Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sekolah Rakyat di Riau Tampung 420 Siswa Tahun Ini

Tim Redaksi • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:38 WIB
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi. (Istimewa)
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mengoperasikan tiga Sekolah Rakyat di Riau. Yakni dua di Pekanbaru dan satu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Tahun ini, ditargetkan beroperasi satu lagi di Kuantan Singingi (Kuansing).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi mengatakan, alokasi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat pada tahun ini diproyeksikan akan menyerap sebanyak 420 anak kurang mampu dari berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Riau.

Untuk tahun ajaran baru ini, kami menargetkan sebanyak 420 siswa di seluruh Provinsi Riau dapat terakomodasi dan menikmati fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat,” kata Syahrial Abdi, Senin (15/6).

Syahrial memaparkan, jumlah kuota penerimaan tahun ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan, yakni naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan performa serapan tahun sebelumnya yang hanya mampu menampung 150 siswa. 

Kenaikan tajam daya tampung ini berhasil dicapai menyusul adanya penambahan infrastruktur baru berupa kompleks sekolah permanen di Kuansing. “Kenaikan angka penerimaan tahun ini memang melompat jauh dari capaian tahun lalu,’’ ujarnya.

‘’Hal ini dimungkinkan karena progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi saat ini performanya sudah menyentuh 85 persen dan ditargetkan siap dipergunakan secara fungsional untuk proses belajar mengajar serta pemanfaatan asrama pada Agustus mendatang,” jelasnya.

Baca Juga: Tiga Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Riau, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru

Guna menjamin keberlanjutan program strategis ini di tingkat tapak, Pemprov Riau bergerak cepat dengan meminta komitmen dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan di wilayah masing-masing. 

Syahrial menyebutkan, untuk Pekanbaru, pemerintah daerah telah menetapkan titik lokasi strategis baru yang bertempat di wilayah Kecamatan Tenayan Raya. Namun, untuk saat ini pihak instansi teknis masih harus melakukan tahapan pematangan lahan secara intensif di lapangan demi menyesuaikan kontur tanah agar menjadi hamparan datar yang ideal untuk mendirikan bangunan sekolah.

Sementara itu, untuk proyek yang berada di bawah wewenang langsung Pemerintah Provinsi Riau, lahan baru telah dipersiapkan di kawasan Pasir Putih, tepatnya di Jalan Lintas Timur Kilometer 19. 

“Kami sudah mengamankan aset lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih untuk pembangunan jangka panjang. Saat ini, tim di lapangan sedang menggesa persiapan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta pengerasan dan pematangan lahan,” ujar Syahrial.

Syahrial Abdi menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan terpadu ini merupakan komitmen jangka panjang Pemprov Riau dalam meratakan mutu pendidikan daerah, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah pelosok dan pesisir. 

Pemerintah berharap kompleks sekolah baru ini dapat menjadi ruang edukasi yang aman, nyaman, dan kondusif demi mendukung perkembangan karakter serta masa depan anak-anak Riau.

Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kuansing, sudah mencapai 85 persen. Ditargetkan Juli mendatang  sudah beroperasi dan menerima murid baru. “Ada 420 orang anak atau murid yang akan diterima di tahun ajaran baru Juli mendatang,” kata Plt Kadis Sosial PMD Kuansing, Dodi Fitrawan, Senin (15/6). 

Dijelaskan Dodi, dari jumlah itu untuk Kabupaten Kuansing ada 270 siswa. Masing-masing SD sebanyak 90 orang tiga ruang belajar, SMP ada 90 orang dan tiga ruang belajar. Lalu SMA sebanyak 90 orang dan tiga ruang belajar. Saat ini dalam tahap penjangkauan (verifikasi lapangan) calon siswa.

Dalam pekan ini, akan diplenokan penetapan siswa dan di-SK-kan oleh Bupati Kuansing.  “Murid-murid ini mayoritas dari data desil 1 dan desil 2 Kemensos RI. Tetapi ada juga yang masuk dari luar data desil 1 dan desil 2. Dengan catatan mereka masuk dalam persyaratan,’’ ujarnya.

Kemudian Kabupaten Rohil sebanyak 60 orang SMP dan SMA masing-masing satu ruang belajar. Pemprov Riau sebanyak 30 orang siswa SMA atau satu ruang belajar dan Sentra Bisika dengan 60 orang  dan dua ruang belajar untuk jenjang pendidikan SMP. 

Baca Juga: 420 Orang akan Jadi Murid Perdana Sekolah Rakyat Kuansing

“Rohil dan Pemprov ini sekolah rintisan. Artinya mereka mengikuti proses belajar mengajar sementara menunggu gedung Sekolah Rakyat mereka rampung. Selain itu, kata Dodi, saat ini juga sedang proses perekrutan guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat melalui online web BKN.”Bagi yang berminat bisa langsung mendaftar,” ujar Dodi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Riau Zulfadli mengatakan, Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi di Riau saat ini untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menerapkan sistem asrama. “Total siswa Sekolah Rakyat di Riau saat ini ada 225 orang. Yang terbanyak memang di Pekanbaru,” sebutnya, Senin (15/6).

Secara rinci, 100 siswa ada di Rumbai Pekanbaru, 50 siswa di asrama Haji Pekanbaru, dan 75 siswa di Rohil. Program sekolah rakyat ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit mengakses pendidikan bermutu. Proses seleksi pun dilakukan secara ketat dan transparan, dengan verifikasi langsung oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. 

“Dengan kehadiran sekolah ini, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak Riau yang tertinggal karena alasan ekonomi. Melalui sekolah rakyat, kita buka pintu masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk tahun ini, pemerintah pusat menargetkan akan mengoperasikan satu sekolah rakyat lagi di Kuansing. Jika tiga sekolah rakyat sebelumnya memanfaatkan bangunan lama, untuk di Kuansing dibangun sekolah baru. “Untuk di Kuansing, ditargetkan pada tahun ajaran baru tahun ini sudah akan mulai beroperasi,” sebutnya.(sol/dac) 

Editor : Arif Oktafian
#siswa #Sekolah Rakyat #2026 #riau #sekdaprov riau