Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petakan Potensi Daerah, Sensus Ekonomi Dimulai 

S
Penulis: Soleh Saputra❯
Asep Riyadi. (JPG)
Asep Riyadi. (JPG)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Pusat Statistik (BPS) menggandeng Pemerintah Provinsi Riau untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada bulan Mei ini. Sinergi ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketersediaan data yang akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung selama empat bulan hingga Agustus 2026 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Melalui kolaborasi ini, seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat, diharapkan dapat berpartisipasi aktif guna memastikan kelancaran serta kualitas hasil pendataan.

Advertisement

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis dalam memperbarui data ekonomi daerah secara menyeluruh. Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran aktual mengenai struktur dan perkembangan usaha di berbagai sektor.

Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus akan dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Pendataan ini mencakup berbagai skala usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, sehingga mampu menghasilkan potret ekonomi yang lebih komprehensif.

Advertisement

”Sensus ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi daerah secara lebih detail. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep Riyadi menyampaikan bahwa BPS telah menyiapkan mekanisme pendataan yang sistematis serta didukung oleh petugas lapangan yang terlatih. Selain itu, kegiatan sosialisasi terus dilakukan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya sensus ekonomi.

”Keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan informasi menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh pihak sangat diharapkan agar pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat basis data pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya peran aktif perangkat daerah dalam mendukung kelancaran proses pendataan di lapangan.

”Data hasil sensus ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, diperlukan koordinasi dan keterlibatan seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas,” ujarnya.(sol)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pemprov Riau Dorong Perdagangan Karbon Perkuat Fiskal Daerah 

Pemprov Riau Dorong Perdagangan Karbon Perkuat Fiskal Daerah 

Pemprov) Riau mulai memperkuat strategi pembangunan berbasis ekonomi hijau dengan menjadikan perlin­dungan lingkungan

Tiga Tahun Berturut-turut Penduduk Miskin Rohil Bertambah, Kini Capai 55 Ribu Jiwa Lebih

Tiga Tahun Berturut-turut Penduduk Miskin Rohil Bertambah, Kini Capai 55 Ribu Jiwa Lebih

Dari data BPS Rohil, untuk tahun 2021 jumlah penduduk miskin absolut 51,97 ribu jiwa, mengalami penurunan pada 2022 jadi 49,59 ribu jiwa

Angka Kemiskinan versi BPS Beda dari Bank Dunia

Angka Kemiskinan versi BPS Beda dari Bank Dunia

Angka kemiskinan Indonesia berbeda antara BPS dan Bank Dunia. Indef menilai garis kemiskinan BPS terlalu rendah dan perlu disesuaikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer