Merujuk proses pencairan tahun lalu, insentif guru madrasah non-ASN dicairkan dalam dua tahap. Untuk periode Juli-Desember dibayarkan pada akhir tahun nanti. Pada 2025 lalu, total anggaran insentif guru madrasah non-ASN mencapai Rp897 miliar.“Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. In sya Allah, insentif guru madrasah non-ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (17/6).
Nasaruddin mengapresiasi Tim Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag karena sudah bekerja keras menyiapkan kelengkapan administratif. “Mengingat jumlah penerimanya yang sangat banyak,” katanya.
Baca Juga: Sidang Wahid 13 Jam, Hadirkan Lima Saksi
Langkah peningkatan kesejahteraan ini dipastikan tidak berhenti di tahun ini. Kemenag mencatat telah mengusulkan alokasi anggaran yang fantastis sebesar Rp9,6 triliun dalam Pagu Indikatif Tahun Anggaran (TA) 2027. Anggaran ini dikhususkan untuk peningkatan kesejahteraan guru pendidikan agama dan keagamaan.
Nasaruddin Umar merinci, dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) TA 2027, Kemenag memfokuskan kebijakannya pada dua klaster utama, yakni sektor Pendidikan dan Penurunan Kemiskinan melalui Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) Bantuan Sosial Terintegrasi.
“Dalam penyusunan Pagu Indikatif TA 2027 pada aplikasi KRISNA-RENJA K/L, Kementerian Agama telah mengalokasikan dukungan PKPN sebesar Rp19,08 triliun,” terang Menag. Dari total anggaran prioritas nasional yang mencapai belasan triliun tersebut, porsi terbesar yakni Rp9,6 triliun memang sengaja digelontorkan untuk program Peningkatan Kesejahteraan Guru.
Anggaran jumbo tersebut nantinya akan dialokasikan untuk beberapa poin krusial, di antaranya insentif guru madrasah berkelanjutan, tunjangan profesi bagi guru dan dosen non-ASN, dan tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Buku Rekening Kolektif
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno menambahkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan buku rekening kolektif bagi guru madrasah non-ASN penerima insentif. “Ini tentu perlu waktu dan kerja keras tim GTK Madrasah,” ujar Amin.
Dia mengatakan, nantinya setiap guru akan menerima insentif sebesar Rp1,5 juta. Uang tersebut bakal langsung masuk ke rekening masing-masing guru. Dana atau insentif tersebut sebagai wujud apresiasi negara untuk para guru yang belum atau bukan berstatus ASN.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Riau Muliardi menyambut baik kabar gembira ini. Menurut Muliardi, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru madrasah yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam mendidik generasi bangsa.
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi keluarga besar madrasah, khususnya para guru non-ASN. Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama dan seluruh jajaran Direktorat GTK Madrasah yang telah bekerja keras sehingga insentif ini dapat segera dicairkan,” ujar Muliardi, Rabu (17/6).
Muliardi menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, karakter, dan moderasi beragama kepada peserta didik. Oleh sebab itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang tengah merampungkan administrasi dan penyediaan rekening kolektif bagi para penerima insentif. Muliardi berharap proses pencairan dapat berjalan lancar.(ilo/wan/ttg/jpg)
Editor : Arif Oktafian