Solar Antre, Semen pun Langka

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:10 WIB
Antrean kendaraan yang akan mengisi solar terlihat masih terjadi di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Ahad (6/9/2026).(Desriandi CANDRA/RIAU POS)
Antrean kendaraan yang akan mengisi solar terlihat masih terjadi di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Ahad (6/9/2026).(Desriandi CANDRA/RIAU POS)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Sulitnya mendapatkan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),  mulai berdampak terhadap distribusi semen di Rokan Hulu (Rohul). 

Hampir satu bulan terakhir, semen mulai langka di wilayah Rokan Hulu. Kondisi ini menghambat pekerjaan  pembangunan. 

Warga yang hendak membangun maupun merenovasi rumah, kini harus melakukan booking terlebih dahulu ke toko bangunan untuk mendapatkan semen.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap pelaku usaha. Omzet toko bangunan ikut merosot karena masyarakat terpaksa menunda membangun dan membeli material lainnya ketika semen sulit diperoleh.

Baca Juga: Polusi Udara Pekanbaru Tertinggi Ketiga di Indonesia

Pemilik Toko Amanah Bangunan Pasirpengaraian, Zakir, mengatakan pasokan dari distributor terlambat dan toko harus mengikuti antrean untuk mendapatkan kiriman. 

“Sudah lebih sebulan semen langka. Kami mendapatkan informasi dari distributor, untuk mendapatkan semen harus antre berhari-hari. Kondisi ini terjadi baik dari Dumai maupun Padang,” ujar Zakir, Ahad (6/9).

Zakir menyebutkan, berdasarkan informasi distributor, antrean untuk mendapatkan solar di sejumlah SPBU turut menghambat distribusi barang. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan di Rohul, tetapi juga terjadi di sejumlah daerah di Riau.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 176 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau 

Meski pasokan terbatas, Zakir mengaku pihaknya tidak menaikkan harga semen.. Untuk mendapatkan semen, masyarakat yang membutuhkan harus melakukan booking nama dan jumlah kebutuhan terlebih dahulu tanpa membayar panjar. 

Sementara pembelian oleh kontraktor dibatasi maksimal sekitar 50 sak, tergantung ketersediaan stok. “Kalau di toko kami, masyarakat yang ingin membeli semen harus booking nama terlebih dahulu, tanpa panjar. Kami prioritaskan penjualan kepada pelanggan,” katanya.

Diakuinya, pasokan dari distributor juga dibatasi. Dalam sekali pengiriman, mobil engkel mengangkut sekitar 400 sak, sedangkan truk tronton sekitar 520 sak. Dampak kelangkaan semen paling terasa terhadap omzet toko. 

Baca Juga: Hotspot Riau Tersisa 156 Titik di 10 Daerah, Terbanyak di Kabupaten Inhu

Zakir mengungkapkan, penjualan Toko Amanah Bangunan turun sekitar 50 persen dalam hampir sebulan terakhir. “Dampak langkanya semen, omzet kita menurun sekitar 50 persen. Sudah hampir sebulan kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Rahmat, warga Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. Ia mengatakan ketersediaan semen yang tidak menentu membuat pekerjaan pembangunan dan renovasi rumah sulit berjalan sesuai rencana.

“Kalau semen sulit didapat, pembangunan tentu terkendala. Kita sudah merencanakan pekerjaan, tetapi kalau semennya tidak ada, terpaksa menunggu sampai dapat,” ujar Rahmat.

Baca Juga: Update Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 19 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Ini Dibatalkan

Antrean Solar Mulai Dianggap Mengganggu

Antrean  panjang kendaraan di tiga SPBU di pinggir Kota Pekanbaru masih terlihat sejak Ahad (6/9) pagi. Di antaranya di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Perhentian Marpoyan dan SPBU Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu. Kondisi ini mulai dianggap mengganggu.

Antrean panjang, lebih dari 500 meter sepanjang Jalan Kaharuddin Nasution, mulai dari SPBU hingga persimpangan Jalan Seokarno-Hatta. Kendati ada jarak pada beberapa titik jejeran truk, namun barisan panjang truk-truk berat itu sangat mencolok.

Sementara di SPBU Pandau, Jalan Pasir Putih, antrean truk tidak sebanyak di Kaharuddin Nasution, namun di titik ini kerap memicu kepadatan lalu lintas. Pantauan Riau Pos pada siang hari, lalu lintas dari arah Selatan menuju utara lambat merayap.

Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 9 Penerbangan dari dan Menuju Pekanbaru Mengalami Pembatalan

Selain itu, SPBU Kubang Raya juga tidak luput dari antrean panjang truk pengantre solar. Truk-truk besar yang parkir memenuhi halaman depan SPBU. Hanya celah kecil tersisa bagi kendaraan lain yang masuk ke area dalam SPBU.

