PEKANBARU (RISUPOS.CO) - Ratusan siswa SMK dan Guru Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru antusias mengikuti kegiatan pembuatan tempe serta olahan menu makanan serba tempe yang diselenggarakan Indonesia Vegetarian Society (IVS) Riau bersama Vegan Society of Indonesia (VSI) Riau dan World Vegan Organisation (WVO) Riau, Sabtu (13/6/2026)
Kegiatan berlangsung di Sekolah Metta Maitreya, Pekanbaru ini menghadirkan Borgo Parlinggoman Ritonga yang juga pengusaha tempe di Pekanbaru sebagai narasumber utama yang mengajarkan seluruh peserta untuk membuat langsung tempat dari kacang kedelai.
Menurut Borgo Parlinggoman Ritonga dirinya mengaku sangat senang bisa berbagi ilmu kepada para siswa dan guru di Sekolah Metta Maitreya.
Baca Juga: Polres Kuansing Distribusikan 2.057 Porsi Makan Bergizi Gratis
Apalagi, tempe merupakan pangan fungsional khas Indonesia yang berasal dari fermentasi kedelai murni yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain itu, untu proses pembuatan tempe tidak memakan waktu lama, hanya beberapa hari. Dimulai dari pemilihan kacang kedelai, masa perendaman, pengupasan kulit ari, perebusan ganda, penirisan hingga kering, inokulasi (pemberian ragi), dan fermentasi atau inkubasi selama 24 hingga 48 jam.
Dalam workshop tersebut, peserta yang dibagi menjadi 12 kelompok begitu antusias dan semangat mengikuti proses pembuatan tempe. Mulai dari pemilihan dan pencucian kedelai, perendaman awal, penambahan ragi, pembungkusan bahan dan proses lainnya.
Baca Juga: Kinerja Satgas Anti Narkoba Pekanbaru di Semester I 2026 , Ungkap 74 Kasus dan Amankan 118 Tersangka
"Saya berharap dengan adanya workshop ini para siswa dan guru bisa mengajarkan kepada keluarga atau siswa lainnya untuk membuat produk pangan olahan sendiri. Karena disituasi sulit seperti ini tempat memiliki banyak manfaat bagi tubuh serta ramah dikantong,"katanya.
Dalam workshop ini dihadiri Wasekjen IVS sekaligus Pembina IVS Riau, Rosaria S Pd B M Pd, Ketua VSI Riau, Susanto S Pd, Ketua WVO Riau, Niadi Kurniawan S Pd dan Kepala Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Prajnamitra Maitreya, Suryati S Sos MM.
Pembina IVS Riau, Rosaria mengatakan, workshop dalam rangka memperingati Hari Tempe Nasional dan mensosialisasikan makanan nabati yang kaya gizi.
Tempe juga merupakan makanan tradisional khas Indonesia bisa menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi gizi keluarga, karena harganya yang sangat terjangkau.
Baca Juga: SPBU Minta Pertamina Suplai BBM Tiap Hari
Dimana dalam setiap 100 gram tempe terkandung protein nabati 18-20 gram yang sangat baik untuk pembentukan sel dan otot, karbohidrat 7-12 gram, lemak baik 7-9 gram terutama lemak tak jenuh, serat pangan 1,4-3 gram untuk mendukung kesehatan pencernaan, kalsium 100 mg yang sangat baik untuk kesehatan tulang dan zat besi 2-3 mg untuk membantu mencegah anemia.
Rosaria menambahkan, IVS, VSI dan WVO Provinsi Riau secara rutin mensosialisasikan hidup sehat ala vegan kepada masyarakat luas. Bukan hanya melalui vegan festival, seminar tetapi juga memberikan edukasi lewat workshop ini.l
"Workshop pembuatan tempe baru pertama kali dilaksanakan. Kami berharap dapat menjadi agenda rutin. Memberikan edukasi dan wawasan kepada guru, siswa, relawam maupun pengurus IVS bahwa tempe merupakan salah satu sumber protein nabati dan mempunyai kandungan gizi yang baik untuk tubuh," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Prajnamitra Maitreya, Suryati menambahkan, dalam kegiatan workshop pembuatan tempe melibatkan guru, tenaga kependidikan dan siswa Sekolah Metta maitreya serta pengurus dan relawan IVS Pekanbaru dan Riau.
Melalui kegiatan ini dirinya berharap peserta dapat memahami kandungan gizi dan manfaat tempe bagi kesehatan serta mengetahui proses pembutannya yang higienis dan berkualitas.
Bukan itu saja, dalam workshop ini pihaknya tidak hanya mengajak para peserta untuk mempraktekkan cara membuat tempat bersama narasumber. Tapi juga melakukan demo masak olahan tempe yang diperagakan langsung oleh relawan IVS, VSI maupun WVO Provinsi Riau.
Baca Juga: Amerika Serikat V Paraguay: Pulisic Pikul Beban Tuan Rumah
Dengan menu demo masak berupa sambal tempe petai, tempe asam manis, gulai tempe dan tempe barbeque wijan.
"Jadi para peserta tidak hanya mengetahui pembuatan tempe saja tapi juga mengolahnya agar tidak membosankan dan praktis, serta memiliki nilai bergizi yang seimbang,"tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman