Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tidak Juga Ditemukan, Pencarian Korban Hilang di Sungai Rokan Akhirnya Dihentikan

Zulfadly • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Personel SAR Bagansiapiapi dan tim gabungan menjumpai kerabat korban menyampaikan perihal penghentian operasi pencarian korban, baru-baru ini.
Personel SAR Bagansiapiapi dan tim gabungan menjumpai kerabat korban menyampaikan perihal penghentian operasi pencarian korban, baru-baru ini.

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian Tarmisi (39), warga Labuhan Tangga Baru, Bangko yang hilang di perairan Sungai Rokan akhirnya dihentikan. Tim gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari berturut-turut dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Penutupan operasi sudah dilakukan pada Jumat (1/8/2025), atau pas tujuh hari operasi pencarian. Pencarian tak dilanjutkan lagi sesuai dengan SOP yang berlaku," kata Kepala Unit SAR Bagansiapiapi, Dhoni, Ahad (3/8/2025).

Upaya pencarian terang Dhoni sudah dijalankan dengan maksimal. Selama pencarian, tambahnya, Tim Gabungan menyisiri areal pencarian dimulai dari last known position (LKP) di mana korban beraktivitas.

Sebelumnya korban mencari udang menggunakan tangguk di pinggiran Sungai Rokan. Sementara pada saat dilakukan pencarian, tim sempat menemukan keberadaan alat tangguk di tepian Sungai Rokan di daerah Batu Delapan, Bagansiapiapi.

Beberapa titik yang menjadi perhatian seperti di daerah Jembatan I dan II di Batu Enam-Batu Delapan, Bagansiapiapi. Selanjutnya penyisiran di alur sungai, pantai dan juga ada tim yang menyisiri dari daratan.

Perkembangan pencarian juga disampaikan kepada kerabat korban, termasuk juga penghentian operasi pencarian. Diketahui bahwa korban Tarmisi hidup sendiri, karena kedua orang tuanya telah meninggal.

"Terkait penghentian operasi sudah disampaikan kepada kerabat korban," kata Dhoni.

Ia menegaskan dari temuan di lapangan, diduga bahwa korban hilang karena diduga diserang buaya. Apalagi di daerah tersebut pernah terjadi beberapa kali kasus serangan buaya terhadap manusia, baik dengan korban tewas maupun ada yang selamat.

Ia mengharapkan masyarakat terus waspada dan hati-hati dengan kerawanan di serang buaya, apalagi pada saat melakukan aktivitas di Sungai Rokan.

"Kami mengimbau agar waspada, hati-hati. Untuk imbauan dari pemerintah juga sudah di situ, peringatan adanya binatang buas, ada tapi memang kenyataannya warga ada yang tetap ke sana. Mungkin karena faktor ekonomi juga di mana mereka mesti melakukan aktivitas di sungai tersebut," kata Dhoni.(fad)

 

Editor : Edwar Yaman
#Pencarian Korban Hilang #sungai rokan #diserang buaya