PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – EMP Bentu Limited memperluas produksi hidrokarbon melalui lifting perdana crude oil atau minyak mentah sebanyak sekitar 5.500 barel dari Wilayah Kerja (WK) Bentu, Provinsi Riau, Selasa (18/8/2026). Lifting tersebut menjadi produksi minyak mentah perdana dari WK Bentu yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu aset produksi gas.
General Manager EMP Bentu Limited, Melvina Sally, mengatakan lifting perdana tersebut merupakan hasil dari rangkaian pengembangan yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pemboran hingga pembangunan NSD Plant. Fasilitas tersebut menjalani commissioning pada Mei 2026 untuk mendukung kegiatan produksi.
“Alhamdulillah, lifting perdana sekitar 5.500 barel ini berjalan lancar. Ini tentu berkat kerja sama seluruh pihak. Ke depan, kami berharap lifting sekitar 5.000 barel dapat dipertahankan sebagai lifting bulanan,” ujar Melvina dalam syukuran lifting perdana crude oil EMP Bentu Limited di Gedung Surya Dumai, Rabu (19/8/2026).
Penemuan minyak di CEN pada 2025 menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan potensi crude oil di WK Bentu. Dengan dimulainya produksi minyak mentah, WK Bentu kini menghasilkan gas, kondensat, dan crude oil.
“EMP Bentu yang sebelumnya memproduksi gas, sekarang sudah bisa berproduksi gas, kondensat, dan crude oil,” kata Melvina.
VP Operation Sumatera EMP, Yoyok S. Purwanto, mengapresiasi keberhasilan lifting perdana tersebut. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bertambahnya jenis produk hidrokarbon yang dihasilkan dari WK Bentu sekaligus memperluas potensi pengembangan aset tersebut.
"Selamat untuk EMP Bentu Limited dan tim yang telah sukses melakukan lifting perdana. Sekarang Bentu sudah lengkap menjadi oil and gas company, ada gas, minyak dan kondensat. Tentunya menjadi tantangan tersendiri dan tugas bersama untuk menaikkan produksi," ujar Yoyok.
VP Commercial EMP, Risal Arifin, menjelaskan minyak yang diangkat dalam lifting perdana tersebut merupakan Bentu Mix. Menurutnya, dimulainya lifting crude oil menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mengoptimalkan kinerja operasional WK Bentu.
“Dari 13 blok yang dimiliki EMP, Bentu termasuk yang paling lengkap. Mudah-mudahan produksi ke depan berjalan lancar dan ketiga produk tersebut dapat diproduksi serta didistribusikan dengan baik,” kata Risal.(ose)
Editor : Rindra Yasin