PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Universitas Riau (Unri) memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan terkait meninggalnya seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi yang ditemukan tewas di kawasan semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026) lalu.
Pihak kampus melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Mexsasai Indra SH MH dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA terus berkoordinasi dengan Polres Siak guna mengikuti perkembangan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Prof Hermandra mengatakan, Unri menaruh perhatian serius terhadap kasus yang menimpa salah seorang peserta didik pada Program Pendidikan Dokter Spesialis tersebut. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.
Baca Juga: Wakil Rektor dan Dekan Kedokteran Unri ke TKP Tewasnya Dokter PPDS
"Kami tadi sudah melihat langsung ke tempat kejadian perkara bersama Kasatreskrim Polres Siak. Saat ini kami masih menunggu hasil visum serta proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," ujar Hermandra kepada Riaupos.co, Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan, Unri akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga penyebab pasti kematian korban dapat diketahui. "Sebagai institusi pendidikan, kami berharap seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga nantinya dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban maupun semua pihak," katanya.
Untuk diketahui, korban diketahui berinisial AKL (30), seorang dokter peserta PPDS residen anestesi yang sedang menjalani pendidikan di RSUD Tengku Rafian, Siak. Jenazah korban ditemukan pada Selasa (14/7) di area semak belukar yang berada tepat di samping rumah sakit.
Penemuan tersebut bermula setelah istri korban, YM (31), yang juga berprofesi sebagai dokter, mencari keberadaan suaminya sejak Senin (13/7) sore karena tidak kunjung pulang.
Pihak rumah sakit kemudian melakukan penelusuran dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari rekaman tersebut terlihat korban berjalan meninggalkan area rumah sakit.
Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya pada hari kedua, Selasa (14/7), korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di semak belukar tidak jauh dari lokasi rumah sakit. Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk menunggu hasil visum dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Editor : Rinaldi