Penampakan Karhutla Riau dari Kokpit F-16, Asap Membumbung

Dofi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:19 WIB
Pilot jet tempur F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru mengabadikan kondisi Karhutla di salah satu wilayah di Riau dari udara. Tampak kepulan asap tebal masih membumbung tinggi. (Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk Riaupos.co)
Pilot jet tempur F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru mengabadikan kondisi Karhutla di salah satu wilayah di Riau dari udara. Tampak kepulan asap tebal masih membumbung tinggi. (Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya pemantauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dilakukan dari berbagai penjuru. 

Tidak hanya melalui patroli darat dan pemantauan satelit, pengawasan juga dilakukan dari udara menggunakan pesawat tempur F-16 milik Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Patroli udara tersebut dilaksanakan Kamis (3/9/2026). Pesawat F-16 Skadron Udara 16 menyisir sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi munculnya titik api. 

Baca Juga: Hotspot Kembali Tinggi, Riau Sumbang 205 Titik Panas 

Dari ketinggian, personel memantau kondisi kawasan yang dilintasi untuk mendeteksi indikasi kebakaran maupun situasi lain yang membutuhkan perhatian.

Dalam pemantauan tersebut, salah satu penampakan yang berhasil diabadikan dari udara menunjukkan kepulan asap cukup tebal membumbung ke angkasa. 

Temuan tersebut menjadi bagian dari informasi yang selanjutnya dikoordinasikan dengan unsur terkait untuk menentukan langkah penanganan.

Baca Juga: PGN Siap Salurkan Gas Bumi ke Tiga UMKM di Pelalawan

Penerbangan pemantauan ini dilakukan bersamaan dengan agenda latihan penerbangan rutin Skadron Udara 16. Meski demikian, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Riau.

Sejumlah wilayah menjadi sasaran pemantauan. Rute penerbangan mencakup Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti hingga Siak.

Di Kabupaten Pelalawan, pesawat menyisir kawasan Rantau Baru, Mak Teduh, Kerumutan hingga kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan. Pemantauan kemudian dilanjutkan menuju sejumlah wilayah di Indragiri Hulu.

Baca Juga: Karhutla Tidak Kunjung Padam, Bupati dan Kapolres Inhu Turut Memadamkan dan Beri Semangat Personel 

Dari Indragiri Hulu, penerbangan berlanjut ke wilayah Indragiri Hilir, antara lain Sungai Guntung Hilir, Rantau Mapesai, Alim, Sungai Akar dan Kotabaru Reteh. 

Sejumlah kawasan lainnya seperti Harapan Jaya, Tempuling, Sungai Beringin, Pungkat, Belantaraya, Tegal Rejo Jaya dan Bantayan juga masuk dalam rute patroli.

Pesawat kemudian melintas di kawasan Pulau Muda, Pelalawan, Sungai Tohor, Kepulauan Meranti, serta Dayun, Siak. Setelah menyelesaikan pemantauan, pesawat kembali ke pangkalan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pembentukan Regulasi, Kemenkum Riau Ikuti Pelatihan Teknis PPU

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, pemantauan dari udara merupakan salah satu bentuk dukungan pihaknya terhadap upaya penanganan Karhutla di Provinsi Riau.

"Informasi dari hasil pemantauan udara akan diteruskan untuk dikoordinasikan dengan unsur terkait sebagai bahan penanganan lebih lanjut," katanya.

Menurut Marsma TNI Abdul Haris, pemantauan dari udara memiliki peran penting dalam memberikan gambaran kondisi wilayah yang sulit dijangkau melalui pemantauan darat. 

Baca Juga: Warga Rupat Datangi Imigrasi, Desak Deportasi WNA Asal Malaysia

Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan bagi unsur terkait untuk melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai unsur agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.

Lanud Roesmin Nurjadin, kata dia, akan terus mendukung upaya bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri dan unsur Satgas Karhutla dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Kanwil DJP Riau Bersama Tiga Asosiasi Profesi Konsultan Pajak Gelar Sosialisasi PMK 44 Tahun 2026

Pemanfaatan penerbangan F-16 untuk pemantauan wilayah tersebut juga menunjukkan sinergi antara pelaksanaan latihan operasional penerbangan dengan dukungan terhadap tugas penanganan Karhutla. 

Dengan pemantauan dari udara, indikasi kebakaran di sejumlah kawasan dapat diketahui lebih awal dan selanjutnya dikoordinasikan untuk mendapat penanganan di lapangan.

Editor : M. Erizal
pemantauan karhutla di riau pesawat tempur f-16