Ternyata, antrean solar tidak hanya terjadi di pinggir kota saja. Belasan kilometer dari pintu selatan kota, tepatnya di Jalan Durian  Kecamatan Sukajadi, antrean solar di SPBU titik ini juga terlihat.

Kondisi ini menurut salah seorang warga  Hamdani (48), sudah terjadi berbulan-bulan. Seperti beberapa warga yang berbicara dengan Riau Pos, iapun mulai jengah dengan kondisi ini. ‘’Rusak antrean dibuatnya, masukpun jadi payah, truk, bus, semua mau antre solar di sini,’’ ungkapnya saat ditemui pada Sabtu (5/9) lalu.

Baca Juga: Dua Titik Panas Terdeteksi, Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap Akhir Pekan Ini

Hamdani mengaku, sejak beberapa hari terakhir ini tidak lagi memilih isi BBM di SPBU Jalan Durian karena kondisi tersebut. Ia memilih SPBU yang buka 24 jam, yang tidak jauh dari lokasi SPBU Durian. ‘’Di Jalan Ababil saja sekarang, di situ jelas, luas, motor-motor saja, sikit truk,’’ ujarnya soal SPBU yang berada di kawasan Sukajadi.

Hamdani merasa heran, urusan solar ini seperti tidak pernah mampu diselesaikan pemerintah. ‘’Beruntung awak cuma motor tak pernah isi solar. Cuma sekarang agak kesal, antrean justru buat susah masuk SPBU, seolah-olah mereka semua aja mau beli minyak,’’ keluhnya.

Antrean kendaraan juga masih terjadi di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi (Kuansing), Ahad (6/9). Sekitar pukul 17.00 WIB, terlihat antrean mengular lagi. Pemandangan antrean kendaraan berbahan bakar solar dan pertalite ini terlihat berbeda pada Ahad pagi yang sepi, pada saat itu pertalite dan solar belum masuk. 

Baca Juga: DPP Tunjuk Parisman Ikhwan Ketua Harian DPD Golkar Riau

Dari arah Telukkuantan, antrean kendraaan lapis dua hingga ke depan toko Damai. Sementara dari arah Pekanbaru, antrean truk hingga di depan rumah makan Mak Itam atau sekitar 500 meter.

SPBU Sungai Jering memang satu-satunya SPBU yang ada di Telukkuantan dan berada di pinggiran jalan lintas Telukkuantan-Pekanbaru. Sedangkan dua SPBU lainnya, yakni SPBU Sitorajo Kari dan SPBU Kebun Nenas berada di luar kota Teluk Kuantan. Sehingga ketika asikan BBM masuk, kendraaan sudah banyak yang antre.

Apalagi pada Sabtu (5/9/2026), pertalite dan solar tidak masuk dari Pertamina. “Sabtu kemaren memang tak masuk minyak. Karena ada kesalahan di sistem penebusan. Tapi hari ini sudah masuk,” kata bagian administrasi SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuna. 

Baca Juga: Sumatera Membara dengan 2.671 Hotspot, Provinsi Riau Sumbang 234 Titik Panas

Soal antrean panjang yang terjadi, Mega tidak tidak apa yang menjadi alasan. Namun bisa saja karena BBM yang sempat kosong, sehingga begitu masuk langsung antrea kendaraan. Sedangkan untuk sistem tetap sesuai prosedur dengan barcode Pertamina. 

Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing Drs Masnur lewat Kabid Industri Saprialis yang dihubungi menyebutkan, untuk SPBU Sungai Jering memang terjadi kesalahan penebusan sehingga pada Sabtu (5/9) kosong. 

Mereka selalu mengingatkan pada semua pengelola SPBU agar mematuhi mekanisme pengisian BBM. “Kalau diisi berulang-ulang dalam satu hari itu salah. Kalau diisi untuk pelansir, itu juga salah. Dan ini semua kita ingatkan,” ujarnya. 

Baca Juga: Sudah Diumumkan, Ini Nama Yang Lulus UKK Calon Pimpinan BRK Syariah

Saprialis juga mengaku sangat heran, mengapa di semua SPBU terjadi antrean kendaraan setiap hari. Padahal semua kuota SPBU terpenuhi. Namun mereka tidak bisa menduga-duga adanya kemungkinan lain. Sebab harus ada bukti yang ditemukan di lapangan. “Kalau ada bukti, jelas di tindak dengan tegas,” kata Saprialis.

Menyinggung rencana Pemprov Riau akan mengusulkan tambahan kuota BBM di SPBU yang ada di Riau, hingga hari ini, lanjut Saprialis belum pemberitahuan pada Dinas Kopdagrin Kuansing oleh provinsi. “Kalau ada rencana seperti itu, tentu kita akan minta juga,” ujarnya.(epp/end/dac) 

 

Editor : Arif Oktafian
antrean solar bbm riau solar langka