Bayi Persilangan Gajah Jinak dan Liar Lahir di TNTN

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 12:14 WIB
Seorang dokter hewan dan pawang gajah mengukur anak gajah Sumatera jantan yang baru lahir di samping induknya, Lisa, dekat kamp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Selasa (29/9/2026). (WAHYUDI/AFP)
Seorang dokter hewan dan pawang gajah mengukur anak gajah Sumatera jantan yang baru lahir di samping induknya, Lisa, dekat kamp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Selasa (29/9/2026). (WAHYUDI/AFP)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor gajah jinak berhasil melahirkan seekor gajah jantan dalam kondisi selamat di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Senin (28/8). Unik­nya, bayi gajah ini berasal persilangan gajah jinak dengan gajah liar.

‘’Alhamdulillah, telah lahir bayi gajah jantan pada malam sekitar pukul 19.00 WIB (Senin, red). Proses kelahiran berjalan lancar. Sekitar 20 menit setelah lahir sudah bisa berdiri,’’ ujar Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro, Selasa (29/9).

Bayi gajah ini lahir dengan tinggi 96 sentimeter (cm), panjang badan 101 sentimeter, lingkar dada 125 sentimeter, suhu tubuh 36 derajat Celsius dan berat sekitar 129 kilogram (kg). 

Baca Juga: Kabut Asap Meluas, Udara Tidak Sehat Warga Pekanbaru Diimbau Pakai Masker, di Inhil Anak Sekolah Dip

Kondisi tersebut menunjukkan bayi gajah itu lahir dalam keadaan sehat. Apalagi setelah 20 menit dilahirkan, bayi gajah sudah bisa berdiri menopang badannya sendiri. 

Adapun induk gajah jinak bernama Lisa, yang merupakan gajah binaan Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, juga dalam keadaan sehat. Induk gajah berusia 45 tahun itu, menurut Heru, lahir secara mandiri dan kini sedang bersama bayinya.

Heru menyebutkan, kelahiran ini menandai kelahiran keenam bagi Lisa. Ia mengatakan, adapun bapak dari bayi gajah ini merupakan gajah liar. Faka ini menurutnya adalah kabar baik lainnya bagi konservasi gajah di Riau, khususnya TNTN.

Baca Juga: Kabut Tebal, Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Masih Aman dan Lancar

‘’Hal ini menunjukkan adanya proses reproduksi yang berlangsung antara populasi gajah binaan dan gajah liar di kawasan TNTN, ini proses yang bagus,’’ ujarnya.

Tanda-tanda Lisa akan segera melahirkan, kata Heru, sudah terdeteksi oleh Tim Dokter sejak Ahad (27/9) lalu. Karena mamalia raksasa itu memperlihat ciri-ciri perubahan sepertib pengerasan pada kelenjar susu. Selain itu Lisa terlihat  kegelisahan, layaknya mamalia yang akan melahirkan.

Kini, kata Heru, baik induk gajah maupun bayinya mendapat perhatian intensif. Baik oleh mahout, atau pawanggajah, maupun tim dokter. Tim ini menurut Heru akan siaga 24 jam untuk memastikan anak gajah mendapatkan asupan air susu induknya sekaligus memantau kondisi fisik keduanya.

Baca Juga: Masuk Program IJD, Jalan Peranggas-Kayu Ara Mulai Dikerjakan  

Atas keberhasilan lahirnya bayi gajah ini dengan selamat, Heru menyampaikan apresiasi kepada para mahout, tenaga medis dan seluruh tim lapangan yang terlibat. Ia meminta tim di lapangan tetap siaga memastikan bayi gajah tetap sehat.(end)

 

Editor : Arif Oktafian
tntn riau pelalawan