BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merupakan jawaban atas harapan masyarakat untuk mendapatkan aksesibilitas terhadap pembangunan yang lebih baik di daerah.
“Pembentukan Rohil itu sangat dinantikan oleh masyarakat. Bayangkan kalau dulu masyarakat berurusan yang harus ke Bengkalis dengan jarak jauh, dulu mesti naik kapal laut, bermalam pula di Dumai baru bisa ke Bengkalis. Belum lagi menghadapi tantangan dalam perjalanan,” tutur tokoh Rohil yang merupakan mantan pimpinan mubes pembentukan Rohil H Azhar Achmad di Bagansiapiapi, Kamis (3/10).
Dilanjutkannya, saat tersebut pembangunan di daerah berjalan dengan lamban. Infrastruktur jalan masih banyak yang tak tersentuh. Jalan utama yang merupakan urat nadi pembangunan seperti di ruas jalan lintas Bagansiapiapi, Ujung Tanjung dan berbagai akses lainnya, termasuk jembatan kebanyakan masih buruk.
Masyarakat di wilayah Rohil sendiri, untuk terhubung antar wilayah kecamatan terpaksa menyeberang mengunakan perahu pada saat melintasi di wilayah Rimba Melintang tepatnya di Kepenghuluan Jumrah.
Seiring dengan pembangunan jembatan Jumrah, terangnya, menjadi hal yang dirasakan berdampak terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun kebutuhan terhadap urusan pemerintahan yang masih jauh merupakan kendala yang masih belum teratasi karena letak Bengkalis dengan Rohil yang sangat jauh.
Ketua Mubes Pembentukan Rohil pada 19 Juni 1999 ini menuturkan dorongan dan harapan masyarakat terhadap terbentuknya Rohil sangat luar biasa. “Pada saat pelaksanaan mubes saja banyak masyarakat yang berdatangan, meskipun jarak dan akses jalan masih rusak tapi banyak yang datang dari kecamatan-kecamatan, dan antusias dari lapisan masyarakat termasuk dari kalangan penarik becak,” katanya.
Dukungan luas dari masyarakat itu menjadi penguat semangat bagi para tokoh yang terlibat. Ini memang diperlukan mengingat untuk dukungan politis dengan keberadaan partai politik di daerah masih minim. Sehingga perjuangan Rohil memang banyak berkutat di antara para tokoh lokal, dan peran dari lembaga adat melayu Riau (LAMR) Rohil dan komunitas atau organisasi-organisasi di daerah.
Pelaksanaan mubes itu mendapatkan momentum yang baik karena sebelumnya telah terjadi peristiwa reformasi 1998, dengan semangat otonomi daerah yang besar. Turut hadir pada saat itu Gubri Saleh Djasit, Bupati Bengkalis Fadhlah Sulaiman, Wako Dumai M Zainudin, Ketua DPRD Pekanbaru dan berbagai pihak yang merupakan pemangku kebijakan.
Para tokoh itu secara kebetulan pula merupakan orang-orang yang setidaknya memiliki pertalian sejarah dengan Rohil, dimana Saleh Djasit berasal dari Pujud, Fadhlah Sulaiman sebutnya berasal dari atau memiliki kekerabatan di Bantaian, Bangko begitu juga Wako Dumai saat itu yang merupakan dari Bantaian, Kecamatan Batu Hampar.
Hari jadi Rohil yang diperingati setiap 4 Oktober, tidak terlepas dari semangat para tokoh yang begitu antusias menyambut pemekaran Rohil dengan turunnya UU pembentukan kabupaten pemekaran tersebut.
“ Rohil berbeda dengan kabupaten lainnya yang turut dimekarkan saat itu. Karena pemekaran itu sangat dirindukan masyarakat yang dimulai dari perjuangan sejak 1960. Ketika SK itu diteken Mendagri tepatnya pada 4 Oktober 1999 maka dijadikan lah tanggal 4 sebagai HUT Rohil sementara kabupaten pemekaran lainnya mengikuti pada tanggal terbitnya UU, mereka pada 12 Oktober ,” katanya.
Sementara menyikapi dengan pembangunan di Rohil saat ini menurutnya sudah baik. Yang menunjukkan tentang berkembanganya pembanguna infrastruktur dari waktu ke waktu.
Terpisah, Sekretaris Mubes Pemekaran Rohil Rusli Efendi pada satu kesempatan mengungkapkan upaya perjuangan pembentukan Rohil telah berjalan dalam waktu yang lama. Terwujudnya Kabupaten Rohil juga tidak terlepas dukungan tiga tokoh penting Riau yang memegang peranan strategis. Yakni H Syarwan Hamid yang saat itu merupakan Mendagri, selanjutnya H Saleh Djasit sebagai Gubernur Riau dan H Fadhlah Sulaiman selaku Bupati Bengkalis.
“Di waktu itu terdapat keinginan yang kuat dari dukungan seluruh tokoh dan komponen masyarakat dengan lima kecamatan yakni, Kecamatan Kubu, Kecamatan Bangko, Kecamatan Tanah Putih, Kecamatan Rimba Melintang, dan Kecamatan Bagan SinemBaca Juga: Jaga Aspek Keberlanjutan Lingkungan Event MotoGP Mandalika, BRI Peduli Berhasil Kelola 22 Ton Sampah
Menjelang peringatan Hari Jadi Rohil yang ke-25 tahun, Sekretaris Daerah Kabupaten Rohil Fauzi Efrizal melakukan rapat persiapan dengan beberapa OPD terkait, pekan lalu. Rapat ini bertujuan untuk membahas mengenai persiapan yang harus dilakukan dari masing-masing dinas agar kegiatan perayaan HUT berjalan dengan lancar, aman dan sukses. Dan masyarakat maupun undangan yang hadir dapat merasa nyaman dan tertib.
Peringatan Hari Jadi Rohil tahun ini akan diawali dengan rapat paripurna di Gedung DPRD, lalu Upacara HUT Rohil yang Ke-25 tahun. Selanjutnya akan melaksanakan berbagai kegiatan event serta hiburan rakyat seperti Tabligh Akbar dengan mengundang ustaz kondang dari Jakarta, hiburan rakyat seperti panjat pinang, pacu goni, tarik tambang, lomba memancing dan untuk lomba keolahragaannya seperti jalan santai, drum band, karnaval serta lainnya.
“Nanti kita juga akan lakukan sosialisasi mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan maupun tingkat kabupaten dengan memasang baliho dan videotron bertujuan untuk supaya masyarakat bisa mengetahui dan bisa sama-sama menikmati kegiatan-kegiatan yang kita sediakan. Jadi kegiatan ini tidak hanya dinikmati hanya sekelompok orang saja melainkan juga untuk yang hadir khususnya masyarakat Rohil,” ucap Fauzi Efrizal.
Dia berharap pelaksanaan kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar. Kepanitiaan yang telah dibentuk juga bisa bekerja dengan baik serta kompak. Sehingga kegiatan Hari Jadi Rohil yang ke-25 tahun bisa terlaksana dengan baik, aman dan sukses.
“Terakhir kita berharap panitia yang sudah kita bentuk dari masing-masing OPD bisa saling bekerja sama dengan baik. Sehingga kegiatan yang kita laksanakan nanti bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan kita semua. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan menjadi amal ibadah untuk kita semua, dan tentunya mendapat rida serta keberkahan dari Allah SWT,” katanya.(fad)
Editor : Rindra Yasin