PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruas Jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur sepanjang 36,12 kilometer (km) merupakan urat nadi logistik yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat maupun operasional perusahaan.
Namun, saat ini ruas jalan tersebut terdapat kerusakan signifikan sepanjang 7,8 km di beberapa titik sehingga memerlukan penanganan segera.
Dengan kondisi keterbatasan anggaran Provinsi Riau yang tersedia serta efisiensi anggaran, maka Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau menggandeng pihak swasta untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Dan yang diperbaiki hanya 3,8 km.
Baca Juga: Hadir di Desa Kualu, RS Fanybella Medika Siap Layani Kebutuhan Kesehatan Masyarakat
“Kami (Dinas PUPR-PKPP) Riau hanya mampu melakukan penanganan sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur itu. Sisanya kami menggandeng pihak swasta,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau Khairul Rizal, Jumat (26/6/2026).
Khairul Rizal menjelaskan, untuk menghindari kerusakan berulang karena ruas jalan ini merupakan mobilitas industri, terutama untuk pengangkutan komoditas kelapa sawit, kayu (log), migrasi dan lalu lintas pelabuhan dari kawasan industri di Perawang menuju jalur lintas timur, maka penanganan kerusakan dilakukan dengan menggunakan konstruksi rigid pavement (pengerasan kaku).
Pihak perusahaan yang dilibatkan adalah Pertamina Rokan Hulu (PHR), Pelindo, Surya Inti Raya, Maredan Sejati Surya Plantation, Indah Kiat Pulp and Paper, Arara Abadi Group, PTPN IV Region III PKS Lubuk Dalam, PTPN IV Region III PKS Sungai Buatan, Aneka Inti Persada, Mutiara Unggul Lestari, Ivo Mas Tunggal Sam Sam, Ivo Mas Tunggal Ujung Tanjung, Siak Prima Sakti, Kimia Tirta Utama, Perawang Argo Sejahtera, Kaparindo Argo Industri, Teguhkarsa Wanalestari, Anugerah Tani Makmur, Libo Sawit Perkasa, Berlian Inti Mekar, HABI, Riau Andalan Pulp dan Paper, dan Bijin Kumita Mutiara.
Baca Juga: Biaya Tahapan Pilkades 12 Desa di Meranti Tembus Rp 390 Juta
Dijelaskan Khairul Rizal, dari 24 perusahaan ini, dibagi menjadi 4 klaster yang bertanggungjawab atas perbaikan masing-masing 700 meter.
Pertama, Klaster Migas yang dikoordinir PT PHR akan memulai pekerjaan pada Agustus dan tahun ini hanya 500 meter. Kedua, Klaster Perkayuan yang dikoordinir PT Arara Abadi yang akan memulai pekerjaan pada Oktober juga hanya 500 meter tahun ini.
Klaster Sawit yang dipimpin PT Surya Inti Raya akan memulai pekerjaan pada Oktober. Keempat, Klaster Transpoter yang akan dikoordinir PT Pelindo juga memulai pekerjaan pada Oktober.
Baca Juga: DPO Terpidana Perambahan Kawasan Hutan Menyerahkan Diri ke Kejari Bengkalis
‘’Untuk perbaikan yang kami (Dinas PUPR-PKPP Riau) kerjakan sudah dimulai sejak Juni lalu. Dimulai dari STA 0+100 tepatnya setelah keluar tol. Target pekerjaannya tuntas Desember mendatang. Total perbaikan yang akan dilakukan di ruas jalan tersebut tahun ini sepanjang 3, 4 kilometer. Sisanya, akan dilanjutkan tahun depan. Klaster Migas 200 meter dan Klaster Perkayuan 200 meter,’’ jelasnya.
Untuk pengerjaan perbaikan jenis rigid beton sepanjang 1 km akan menghabiskan anggaran sekitar Rp10 miliar. Maka maka total investasi pihak perusahaan dalam perbaikan jalan ini mencapai Rp28 miliar.
"Kita memang mengharapkan kolaborasi seperti itu. Terima kasih kepada perusahaan yang telah menjalin kerja sama ini. Ke depannya akan terus kita tingkatkan," katanya.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Jalan Melur Pekanbaru
Khairul Rizal meminta masyarakat bekerja sama saat proses perbaikan dilakukan karena akan diberlakukan sistem buka tutup. "Kita minta masyarakat bersabar soalnya akan pakai sistem buka tutup. Apalagi ruas jalan itu lumayan padat kendaraan perusahaan," pintanya.(das)
Editor : M. Erizal