PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Riau (Unri) berkomitmen kuat dalam mendampingi pelaku usaha lokal. Melalui sinergi strategis bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. UPA PKK Unri sukses menyelenggarakan rangkaian program pendampinngan berkelanjutan yang diawali dengan proses kurasi dan dilengkapi dengan pelatihan intensif bertemakan UMKM Go Global pada 29–30 Juni 2026.
10 UMKM yang terpilih mengikuti pelatihan Go Global ini merupakan UMKM pilihan yang telah melewati seleksi ketat. Pada tahap awal, terdapat 21 UMKM yang dipilih untuk dikurasi. Proses kurasi dilakukan secara objektif dengan menitikberatkan pada 5 aspek utama, yakni Aspek Legalitas dan Administrasi; Aspek Kualitas Produk dan Standardisasi Internasional; Aspek Kemasan (Packaging) dan Pelabelan; Aspek Kapasitas Produksi dan Kontinuitas Pasokan; serta Aspek Manajemen, Finansial, dan Pemasaran Global.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Junior Officer CSAR & SMEP PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sara Ariadi Dahlan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan akademisi dalam mempercepat kesiapan UMKM daerah agar mampu bersaing di rantai pasok global.
Baca Juga: Pelatih Prancis Deschamps Prediksi Semifinal Spektakuler Melawan Spanyol
Ketua UPA PKK Unri Julita SE MSi AK CA dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi nyata ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial sebagai inkubator sekaligus jembatan bagi para pelaku usaha lokal menuju panggung dunia.
‘’Pelatihan ini bukan sekadar memberikan teori, tetapi merupakan komitmen bersama dalam melakukan pendampingan end-to-end. Kami ingin 10 UMKM yang lolos ini siap, baik dari segi standardisasi kualitas, manajemen manajerial, hingga kepabeanan. Sinergi bersama Pertamina Patra Niaga ini diharapkan menjadi pemantik utama bagi produk-produk Riau agar memiliki daya saing yang tinggi di pasar global,’’ ujar Julita.
Pada hari pertama pelaksanaan, para pelaku UMKM dibekali materi fundamental terkait standardisasi produk oleh Agung P Mandahu ST MT dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Riau yang memaparkan aspek Quality Assurance serta Trade Insurance. Sesi berikutnya dilanjutkan oleh narasumber Jatu Barmawati sebagai pelaku eksportir yang mengupas tuntas teknik Packaging & Labelling berstandar retail modern, regulasi label pangan, hingga informasi wajib pada produk.
Aspek legalitas usaha pun menjadi sorotan utama. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Rudy Hendra Pakpahan SH MHum hadir langsung memaparkan mekanisme pendirian CV perorangan serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi produk lokal. Menutup hari pertama, Randi Perdana SE memberikan penajaman materi mengenai Manajemen Keuangan dan Investability agar UMKM memiliki tata kelola keuangan yang akuntabel di mata investor.
Memasuki hari kedua, fokus pelatihan diarahkan pada strategi hilirisasi dan penetapan pasar digital. Pakar bisnis Ardian SE MBA menyajikan dua materi krusial sekaligus, yakni konsep Branding dan Storytelling Produk untuk meningkatkan nilai jual emosional, serta pemanfaatan Digital Marketing dan Marketplace internasional.
Selain penguatan digital, isu keberlanjutan juga mulai diperkenalkan melalui pemaparan Dr Pipin Kurnia MAk Ak CA mengenai penerapan Sustainability dan Environmental, Social, and Governance (ESG) skala mikro. Pada sesi pemungkas, Agus Marjuki selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Wilayah DJBC Riau mengupas tuntas regulasi kepabeanan serta prosedur teknis ekspor bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Kini UPT Pelayanan Pajak Hadir di MPP, Bisa Dimanfaatkan Masyarakat
Guna memastikan implementasi nyata dari seluruh teori yang telah didapatkan, pada akhir sesi di setiap harinya, dilengkapi dengan kegiatan Klinik Bisnis dan Mentoring eksklusif yang dipimpin langsung oleh tim UPA PKK Unri untuk membedah tantangan spesifik masing-masing UMKM.
Sebagai langkah konkret pasca-pelatihan, di akhir kegiatan UMKM Go Global ini, para pelaku usaha yang menjadi peserta diberikan kesempatan emas untuk mengirimkan sampel produk unggulan mereka. Produk-produk pilihan ini nantinya akan dibawa langsung oleh agregator eksportir mitra ke Jerman, sebagai bentuk penetrasi nyata dan upaya strategis memperkenalkan produk asli Riau ke pasar internasional. Melalui pelatihan komprehensif ini, UPA PKK UNRI dan Pertamina Patra Niaga optimis dapat mencetak eksportir baru yang mandiri dari Provinsi Riau.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman