Kembali PTM, Peserta Didik Wajib Pakai Masker

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:48 WIB
ABDUL JAMAL. (JPG)
ABDUL JAMAL. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sekolah di Pekanbaru dan Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menjalani pembelajarn tatap muka (PTM) mulai Rabu (23/9) hari ini. Kebijakan ini menyusul membaiknya kualitas udara, Selasa (22/9). Dengan demikian, tak ada lagi sekolah di Riau menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Nomor B.400.3.1/Disdik/39/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru, proses belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Dalam surat edaran ini disebutkan, pada Selasa (22/9), kualitas udara Kota Pekanbaru terpantau berada pada kategori baik. “Mulai hari Rabu, 23 September, proses belajar mengajar diselenggarakan tatap muka. Seluruh kegiatan berjalan normal dan tetap dilakukan pemantauan ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) secara harian,” ujarnya.

Baca Juga: Hotspot Tersisa 3, Riau Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Abdul Jamal menegaskan, meski pembelajaran kembali normal, kondisi kualitas udara tetap menjadi perhatian. Sekolah diminta terus memantau perkembangan ISPU dan memperhatikan kesehatan serta keselamatan peserta didik.

Jika kualitas udara kembali memburuk secara mendadak, kepala sekolah dapat mengambil langkah pengamanan. Di antaranya menghentikan kegiatan luar ruangan, memulangkan siswa lebih awal atau mengalihkan pembelajaran ke PJJ atau dalam jaringan (daring), setelah berkoordinasi dengan Disdik Pekanbaru.

“Jadi kalau kondisi udara kembali memburuk, sekolah bisa mengambil langkah pengamanan sesuai kondisi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” ujar Abdul Jamal.

Baca Juga: JPU KPK Dalami Peran Marjani

Pembelajaran tatap muka juga ditegaskan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. “In sya Allah mulai tanggal 23 September tahun 2026, anak-anak PAUD, TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta kembali belajar tatap muka di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Meski pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan, Agung mengingatkan agar kegiatan belajar mengajar tidak langsung kembali sepenuhnya seperti kondisi normal. Sekolah diminta tetap menerapkan pembelajaran secara terbatas dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan kualitas udara.

Salah satu ketentuan yang ditekankan adalah penggunaan masker selama berada di lingkungan sekolah. Selain itu, aktivitas pembelajaran di luar ruangan juga diminta untuk dikurangi. “Namun tentu kita tetap melakukan pembelajaran yang terbatas, yaitu menggunakan masker dan mengurangi pembelajaran di luar ruangan,” tegasnya.

Baca Juga: Saksi Tak Tahu Sumber Uang Rp150 Juta PUPR, Sidang Mantan Ajudan Gubernur Riau

Agung juga meminta orang tua dan pihak sekolah tidak memaksakan anak untuk mengikuti pembelajaran tatap muka apabila kondisi kesehatannya sedang terganggu. “Jika sedang batuk, sesak, atau kurang sehat, jangan dipaksakan. Orang tua dapat berkoordinasi dengan pihak sekolahnya,” kata Agung.

Menurutnya, kebijakan kembali ke sekolah harus tetap menempatkan kesehatan anak sebagai perhatian utama. Karena itu, meskipun kondisi udara mulai membaik dan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan, kewaspadaan tetap diperlukan.

Ia mengajak para peserta didik untuk kembali belajar bersama guru dan teman-temannya, namun tetap menjaga kesehatan selama mengikuti aktivitas di sekolah. “Selamat kembali ke sekolah, belajar dengan gembira, jaga kesehatan, dan terus kejar cita-cita,” katanya.

Baca Juga: Universitas Abdurrab Gelar Abdurrab Youth International Invention and Innovation Competition 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing melalui Disdikpora juga kembali memutuskan untuk memulai PTM, Rabu (22/9) hari ini. “Melihat hasil pantauan dan laporan dari OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, udara sudah di level sedang. Maka siswa mulai Rabu (23/9) besok (hari ini, red) kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Kepala Dikpora Kuansing Herizon, Selasa (22/9). 

