Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dua Kubu Pendukung Anggota DPRD Riau Fraksi Golkar Bentrok, DPP Partai Minta Maaf

M Ali Nurman • Jumat, 17 Juli 2026 | 09:41 WIB
Dua kubu pendukung sesama anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar saling serang di lobi Gedung DPRD Riau, Pekanbaru, Kamis (16/7/2026). (TANGKAPAN LAYAR VIDEO)
Dua kubu pendukung sesama anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar saling serang di lobi Gedung DPRD Riau, Pekanbaru, Kamis (16/7/2026). (TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana Gedung DPRD Riau berubah mencekam, Kamis (16/7) siang. Bentrokan melibatkan dua kubu yang diduga merupakan pendukung sesama anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi Riau di Ruang Medium.

Kericuhan yang semula dipicu adu argumen di dalam ruang rapat itu dengan cepat meluas hingga ke luar ruangan. Sejumlah orang dari kedua kubu terlibat aksi saling dorong, baku hantam, hingga kejar-kejaran di lobi Gedung DPRD Riau. Video bentrokan tersebut pun beredar luas di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika terjadi perdebatan sengit antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet saat pembahasan anggaran berlangsung. Adu mulut keduanya kemudian memanas dan berujung aksi saling dorong.

Situasi semakin tidak terkendali ketika sejumlah orang yang diduga merupakan pendukung masing-masing kubu ikut terlibat. Keributan pun meluas hingga ke area lobi gedung dewan. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah fasilitas di ruang rapat mengalami kerusakan. Tempat sampah terlihat rusak, sementara kursi dan berbagai barang lainnya berserakan akibat aksi saling dorong dan kejar-kejaran.

Baca Juga: Golkar Sesalkan Keributan Dua Kader di DPRD Riau

Menindaklanjuti insiden itu, tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau AKBP Roy Noor mengatakan, petugas bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kericuhan. Namun, saat tiba di lokasi, situasi sudah berhasil dikendalikan.

“Kami datang bersama personel Polresta Pekanbaru. Saat tiba di lokasi, situasi sudah kondusif. Saat ini kami mengumpulkan barang bukti berupa rekaman video maupun CCTV yang ada di lokasi kejadian,” ujar Roy.

Menurut Roy, penyelidikan saat ini difokuskan untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan serta mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat. Meskipun belum ada laporan polisi yang masuk, penyidik tetap melakukan proses penyelidikan melalui pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi.

“Kami masih mendalami motif keributan. Belum ada laporan polisi, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan para saksi,” katanya.

Baca Juga: Diduga Hasil Pembalakan Liar, Polda Riau Amankan Ratusan Batang Kayu dari Sawmill di Kampar

Ia menjelaskan, sejauh ini penyidik baru meminta keterangan dari petugas keamanan yang berada di lokasi. Saksi lainnya, termasuk mereka yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, akan segera dipanggil. Dalam bentrokan itu, seorang petugas keamanan mengalami luka robek di bagian kepala saat berusaha melerai keributan. 

Korban kini masih menjalani perawatan di RS Awal Bros sehingga belum dapat dimintai keterangan. “Luka yang dialami petugas keamanan belum bisa dipastikan apakah akibat benda tumpul atau pukulan. Semua masih dalam proses pendalaman,” jelas Roy.

Usai kejadian, aparat kepolisian langsung mengamankan lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan rekaman CCTV, dan meminta keterangan sejumlah anggota DPRD maupun petugas keamanan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Provinsi Riau Renaldi memastikan situasi di lingkungan DPRD Riau telah kembali kondusif. Pihak Sekretariat DPRD juga akan melaporkan insiden tersebut kepada aparat penegak hukum sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan gedung.

Baca Juga: Plt Gubri Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya dr Alex

“Kejadian ini sebenarnya sudah selesai setelah rapat. Kami tidak menyangka ada niat dari oknum dari luar untuk membuat kerusuhan,” ujar Renaldi.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar angkat bicara terkait peristiwa ini. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung  menyayangkan insiden yang terjadi di ruang dewan tersebut. Menurutnya, tindakan yang dipertontonkan kedua legislator itu tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat yang semestinya menjadi teladan bagi masyarakat.

Ia menilai setiap persoalan yang muncul dalam forum resmi semestinya dapat diselesaikan secara dewasa melalui musyawarah dan dialog, bukan dengan meluapkan emosi yang berujung pada ketegangan fisik.

“Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa beri contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik,” ujarnya, Kamis (16/7).

Doli mengaku telah memperoleh informasi awal mengenai kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan penelusurannya, keributan bermula ketika pembahasan rapat yang sedang berlangsung memanas. “Saya sudah cek, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi,” ucapnya.

Meski demikian, DPP Golkar menegaskan bahwa perbedaan pendapat di internal partai tidak boleh berkembang menjadi konflik terbuka yang justru mencoreng nama baik partai di hadapan publik. “Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik,” tegasnya.

Untuk mencegah persoalan semakin meluas, DPP meminta pimpinan Partai Golkar di Riau segera mengambil langkah penyelesaian secara internal dengan mempertemukan kedua kader tersebut. “Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antar kelompok masing-masing,” ujar Doli.

Mewakili DPP Golkar, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi di lembaga legislatif tersebut. “Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Riau Kaderismanto mengaku belum dapat memberikan penjelasan terkait insiden tersebut karena masih berada di Jakarta. “Saya masih berada di Jakarta. Saya kroscek dulu, jadi belum bisa memberikan penjelasan,” katanya melalui sambungan telepon.

Riau Pos juga telah berupaya meminta konfirmasi Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan maupun Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Namun, keduanya memilih tidak memberikan tanggapan. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Riau Yulisman juga belum berhasil dikonfirmasi. Nomor telepon yang biasa digunakannya diketahui dalam kondisi tidak aktif.

Hingga Kamis (16/7) malam, tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru masih terus mengumpulkan barang bukti, menelusuri rekaman CCTV, serta memeriksa saksi-saksi untuk memastikan penyebab bentrokan dan menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.(ali)

Editor : Arif Oktafian
parisman ihwan dprd riau bentrok di gedung dprd riau partai golkar indra gunawan eet dprd riau