PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim dosen dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan bertajuk ‘’Digital Branding & Smart Costing" Kamis (27/8/2026) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menggandeng SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, sebagai mitra.
Pelatihan ini menyasar siswa di sekolah tersebut. Kegiatan ini digagas oleh Dr Gusmarila Eka Putri SE MAk dosen Akuntansi Universitas Lancang Kuning, bersama tim Dr Efrita Soviyanti SE MM dan Liviawati SE MSi.
Pelatihan ini lahir dari pengamatan bahwa produk dan jasa yang dihasilkan siswa dari unit produksi berbagai jurusan mulai dari Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Pemasaran, Manajemen Perkantoran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) selama ini belum dikelola secara maksimal dari dua sisi sekaligus: promosi digital dan penetapan harga jual.
Baca Juga: Salurkan Bantuan Anak Stunting, Plt Ketua TP PKK Hj Muniroh Berharap Kuansing Zero Persen
Dua Materi, Satu Tujuan: Unit Produksi yang Lebih Berdaya Saing
Dalam sesi digital branding, siswa diperkenalkan cara membangun identitas visual yang konsisten, teknik storytelling untuk konten promosi, hingga pemanfaatan data insight media sosial untuk mengevaluasi efektivitas promosi produk mereka.
Sementara pada sesi smart costing, siswa diajak memahami konsep dasar akuntansi biaya mulai dari perbedaan biaya dan harga, elemen pembentuk Harga Pokok Produksi (HPP), hingga cara menghitung margin keuntungan dan titik impas (Break Even Point) yang seluruhnya dipraktikkan langsung menggunakan studi kasus dari produk dan jasa unit produksi tiap jurusan. Materi ini juga memperkenalkan sisi ‘’cerdas’’ dari smart costing melalui sentuhan teknologi, seperti spreadsheet otomatis, aplikasi kasir digital, hingga barcode/QR code untuk pencatatan stok yang lebih akurat.
Pernyataan Penyelenggara
Menanggapi kegiatan ini, Gusmarila menyampaikan bahwa digital branding dan smart costing merupakan dua kompetensi yang saling melengkapi bagi keberlangsungan unit produksi sekolah maupun bekal siswa ke depan.
‘’Digital branding dan smart costing ini dua sisi mata uang yang sama. Promosi semenarik apapun akan terasa sia-sia kalau harga jualnya belum dihitung dengan benar bisa jadi produknya laku tapi sekolah atau siswanya justru rugi tanpa disadari. Sebaliknya, harga sudah dihitung akurat pun kalau tidak dikenal orang lewat promosi yang tepat, produknya tetap sulit bersaing,’’ ujarnya.
Baca Juga: Kios D’Kriuk Fried Chicken di Jalan Nenas Terbakar, Warga Dengar Suara Ledakan
Ia menambahkan, manfaat pelatihan ini diharapkan dirasakan pada dua level sekaligus. Bagi sekolah, unit produksi dari tiap jurusan berpotensi menjadi sarana branding institusi sekaligus sumber pemasukan tambahan yang dikelola lebih sistematis. Bagi siswa secara personal, kompetensi menghitung biaya dan mempromosikan produk secara digital menjadi bekal kewirausahaan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja maupun jika mereka memilih merintis usaha sendiri setelah lulus.
‘’Harapannya, siswa tidak hanya terampil secara teknis sesuai jurusan masing-masing, tapi juga punya pola pikir wirausaha, tahu cara menghitung untung-rugi dan mempromosikan hasil karya mereka sendiri. Ini bekal yang akan terus terpakai, baik saat magang, bekerja, maupun kalau nanti mereka membuka usaha sendiri,’’ tambahnya.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman