JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Forum nasional yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut menjadi wadah konsolidasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, serta komunitas riset dalam memperkuat peran ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melaporkan, Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, dan peneliti—termasuk 300 peneliti dari BRIN—serta lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kemendiktisaintek.
Mengusung tema ‘’Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia’’ kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam menghasilkan riset serta inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Baca Juga: Kapolres Kuansing Pimpin Sertijab Empat Pejabat, Tekankan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat penting dalam mendorong kemajuan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, potensi para akademisi, guru besar, dan peneliti harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat kebangkitan Indonesia.
‘’Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan dan digerakkan potensi serta kemampuan dari kampus-kampus," ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan kali keempat dirinya berdialog langsung dengan para rektor sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kemitraan strategis dengan dunia pendidikan tinggi.
Bagi USTI, kehadiran dalam forum nasional tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang mendukung agenda pembangunan nasional. Kehadiran Rektor USTI juga mencerminkan semakin meningkatnya peran perguruan tinggi di Provinsi Riau dalam forum-forum strategis tingkat nasional.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, para rektor, akademisi, ilmuwan, peneliti, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman