PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaksanakan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Gubernur Riau, Ahad (14/6).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, sensus ekonomi ini merupakan amanat UU Nomor 16/1997 tentang Statistik yang digelar satu dekade sekali demi memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian nasional dan daerah.
“Saya selalu meyakini bahwa data bukan sekadar angka, tetapi merupakan fondasi pembangunan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Kebijakan yang tepat akan melahirkan pembangunan yang berkualitas. Dan pada akhirnya, pembangunan yang berkualitas akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syahrial Abdi.
Baca Juga: Jangan Ada Pungutan di Sekolah Rakyat
Syahrial menambahkan, saat ini masyarakat berada di era transformasi digital, perubahan pola konsumsi, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif. Di tengah dinamika global ini, pemerintah daerah sangat memerlukan pasokan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir agar rumusan kebijakan pembangunan tidak salah sasaran.
Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS RI Pudji Ismartini menyampaikan bahwa agenda besar sepuluh tahunan ini merupakan sensus ekonomi kelima yang digelar di Indonesia, dengan fokus mendata seluruh klaster aktivitas usaha mulai dari skala mikro, kecil, hingga korporasi besar.
Baca Juga: Terbanyak di Sumatera, 19 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Ini Sebarannya
“Melalui Sensus Ekonomi 2026 ini, seluruh aktivitas usaha di tanah air akan didata secara komprehensif,” katanya.
Oleh karena itu, para pelaku usaha diimbau menyambut kedatangan petugas sensus dengan baik serta memberikan jawaban dan data secara jujur, lengkap, dan apa adanya tanpa perlu mengkhawatirkan aspek kerahasiaan data yang dijamin penuh oleh undang-undang,” pintanya.(sol)
Editor : Arif Oktafian