Keputusan itu dituangkan dalam surat edaran Nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1273 tertanggal 22 September 2026. Peserta didik diminta hadir ke sekolah dan mengikuti kegiatan sekolah dengan selalu menggunakan masker apabila di luar ruang atau luar sekolah. Orang tua atau wali murid diminta memastikan anak selalu yang beraktivitas di luar ruangan selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan asap.

Pelaksanaan pembelajaran juga akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara berdasarkan informasi dari BMKG atau instansi terkait. “Jadi jika secara mendadak asap kembali tebal menyengat (sangat tidak sehat), maka siswa kembali melakukan pembelajaran jarak jauh,” ujar Herizon.

Baca Juga: Kemenag Riau Dukung Penguatan Program ETA AMINEF di MAN 3 Pekanbaru

Hujan dengan intensitas ringan menguyur wilayah Kuansing secara merata, Selasa (22/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Meski tidak berlangsung lama, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kuansing, Koko Mahyudi mengatakan, hujan cukup lebat. “Hujan hampir merata dengan kapasitas hujan lebat,” kata Koko.

Bahkan dari hasil pemantauan indeks kualitas udara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, hujan memberikan dampak positif. Kualitas udara Kuansing membaik ke level sedang. “Secara keseluruhan kualitas udara di Kuansing sudah membaik, di level sedang,” kata Plt Kadis LH Kuansing Dody Fitrawan.

Ucapan syukur diungkapkan warga Kuansing. “Alhamdulillah, hujan yang berkah. Mudah-mudahan musim panas dan asap juga segera berlalu,” ujar Salah seorang warga Telukkuantan bernama Hapis yang mengaku kamrau membuat air sumur mereka mulai mengering dan sulit ditarik dengan mesin air biasa. 

Baca Juga: Turun Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.948 per Kg

ISPU Kampar Sedang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar mencatat, melalui data AQMS/ISPU pada pukul 16.00 WIB, kualitas udara berada pada angka 61 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 16.00 WIB, belum terdapat laporan kejadian bencana dan titik panas (hotspot) juga dilaporkan nihil.

“Namun kami tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan perkembangan di lapangan. Jika masyarakat membutuhkan penanganan atau terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada BPBD,” katanya.
Baca Juga: Potensi Hujan Ringan hingga Sedang, Hotspot Riau Tersisa 13 Titik 

BPBD Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampa

 “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah dan segera mencari tempat yang aman apabila kondisi cuaca memburuk,” ujarnya.

Siak juga Diguyur Hujan

Sejak pagi kemarin, Siak sudah diguyur hujan. Meski sudah pukul 11.00 WIB, mendung masih hitam dan hujan rintik-rintik  terus berjatuhan ke bumi. Sebenarnya hujan sudah terjadi Senin (21/9) petang dengan intesitas deras, namun tidak lama. Hanya satu sampai dua jam saja. 

Baca Juga: FGD Sejarah UIN Suska Riau Menuju Rekam Jejak Transformasi dan Meneguhkan Jati Diri

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak Wendi Lasta Febrian menjelaskan, hujan membuat ISPU 12 kecamatan dalam kategori sedang, satu kecamatan baik, dan satu kecamatan lagi tidak sehat bagi kelompok sensitif. “Kecamatan yang ISPU baik adalah Sungai Apit. Sedangkan yang tidak sehat bagi kelompok sensitif di Bungaraya,” terangnya.

6.622 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap

Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai semakin terasa terhadap kesehatan masyarakat Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 6.622 warga mengalami berbagai gangguan kesehatan sejak 24 Agustus hingga 21 September 2026.

Dari ribuan warga yang terdampak tersebut, gangguan kesehatan didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tercatat sebanyak 5.820 warga mengalami ISPA. Selain itu, terdapat 228 warga yang mengalami asma dan 17 warga lainnya menderita pneumonia.

Baca Juga: Mantan Finalis Putri Indonesia Divonis Bersalah Tiga Perkara, Jaksa Masih Pikir-Pikir Banding

Kepala Diskes Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan kasus gangguan kesehatan yang terjadi sejak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla.

Menurutnya, kelompok balita dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang paling banyak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Sebagian di antaranya bahkan masih harus mendapatkan perawatan. “Yang paling banyak itu penderitanya balita dan lansia, masih ada yang dirawat,” kata Hazli, Selasa (22/9).

