BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Tim Satgas Gabungan bersama Polres Bengkalis menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran yang memasuki hari ketiga, di Jalan Tangkahan Tegar Ujung Canal Atiam, perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (18/7).
Personel gabungan dari Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Polsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, Daops Siak dan Daops Pekanbaru, BPBD Kabupaten Bengkalis, BPBD Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur pemerintah kelurahan, sejak pukul 09.10 WIB, bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pemadaman sekaligus pendinginan terhadap lahan yang terbakar.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengatakan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan sinergitas lintas instansi agar kebakaran tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Sabtu (18/7).
Baca Juga: BPBD Kampar Padamkan Karhutla di Desa Empat Balai, Luas Lahan Terbakar Capai 0,5 Hektare
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih kurang 80 hektare (Ha). Area yang terbakar didominasi semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang sudah tidak terawat dengan karakteristik tanah yang kering, sehingga api relatif mudah menyebar.
“Ya, kondisi cuaca yang panas, disertai embusan angin kencang turut menjadi kendala dalam proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan,” jelasnya.
Sumber air untuk kegiatan pemadaman diperoleh dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Dengan memanfaatkan sumber air tersebut, personel gabungan melakukan penyemprotan secara berkelanjutan pada titik-titik api maupun bara yang masih tersisa.
Kapolres menyebutkan, dalam operasi hari ketiga ini, sebanyak 117 personel gabungan diterjunkan ke lokasi, terdiri dari 8 personel Polsek Mandau, 6 personel Polsek Pinggir, 3 personel BKO Sabhara Polres Bengkalis, 10 personel Koramil 03 Mandau, 41 personel Manggala Agni gabungan Daops Dumai, Siak dan Pekanbaru, 45 personel BPBD gabungan Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan dan Provinsi Riau, 1 personel MPA serta 3 personel dari pihak Kelurahan.
Baca Juga: Tingkatkan Patroli dan Deteksi Dini Lima Kecamatan Rawan Karhutla
Selain mengerahkan personel dalam jumlah besar, operasi pemadaman juga didukung berbagai peralatan, antara lain 8 unit ministriker, 1 unit mesin Shibaura, puluhan rol selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, 12 unit nozel, serta dukungan 3 unit helikopter water bombing yang melakukan pengeboman air dari udara untuk mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau oleh personel darat.
Di lapangan, petugas tidak hanya melakukan pemadaman dan pendinginan, tetapi juga melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi-saksi, dokumentasi, serta penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan maupun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Sedangkan Kapolsek Pinggir, Kompol Agung Rama Setiawan juga menjelaskan, bahwa akses menuju lokasi masih dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, medan yang didominasi lahan gambut dan semak belukar mengharuskan personel bekerja ekstra agar proses pemadaman berjalan efektif.
“Ya, sekitar pukul 17.00 WIB, kegiatan pendinginan hari ketiga dinyatakan selesai. Api berhasil dipadamkan, namun pada beberapa titik masih terlihat kepulan asap akibat bara api yang berada di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, personel gabungan akan terus melakukan pemantauan dan patroli secara berkala guna memastikan tidak terjadi kebakaran susulan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Polres Bengkalis bersama seluruh instansi terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla, terutama pada musim kemarau yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga mengimbau, masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila mengetahui adanya titik api ataupun aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” ujar Agung Rama Setiawan.(ksm)
Editor : Bayu Saputra