Lima Daerah Kembali Terapkan PJJ 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:18 WIB
Personel Tim Reaksi BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Manunggal, Perumahan Mega Panam Raya 2, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Selasa (8/9/2026). (BPBD Kampar untuk Riau Pos)
Personel Tim Reaksi BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Manunggal, Perumahan Mega Panam Raya 2, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Selasa (8/9/2026). (BPBD Kampar untuk Riau Pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara terus memburuk pada sejumlah daerah di Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, lima daerah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring). Kelima daerah tersebut adalah Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), dan Indragiri Hulu (Inhu).

Pemerintah Kota (Pemko) Pekan­baru yang telah menerapkan PJJ sejak Senin (7/9) hingga Selasa (8/9), memperpanjang kebijakan hingga Rabu (9/9) hari ini. Surat Edaran Nomor B.400.3.1/Disdik/30/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru telah dikeluarkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta kesehatan dan keselamatan peserta didik. 

Baca Juga: Kolaborasi Pemko Dumai Bersama Tanoto Foundation, Perkuat Pengasuhan dan Stimulasi Dini 1.000 HPK

“Untuk Rabu, 9 September 2026, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara PJJ atau daring,” ujarnya. Ia menyebutkan, kebijakan ini berlaku untuk satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemko Pekanbaru. Namun, sekolah atau madrasah di bawah Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya juga diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara.

Abdul Jamal menegaskan, kese­lamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian proses belajar mengajar. “Apabila kondisi udara membaik pada Kamis, 10 September 2026, seluruh murid dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga menerapkan PJJ hingga Rabu (9/9) hari ini. Berdasarakan Surat Edaran (SE) terbaru nomor 100.3.4/DISDIK/2024/8/986, belajar terhitung mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9).

Baca Juga: Universitas Hang Tuah Pekanbaru Sambut 983 Mahasiswa Baru pada PKKMB

“Ya, PJJ kembali kita berlakukan di lima kecamatan. Hal ini mengingat dan mempertimbangkan kualitas udara di Pelalawan berdasarkan ISPU yang masuk dalam kategoti Tidak Sehat. Kami juga akan melihat perkembangan kualitas udara beberapa hari ke depan,” terang Plt Kepala Disdikbud Pelalawan Leo Nardo kepada Riau Pos, Selasa (8/9).

Lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pangkalankerinci, Pangkalan Kuras, Bandar Petalangan, Teluk Meranti, dan Kuala Kampar. PJJ diberlakukan bagi semua siswa-siswi mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lima kecamatan.

Tidak hanya penerapan PJJ, imbas dampak lain dari kabut asap ini telah membuat Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya (BKPSDM) Pelalawan mengambil kebijakan untuk menyesuaikan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kelompok tertentu yang berisiko tinggi.

Baca Juga: Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Riau Sumbang 117 Titik Panas 

Khususnya kategori ibu menyusui dan hamil sehingga diberlakukan Work from Home (WFH).  “Kita telah keluarkan edaran. ASN, ibu hamil menyusui telah menerapkan WFH sejak 24 Agustus lalu hingga saat ini,’’ ujarnya.

Pemkab Kampar juga mulai menerapkan PJJ, Selasa (8/9) hingga Rabu (9/9) hari ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, mengatakan PJJ tidak diberlakukan serentak di seluruh sekolah. “Sekolah diberi kebebasan melaksanakan belajar jarak jauh kalau kualitas udaranya sudah membahayakan anak-anak, dengan berkoordinasi dengan Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan,” ujarnya, Selasa (8/9).

Baca Juga: Perkuat Partisipasi Publik, Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan

Berdasarkan laporan yang diterima Disdikpora Kampar, sejumlah sekolah di Kecamatan Siak Hulu, Tambang, dan Tapung telah melaksanakan pembelajaran secara daring. Namun, penerapan PJJ tidak mencakup seluruh sekolah di tiga kecamatan tersebut.

“Dari laporan korwil yang diterima, sekolah-sekolah yang daring ada di Siak Hulu, Tambang, dan Tapung yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru. Tapi tidak semua sekolah di kecamatan tersebut,” jelasnya. “Penerapannya tergantung situasi, sampai asap tidak lagi membahayakan anak-anak kita,” ujarnya.

Begitu juga di Rokan Hulu (Rohul). PJJ digelar kemarin hingga Rabu (9/9) hari ini. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Rohul Nomor 23 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu.

Baca Juga: PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Alreza Ahyu mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi peserta didik dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Untuk satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya di Rohul, lanjutnya dalam SE tersebut diimbau menyesuaikan pembelajaran dengan kebijakan tersebut dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, Alreza Ahyu meminta orang tua memastikan anak mengikuti pembelajaran dari rumah sekaligus mengawasi aktivitas mereka. “Kita minta orang tua mendampingi anak mengikuti pembelajaran, menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta memastikan anak tidak bermain atau berkegiatan di luar rumah ketika kondisi udara masih pekat,” ungkapnya.

