PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Selama beberapa hari terakhir,kualitas udara di Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi yang fluktuatif akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Sumatera, Sabtu (29/8/2026).
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak pagi hari, kualitas udara sering kali berada pada tingkat sedang atau sempat membaik pada pukul 10. 00 WIB dan 11.00 WIB. konsentrasi PM2,5 mencapai 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan 53.3 mikrogram per meter kubik (µg/m³)
Angka tersebut berada pada kategori sedang, yang ditandai dengan indikator berwarna biru pada sistem pemantauan BMKG. Namun, tepat pukul 18.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk secara drastis menjelang sore hingga malam hari masuk kategori tidak sehat, sangat tidak sehat.
Baca Juga: Tidak Ada Perubahan Besar, Carlos Alcaraz Siap Pertahankan Gelar US Open
Lonjakan partikulat halus (PM2.5) tercatat tinggi pada sore hari menembus angka di 207 µg/m³ yang secara otomatis membuat Pekanbaru sempat tercatat sebagai salah satu kota dengan udara terburuk di Indonesia dengan indikator berwarna merah melalui sistem pemantauan BMKG www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25/pm25_pk2.
Menurut Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi Siregar, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 16.00 WIB, secara keseluruhan terdapat 1.436 hotspot di wilayah Sumatera yang didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan 756 hotspot dan sebanyak 246 titik panas kembali membara di wilayah Riau dan menjadi urutan kedua di Sumatera, disusul Lampung 142 titik dan Jambi 135 titik, Bangka Belitung 75, Sumatera Utara 35, Sumatera Barat 26, Bengkulu 8 titik, Aceh 5, dan Kepulauan Riau 5.
Sebaran hotspot di Riau sendiri didominasi Kabupaten Indragiri Hilir dengan 80 titik, dan Kabupaten Pelalawan 75 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 39 titik, Kabupaten Bengkalis sebanyak 14 titik, Siak 12 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Kampar 7 titik, Rokan Hilir 4 titik, Kota Dumai 3 titik, Rokan Hulu 1 titik, dan Kepulauan Meranti 1 titik.
Baca Juga: PT KFU Rekrut Karyawan tanpa Pungutan, Utamakan Transparansi dan Tenaga Kerja Lokal
"Jumlah tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan hotspot tertinggi kedua di Pulau Sumatera," tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman