PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Best Planter Indonesia (BPI) dan didukung Ditjenbun dan BPDP menyenggarakan pelatihan Gelombang 2 pada tanggal 22-26 Juni 2026 di Provinsi Riau untuk Modul Panen dan Pasca-Panen. Peserta pelatihan yang berjumlah 181 orang berasal dari empat kabupaten, yaitu Kuantan Singingi, Bengkalis, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.
Pelatihan Panen dan Pasca-Panen yang menjadi program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan tahun 2026 didanai sepenuhnya oleh BPDP dan mendapat dukungan teknis dari Ditjenbun.
Pembukaan pelatihan dilakukan di Ballroom Lancang Kuning Hotel Furaya, Pekanbaru. Dalam sambutannya, Direktur Utama Best Planter Indonesia, Ir Heri Dwi Basuki MM menyampaikan bahwa pelatihan panen dan pasca-panen adalah ujung aktivitas mengelola kelapa sawit, sangat strategis, karena akan jadi uang. Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan terkait panen. Pertama, anggaran wajib untuk pupuk dialokasikan sekitar 30 persen dari penjualan TBS. Kedua, panen harus tuntas, jangan turunkan buah mentah, dan brondolan wajib diangkut. Ketiga, infrastruktur jalan dan jembatan harus bisa dilewati angkutan buah sampai ke pabrik.
Baca Juga: Perkuat Layanan Posbankum Desa dan Sinergi Kukerta, Kemenkum Riau Temui Bupati Kampar
”Akses dari piringan sampai ke TPH (tempat pengumpulan hasil) juga harus diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Kadisbunnak Kuantan Singingi Andri Yama Putra SHut MSi menyampaikan jika ingin harga sawit tinggi, pekebun harus belajar panen dan pasca-panen di BPI. Kepada BPI, ia menitipkan peserta dari Kuantan Singingi untuk dididik dan dilatih agar lebih paham berkebun sawit.
”Kepada peserta, agar belajar dengan baik dan benar, ambil kesempatan dan rezeki untuk menikmati pelatihan yang difasilitasi BPDP dan Ditjenbun ini. Pelatihan sangat bermanfaat jika peserta bisa menerapkannya di kebun masing-masing. Bagi BPI dan narasumber, semoga yang dilakukan dinilai ibadah,” kata Andri.
Baca Juga: Ayah Diajak Ambil Peran Lebih Besar dalam Keluarga
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir Cicik Mawardi Athar AP MSi berharap dengan pelatihan ini para peserta bisa mendapatkan harga TBS yang stabil sesuai ketetapan harga dari Disbun. ”Harga Disbun bisa didapatkan apabila pekebun mau berorganisasi dan menjaga kualitas hasil panennya. Pelatihan ini sangat penting untuk mendapatkan kualitas hasil panen terbaik,” ujarnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Dahen Tawakal SSos MSi menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan Ditjenbun untuk kegiatan pelatihan ini tetap berjalan ke depannya secara berkelanjutan. ”Antusias calon peserta dari Bengkalis sampai 600 orang yang mendaftar. Semoga tahun depan calon peserta dari Bengkalis banyak yang disetujui. Masih banyak pekebun dari Bengkalis yang membutuhkan bimbingan, dimana selama ini mereka masih mengelola kebun secara otodidak,” katanya.
Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Inhil Surya Syurgana Akmal STp menyampaikan apresiasi kepada peserta asal Indragiri Hilir yang menempuh perjalanan 11 jam via darat ke kota Pekanbaru untuk ikut pelatihan. ”Jangan sia-siakan pengorbanan ini. Dapatkan ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para narasumber,” imbaunya.
Mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Kabid Pengembangan Usaha dan Penyuluhan Novri Ilham ST MEng yang membuka kegiatan pelatihan menyampaikan pelatihan bertujuan membawa dampak pada kesejahteraan pekebun. ”Disbun Riau menyambut baik pelatihan sawit ini, semoga terlaksana dengan baik dan memberi manfaat bagi kita semua,” ujarnya.(ifr)
Editor : Arif Oktafian