BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kurang dari sepekan pelaksanaan puncak ibadah haji seorang JCH Rokan Hilir (Rohil) mengalami gangguan kesehatan. JCH bernama Tio (80) asal dari Kecamatan Sinaboi tersebut dirawat di RS King Faisal Makkah.
Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Rohil H Fauzi Efrizal MSi, Ahad (1/6). “Ya mengalami gangguan kesehatan. Ssempat tidak sadarkan diri dan dirawat di Rumah Sakit King Faisal,” kata Fauzi Efrizal.
Sejauh ini petugas yang mendampingi dari medis terus memantau perkembangan kesehatan JCH tersebut. Fauzi mengajak masyarakat mendoakan agar kesehatan JCH tersebut bisa secepatnya pulih dan bisa mengikuti rangkaian ibadah haji.
Fauzi menerangkan terkait dengan kondisi kesehatan JCH menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mengingat cuaca panas di Makkah yang bisa berdampak. Informasinya saat ini suhu udara di Tanah Suci 45 derajat Celcius.
“Namun untuk seluruh JCH Rohil lainnya dalam keadaan sehat dan bersemangat menjalankan rangkaian ibadah haji, dan memang ada beberapa jamaah yang batuk dan pilek karena kondisi suhu yang cukup panas,” katanya.
Untuk pelaksanaan ibadah di Arafah nantinya terang Fauzi, diperkirakan suhu bisa mencapai angka 50 derajat celcius. Para jemaah diimbau untuk tidak keluar tenda jika tidak ada kegiatan atau keperluan penting.
Sementara sejauh ini terangnya TPHD Kloter 15 BTH telah melakukan survei lokasi di Arafah Muzdalifah dan Mina. Dari survei yang dilakukan seluruh fasilitas berada dalam kondisi baik, dengan tenda yang kini dilengkapi AC lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di Arafah, jemaah Rohil akan menempati tiga tenda yang berlokasi di Maktab 68, dekat pintu utama. Lokasi tersebut dinilai strategis dan memudahkan akses bagi jemaah dalam menjalankan ibadah wukuf yang menjadi salah satu rukun haji,” katanya.
Sementara itu, fasilitas di Mina dan Muzdalifah juga telah dipastikan dalam kondisi yang layak untuk menunjang kelancaran ibadah para jemaah. Tim pendamping terangnya terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan para jemaah terpenuhi selama pelaksanaan ibadah haji.
Untuk puncak ibadah haji, JCH Rohil akan bergabung bersama dari Pekanbaru, Kampar, dan Indragiri Hilir (Inhil). “Kebersamaan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta mendukung semangat ibadah bagi seluruh JCH,” katanya.
Sementara itu terangnya, tercatat sekitar 60 jemaah yang menjalani ibadah dengan bantuan kursi roda dan pendamping keluarga. Ia menegaskan pihaknya terus memantau kondisi para jemaah serta memastikan kelancaran ibadah mereka. Upaya ini dilakukan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
“TPHD, petugas kesehatan terus melakukan pemantauan serta memberikan pendampingan bagi yang membutuhkan. Diharapkan seluruh jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” katanya.
Editor : Arif Oktafian