Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Unilak Dorong Transformasi Pembelajaran lewat Deep Learning Terintegrasi Etnosains

Herianto Baserah • Jumat, 10 Juli 2026 | 12:34 WIB
Tim PKM dosen Unilak menyampaikan materi transformasi pembelajaran lewat Deep Learning terintegrasi Etnosains di SMA Advent Pekanbaru, belum lama ini. (Unilak untuk Riau Pos)
Tim PKM dosen Unilak menyampaikan materi transformasi pembelajaran lewat Deep Learning terintegrasi Etnosains di SMA Advent Pekanbaru, belum lama ini. (Unilak untuk Riau Pos)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Melalui Implementasi Deep Learning Terintegrasi Etnosains di SMA Advent Pekanbaru”. Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan dan Vokasi.

PKM diketuai Arlian Firda,M.Si dengan anggota Rikizaputra, M.Pd dan Mar'atul Afidah, M.Pd, serta melibatkan mahasiswa Pendidikan Biologi Unilak. Pelatihan berlangsung 30 Januari 2026 di SMA Advent Pekanbaru dan diikuti 19 guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah.

Ketua Tim, Arlian Firda, M.Si menjelaskan, pendidikan saat ini menuntut guru menghadirkan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.

Baca Juga: UHTP Tuan Rumah Pembukaan Cek Kesehatan Gratis Kota Pekanbaru

Deep Learning memberi kesempatan siswa memahami konsep secara mendalam. Jika dipadukan etnosains, pembelajaran jadi lebih bermakna karena berbasis budaya dan fenomena yang dikenal siswa,” ujarnya.

Kepala SMA Advent Pekanbaru Nelson Panggabean, S.Si mengapresiasi program tersebut. Ia menilai pelatihan memberi wawasan baru bagi guru dalam menghadapi paradigma pendidikan yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. “Kami berharap kerja sama dengan Unilak terus berlanjut agar kompetensi guru semakin meningkat,” katanya.

Materi disampaikan Mar'atul Afidah,M.Pd dengan pendampingan tim. Sesi berlangsung interaktif melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman guru dari 47,78 persen menjadi 65,56 persen. Ketidakpahaman peserta juga tidak ditemukan lagi setelah pelatihan.

Baca Juga: PLN UIP Sumbagteng Perkuat Integritas Proyek Strategis 

Unilak merekomendasikan adanya pendampingan lanjutan agar guru semakin terampil mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Deep Learning terintegrasi etnosains. Melalui program ini, Unilak berharap lahir pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya daerah.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
#Etnosains #Transformasi Pembelajaran #Deep Learning #unilak