBM subsidi jenis biosolar. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, terutama di wilayah ibu kota Rohul, Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah. 

Antrean juga terpantau di SPBU Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, hingga memanjang ke badan jalan. Bahkan, di SPBU Lintam dan sepanjang Jalan Sudirman Ujungbatu menuju SPBU Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, antrean kendaraan mengular hingga ke ruas jalan provinsi.

Sementara itu, untuk BBM subsidi jenis pertalite dan dexlite masih terpantau relatif lancar tanpa antrean berarti. Ironisnya, di tengah antrean panjang tersebut, tidak terlihat adanya pengaturan dari petugas SPBU maupun kehadiran aparat kepolisian untuk mengurai kemacetan. Kondisi ini pun menuai keluhan dari masyarakat.

Salah seorang warga Rambah Samo Herman mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis biosolar dalam beberapa pekan terakhir untuk kendaraannya. “Susah sekali sekarang cari solar, harus antre berjam-jam bang. Kadang sudah lama menunggu, malah kehabisan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan para sopir angkutan dan pelaku usaha. Mereka menilai keterbatasan pasokan solar sangat berdampak pada aktivitas ekonomi sehari-hari. “Kami ini kerja pakai solar. Kalau susah begini, jelas mengganggu penghasilan. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera menambah kuota BBM solar,” ungkap Joko, sopir truk pengangkut sirtu saat antri di SPBU Lintas Kecamatan Ujungbatu.

Ia berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan distribusi BBM subsidi, khususnya biosolar serta meningkatkan pengawasan di lapangan agar antrean panjang kendaraan tidak semakin parah dan mengganggu arus lalu lintas jalan provinsi.

Di sisi lain, kenaikan harga pertamax turbo juga dikeluhkan masyarakat. Fitri (34), pelaku UMKM di Kecamatan Rambah Samo, mengaku terpaksa beralih ke pertalite karena biaya operasional meningkat. “Dengan kondisi ekonomi sekarang, kenaikan harga pertamax sangat terasa. Saya sudah beralih ke Pertalite karena selisih harganya cukup jauh,” ujarnya.

Peralihan dari BBM nonsubsidi ke subsidi ini dikhawatirkan memicu kelangkaan pertalite. Warga berharap kuota pertalite dapat ditambah agar tidak terjadi antrean panjang. “Kami khawatir pertalite ikut langka karena banyak yang beralih dari pertamax. Semoga kuotanya ditambah,” kata Adi, warga Desa Pematang Berangan.

Sementara itu, petugas SPBU Ujungbatu Timur, Panyahatan, menyebut pasokan pertamax saat ini relatif lancar tanpa antrean. “Pertamax dikirim sekitar 8 ton dan biasanya habis dalam tiga hari. Saat ini tidak ada antrean,” jelasnya.

Ia menambahkan, pasca kenaikan harga, banyak pengguna pertamax beralih ke pertalite. Saat ini, pasokan pertalite sekitar 8 ton per hari dan umumnya habis dalam sehari. Hal senada disampaikan Ita, petugas SPBU Rambah Samo. Menurutnya, pasokan pertamax tetap normal, namun antrean terjadi pada biosolar akibat keterlambatan distribusi. “Untuk pertalite sempat terjadi antrean pagi tadi, kemungkinan dampak peralihan dari pertamax,” jelasnya.(dac/fad/epp/das)

Editor : Bayu Saputra
#bbm sulit #kenaikan bbm #bahlil #antrean bbm