KKN Proklim Tiga Kampus Dorong Kreativitas PKK Pulau Birandang

Herianto Baserah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:00 WIB
Tim KKN tiga kampus foto bersama usai penyerahan mesin jahit kepada kelompok PKK Desa Pulau Birandang, Kampar, Jumat (4/9/2026).(KKN Tiga Kampus untuk Riau Pos)
Tim KKN tiga kampus foto bersama usai penyerahan mesin jahit kepada kelompok PKK Desa Pulau Birandang, Kampar, Jumat (4/9/2026).(KKN Tiga Kampus untuk Riau Pos)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) - KKN Tematik Proklim Kolaborasi tiga perguruan tinggi di Desa Pulau Birandang, Kabupaten Kampar, menutup rangkaian pengabdian dengan menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok PKK.

Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan produk daur ulang yang memadukan kepedulian lingkungan, kreativitas warga, dan peluang ekonomi masyarakat. Penyerahan berlangsung pada acara penutupan kegiatan di Aula Kantor Desa Pulau Birandang, Jumat (4/9/2026).

Ketua tim mahasiswa, Fadhillah Nadya Putri dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA Unilak), menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Pembina PKK Desa Pulau Birandang, Netty Renaldo SPd. Prosesi itu disaksikan Kepala Desa Pulau Birandang Tomas Renaldo SAP, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Pulau Birandang,  H Jalinus SHi, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr Li Dian Rianita MA, para kepala dusun, serta jajaran pengurus PKK desa. Pertemuan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan mahasiswa bersama masyarakat menjelang berakhirnya masa pengabdian.

 Baca Juga: Enam Malam Gede Pimpin Satgas Berburu Bara Api hingga ke Perut Gambut Gemala Sari

Program KKN berlangsung selama dua bulan, sejak 6 Juli hingga 6 September 2026, dengan melibatkan 10 mahasiswa yang terdiri atas Fadhillah Nadya Putri, Rumaisha, dan Nadia Ermanda dari Universitas Lancang Kuning; Tia Ramadhani dan Pitri Mala dari Institut Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah; serta Muhammad Khairil, Ananda Arief Budiman, Fadilahtuh Syahrini, Salma Wulansari, dan Rahel Monita Manurung dari Universitas Riau.

Kolaborasi mahasiswa dari tiga kampus tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan komunitas peduli iklim melalui kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan lingkungan desa. Selama berada di Pulau Birandang, tim melaksanakan penghijauan, pengelolaan sampah, pembuatan pupuk, dan pembuatan eco-enzyme. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik pemanfaatan bahan sisa serta mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyerahan mesin jahit melengkapi rangkaian kegiatan itu dengan sarana yang dapat digunakan setelah mahasiswa kembali ke kampus. Kelompok PKK diharapkan dapat memanfaatkannya untuk mengolah plastik bekas dan sisa kain menjadi produk daur ulang yang berguna serta berpotensi memiliki nilai jual.

 Baca Juga: Derby Petenis Wanita Amerika Dimenangkan Coco Gauff, Iva Jovic Tersingkir di Laga Seru US Open 2026

Bantuan mesin jahit tersebut merupakan bagian dari dukungan pendanaan program yang disponsori KLHK/BPLH serta Hanns Seidel Foundation dari Jerman. Dukungan ini menyediakan sarana awal bagi warga untuk mengembangkan kegiatan lingkungan yang terhubung dengan keterampilan dan kreativitas masyarakat.

Bagi kelompok PKK, pemanfaatan bahan bekas membuka kemungkinan pengembangan kegiatan produktif di tingkat rumah tangga. Plastik dan sisa kain yang masih layak diolah dapat menjadi bahan untuk menghasilkan karya baru. Selain pengembangan produk daur ulang, peluang kemitraan juga terbuka bagi keberlanjutan penghijauan dan pengelolaan sampah. Pendampingan yang berkesinambungan dapat membantu warga merawat kegiatan yang telah dirintis serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia di desa.

Untuk mendukung keberlanjutan tersebut, pencatatan kegiatan dan hasil menjadi aspek yang dapat diperkuat. Jumlah warga yang terlibat, bahan bekas yang dimanfaatkan, serta produk yang dihasilkan dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus memberikan gambaran perkembangan program kepada mitra pendukung.

Baca Juga: Dishub Bengkalis Siapkan Infrastruktur E-Tiketing Ro-Ro Air Putih-Sei Selari

Berakhirnya KKN menjadi awal bagi harapan keberlanjutan kegiatan di Pulau Birandang. Melalui peran PKK, dukungan pemerintah desa, perguruan tinggi, dan peluang kemitraan lanjutan, sarana yang telah diserahkan diharapkan terus dimanfaatkan untuk mengembangkan keterampilan warga, mengolah bahan bekas, serta membuka kesempatan ekonomi yang tumbuh bersama kepedulian terhadap lingkungan.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
KKN Proklim Tiga Kampus pulau birandang kreativitas