Hazli menjelaskan, peningkatan jumlah kasus ISPA cukup terasa seiring semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru. Berdasarkan catatan Diskes, rata-rata dalam satu hari terdapat sekitar 300 kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.

Baca Juga: Pekanbaru dan Sejumlah Daerah Riau Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

Data tersebut dikumpulkan Diskes Pekanbaru dari 21 Puskesmas serta 30 rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, selama periode 24 Agustus sampai 21 September 2026. Selain ISPA, kasus asma dan pneumonia juga menjadi perhatian Diskes. 

Dari keseluruhan kasus yang tercatat, 228 warga mengalami asma dan 17 kasus lainnya merupakan pneumonia. Kondisi tersebut menunjukkan paparan asap tidak hanya memicu keluhan pernapasan ringan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan warga yang rentan.

Untuk mengantisipasi terus bertambahnya kasus, Diskes Pekanbaru memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan akibat kabut asap. Sebanyak 21 puskesmas dan Rumah Sakit Madani disiagakan untuk memberikan penanganan kepada warga terdampak.

Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Kembali Ukir Prestasi di OSN 2026

Menurut Hazli, peningkatan kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan terjadi seiring meningkatnya paparan asap. Karena itu, pelayanan di puskesmas juga diperpanjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan penanganan ketika mengalami keluhan kesehatan.

Karhutla di Batang Gansal Berkurang

Karhutla yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih perlu penanganan lanjutan. Karena, hujan yang terjadi pada Senin (21/9) juga belum mampu memadamkan api sepenuhnya. Hujan yang terjadi, terutama di Desa Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal masih tergolong tipis. Sementara jenis tanah yang terbakar jenis gambut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BPBD-PKP) Inhu Mulyadi mengatakan, pemadaman karhutla masih berlanjut di Desa Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal. “Di Desa Penyaguhan juga dilaporkan turun hujan tetapi api belum padam,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, tim gabungan masih akan melakukan pemadaman. Bahkan, untuk mempercepat proses pemadaman, personel dari BPBD-PKP dan peralatan akan ditambah. “Penambahan personel dua orang menjadi 12 orang. Begitu juga jumlah peralatan bertambah dua unit mesin pompa,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Langgar Ketentuan, Imigrasi Pekanbaru Deportasi WN Malaysia 

Di tempat terpisah, Kepala Daerah Operasional (DAOPS) Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik mengatakan, pihaknya masih fokus pendinginan di Desa Tanjung Sari Kecamatan Kuala Cenaku. “Pasukan kita masih di Desa Tanjung Sari,” katanya. “Saat ini tim berfokus penuntasan sisa asap,” tambahnya.

Tim Fokus Pendinginan 

Sementera itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau melaporkan, tidak ada lagi titik karhutla  per, Selasa (22/9). Beberapa titik karhutla yang sebelumnya dilaporkan terjadi sudah padam.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, sebelumnya masih dilaporkan karhutla masih membara di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu) dan juga Bengkalis. “Karhutla di Riau sudah nihil. Beberapa titik yang sebelumnya terbakar sudah padam,” katanya.

Meskipun karhutla sudah padam, namun tim saat ini masih fokus melakukan pendinginan di lokasi bekas terbakar yakni di Kuala Cenaku dan Penyaguan, Inhu. ‘’Pendinginan dilakukan untuk memastikan titik api benar-benar padam,” sebutnya.

Baca Juga: Yamaha Riau Kepri Ajak Warga Nikmati Beragam Aktivitas Seru Gelar Karnaval Ultima 

Untuk mengantisipasi kembali munculnya api di lokasi yang sebelumnya sudah padam, petugas beserta peralatan juga tetap disiagakan. “Agar karhutla tidak muncul lagi, tim tetap siaga di lokasi bekas karhutla agar jika api kembali muncul bisa langsung segera dipadamkan sebelum kembali membesar,” ujarnya.(ilo/ali/dac/kom/mng/kas/sol/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

 

 

Editor : Arif Oktafian
PTM Pekanbaru PTM Kuansing dinas pendidikan pekanbaru