Buka Akses Menuju Kepala Api, Alat Berat Dikerahkan

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:38 WIB
M Edy Afrizal. (Kepala BPBD Damkar Riau)
M Edy Afrizal. (Kepala BPBD Damkar Riau)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, khususnya Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang terparah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka akses menuju kepala api (bagian depan kobaran api, red) menggunakan alat berat ekskavator.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan akses menuju bagian selatan kepala api masih menjadi perhatian dalam operasi pemadaman ini. 

“Penyekatan kepala api dilakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan menggunakan ekskavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” ujarnya, Rabu (26/8). Lebih lanjut dikatakannya, lokasi tersebut merupakan kawasan gambut dengan status lahan hutan produksi.

Baca Juga: Sepekan, 1.960 Warga Terserang ISPA 

Operasi melibatkan sejumlah unsur. “Di saat bersamaan, angin yang cukup kencang, cuaca panas ekstrem, ketersediaan bahan bakar yang masih potensial, dan karakteristik gambut yang dalam turut memengaruhi proses pemadaman,” jelasnya.

Meski menghadapi kondisi tersebut, perkembangan operasi menunjukkan hasil positif. Tim mencatat penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar area kebakaran berkurang. “Strategi pemadaman berjalan sesuai rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dan perusahaan swasta hingga kini terus mengerahkan seluruh tenaga untuk memadamkan Karhutla di Kerumutan. 

Kondisi medan gambut yang tebal serta tumpukan semak belukar yang mengering menjadikan area ini sangat rentan sekaligus membahayakan. Karhutla yang melanda kawasan Kerumutan tercatat telah membakar luas lahan hingga mencapai 969 hektare.

Baca Juga: Kemenkum Riau Gandeng LAN RI, Perkuat Penyusunan Policy Brief Berbasis Bukti

“Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare ti­tik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujarnya.

Tak hanya jajaran pemerintah dan aparat keamanan, aksi tanggap darurat ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak swasta.  “Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut menerjunkan armada regu pemadam kebakaran beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu pemadaman, di Kerumutan dan Rantau Baru Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy.

Akses darat yang sangat sulit dijangkau menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi para petugas di lapangan. Oleh karena itu, Satgas Udara juga mengoperasikan helikopter water bombing bantuan dari BNPB dan Kemenhut guna memadamkan api dari udara. 

Baca Juga: Naik, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.945 per Kg

“Water bombing dari udara dengan menggunakan helikopter juga kita maksimalkan untuk memperkuat tim darat,” ucap Edy. Secara akumulatif, total luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Riau sepanjang periode Januari hingga Agustus telah menembus angka lebih dari 16 ribu hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan mengatakan, meski lahan terbakar luas, namun saat ini, tim gabungan telah berhasil mengendalikan titik api. Di mana 70 persen titik api telah padam dan dilanjutkan dengan pendinginan. “Sedangkan 30 persen lagi fire spot, saat ini masih ditangani ratusan personel gabungan dari berbagai sudut,” ujarnya.(sol/amn)

Editor : Arif Oktafian
karhutla riau kerumutan pelalawan