Baca Juga: JPU KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Marjani Mantan Ajudan Abdul Wahid

Kabut asap di Rohul memang semakin pekat, Selasa (8/9. Jarak pandang mulai berkurang, sementara bau menyengat tercium di sejumlah kawasan. Pantauan Riau Pos, kondisi tersebut terlihat jelas di Kompleks Perkantoran Bina Praja Rohul. Sejumlah gedung dan pepohonan yang biasanya tampak jelas dari kejauhan terlihat samar. Kondisi serupa juga terlihat di sekitar kawasan Islamic Center Rohul.

Di sejumlah ruas jalan di kawasan Pasirpengaraian, suasana siang hari tampak seperti berkabut. Pengendara pun harus lebih berhati-hati karena jarak pandang tidak sebaik biasanya. Bau asap yang cukup kuat juga tercium di beberapa lokasi.

117 Titik Panas Muncul

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru masih menemukan penurunan kualitas udara di Pekanbaru, Selasa (8/9). Prakirawan BMKG Pekanbaru Indah DN menjelaskan, masih buruknya kualitas udara di Pekanbaru ini disebabkan masih tingginya karhutla dan peningkatan jumlah titik panas di Provinsi Riau.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 176 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau 

Hingga pukul 17.00 WIB, titik panas wilayah Sumatera berkisar 1.225. Provinsi Sumatera Selatan masih mendominasi sebanyak 799. Disusul Riau dengan 117. Lalu Jambi 99, Lampung 61, Bangka Belitung 57, Sumatera Barat  31, Kepulauan Riau 38, Aceh 11, Bengkulu 6, dan Sumatera Utara 6.

Sebaran titik panas di Riau masih didominasi Kabupaten Indragiri Hulu dengan 48 titik. Diikuti Siak  22, Indragiri Hilir 15, Bengkalis 10, Kota Dumai 8, Kuantan Singingi 4, Pelalawan 4,  Rokan Hilir 3, Kampar 2, dan Kepulauan Meranti 1.

Masih tingginya jumlah titik panas di Riau membuat sejumlah kota masih diselimuti kabut asap dan jarak pandang juga terbatas. Di Pekanbaru tercatat jarak pandang 5 kilometer (km), Tambang 5 km, Rengat 5 km, Pelalawan 5 km dengan masih diselimuti kabut asap tipis hingga tebal.

Baca Juga: Polusi Udara Pekanbaru Tertinggi Ketiga di Indonesia

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun, jangan lupa gunakan masker,” imbaunya.

Lahan 3 Hektare Terbakar di Tarai

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Manunggal, Perumahan Mega Panam Raya 2, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, kondisi api saat ini sudah padam, namun masih ditemukan asap di sejumlah titik sehingga petugas tetap melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi.

Baca Juga: Solar Antre, Semen pun Langka

“Api sudah padam, namun masih berasap. Tim di lapangan terus melakukan pendinginan dan penyekatan untuk memastikan tidak terjadi kembali penyalaan di area yang terbakar,” ujar Adi Candra Lukita.

Kasus ISPA di Mandau Melonjak

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Duri, Kecamatan Mandau meningkat. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis Ermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengatakan berdasarkan grafik perkembangan kasus, terdapat perbedaan wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi antara 2025 dan 2026.

“Ya, kalau kita lihat dari grafik, pada tahun 2025 kasus ISPA terbanyak berada di Kecamatan Bengkalis. Sementara pada tahun 2026, kasus terbanyak berada di Kecamatan Mandau,” ujar Irawadi, Selasa (8/9). Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 28.241 kasus ISPA di Kabupaten Bengkalis. 

Baca Juga: Bentuk Komitmen, Dinas PUPR Riau Tuntaskan Pembayaran Temuan BPK Tahun 2025

“Yang dapat menggambarkan dampak asap terhadap peningkatan kasus ISPA pada tahun 2026 adalah peningkatan kasus, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau. Salah satunya terlihat dari kasus ISPA yang tercatat di Puskesmas Duri Kota,” ujarnya.

Di Kuantan Singingi (Kuansing) juga demikian. Kasus ISPA melonjak naik sejak kabut asap menyelimuti. Dari data Dinas Kesehatan (Dikes) Kuansing, selama 20 hari wilayah diselimuti asap, kasus ISPA tercatat sebanyak 993 kasus. Data ini adalah laporan dari semua puskesmas.

“Jadi dari data penanganan kasus yang dilakukan seluruh puskesmas, selama 20 hari terakhir ini kasus ISPA mencapai 993 kasus. Jumlah ini jauh naik dibandingkan sebelum asap menyelimuti Kabupaten Kuansing,” ujar Kadis Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Helma Muliani, Selasa (8/9).(ilo/kom/epp/ayi/ksm/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
pjj kabut asap riau pekanbaru karhutla riau