PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi Riau berharap pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau semakin berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Riau.
Hal ini diungkapkan oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, Pengurus IDI Kabupaten Siak, IDI Kabupaten Kepulauan Meranti, dan IDI Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) periode 2026–2029 di Hall Center Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, IDI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan tenaga medis perlu terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan.
Baca Juga: Politik dan Tarik Ulur Kepentingan
"Kami berharap ke depan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih maksimal, dengan didukung para dokter-dokter andalan dari IDI Riau,"ucapnya.
Ketua Umum PB IDI Dr. dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes menyatakan bahwa era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 belum memberikan keadilan kesejahteraan dan tarif jasa medik yang layak bagi para dokter, khususnya di fasilitas kesehatan pemerintah. Anggapan bahwa semua dokter bergaji tinggi sudah tidak relevan lagi saat ini.
Itu sebabnya, pemerintah pusat perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk gaji atau take home pay dokter, terutama di daerah terpencil. Langkah ini dinilai krusial agar dokter bisa fokus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa terbebani masalah kesejahteraan dan maldistribusi.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, Awal Bros Ajak Orang Tua Lebih Peduli Tumbuh Kembang Anak
"Saat ini dokter digaji berdasarkan jumlah pasien yang ditangani hal ini tidak relevan karena dokter di negeri tetangga jauh lebih bagus kualitasnya karena pera dokternya hanya fokus pada kesehatan dan penyembuhan pasien. Itu sebabnya saya berharap pemerintah pusat bisa menyisihkan anggaran untuk gaji dokter sehingga dokter fokus pada kesehatan dan keselamatan pasien bukan lagi memikirkan soal finansial,"tuturnya
Sementara itu, dr Marhan Efendi MH CMC mengatakan organisasi profesi ini hanya bisa dibangun dengan kepercayaan kebersamaan.
Menurutnya, amanah yang diberikan ini menjadi tanggung jawab tambahan yang harus diemban lebih kain kedepannya, sehingga tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi dari sejawat yang lain, dan lebih fokus pada penanganan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: PTPN IV-BPBD Riau Kolaborasi Wujudkan Desa Mandiri Peduli Gambut
"IDI wilayah Riau harus menjadi contoh untuk IDI cabang. Mari sama-sama kita bergandengan tangan untuk selalu meningkatkan kekompakan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Riau,"ungkapnya
Selain pelantikan, rangkaian kegiatan juga akan diisi seminar edukasi bagi seluruh anggota IDI Wilayah Riau sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan wawasan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Editor : M. Erizal