Kualitas Udara Kota Pekanbaru Kategori Sedang hingga Tidak Sehat 

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:17 WIB
Tim gabungan melakukan pendinginan di lahan terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, baru-baru ini. (Dok Riaupos.co)
Tim gabungan melakukan pendinginan di lahan terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, baru-baru ini. (Dok Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, Rabu (26/8/2026), mulai menunjukkan penurunan kualitas udara. Sebelumnya udara berada di Kategori Sangat Tidak Sehat kini mulai membaik ke kategori sedang, Kamis (27/8/2026).

Pantauan BMKG, sementara grafik historis menunjukkan konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sempat berada di level tidak sehat pada sejumlah jam sebelumnya, sebelum turun ke kategori sedang sejak pagi hingga siang hari ini.

Dimana pemantauan BMKG pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 50,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori sedang. Kondisi ini bertahan di pukul 10.00 WIB dimana kualitas udara di Pekanbaru tercatat 50,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Baca Juga: 15 SPPG di Riau Dihentikan Sementara Operasionalnya 

Pantauan BMKG siang ini, kondisi kualitas udara masih terus mengalami perubahan akibat tiupan angin yang masih kencang di wilayah Pekanbaru. Terpantau kualitas udara Pekanbaru pukul 12.00 WIB berkisar 75,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat.

Meskipun saat ini kualitas udara di Pekanbaru sudah mulai mengalami perubahan yang cukup baik, namun kondisi ini masih belum sepenuhnya aman bagi semua kelompok masyarakat. Kelompok sensitif tetap perlu membatasi paparan udara luar apabila kondisi kembali memburuk.

Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna, berdasarkan hasil pantau citra sebaran asap pukul 10.00 WIB, dapat terlihat masih bergerak dari arah tenggara-selatan menuju utara Riau.

Baca Juga: Kabut Asap Makin Mengancam, Kuansing Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Dimana secara keseluruhan, masih terdeteksi asap di sejumlah daerah Riau, Sumatera Barat, Jambi dan Sumatera Selatan.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat  diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah sepanjang hari melalui laman https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25/pm25_pk2.

"Untuk saat ini wilayah Riau masih dalam periode musim kemarau, sehingga untuk proses konveksi terjadinya hujan di wilayah Riau masih belum maksimal sehingga tidak menutup kemungkinan kabut asap tetap berlanjut, namun sedang dimaksimalkan oleh Kegiatan OMC agar dapat meninimalisirkan kabut asap dan memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak," tuturnya.

Editor : Rinaldi
Kualitas Udara kota pekanbaru prakiraan cuaca