ROHIL (RIAUPOS.CO) - Hari ini, Sabtu 4 Oktober 2025, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) genap berusia 26 tahun. Kabupaten berjuluk Negeri Seribu Kubah ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur.
Bupati Rohil H Bistamam menyampaikan, peringatan hari jadi Rohil ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk dapat saling bekerja sama satu sama lain dalam membangun Rohil yang lebih baik lagi ke depannya. “Saya mengajak bapak ibu semua untuk dapat saling bekerja sama untuk membangun Rohil yang lebih baik,” katanya.
Untuk itu tambahnya, diperlukan saling kerja sama, saling memberikan saran dan masukan agar terjadi perbaikan. Jika ada koreksi agar dapat disampaikan sehingga menjadi perbaikan bagi pemerintah daerah.
Menurutnya sangat banyak tantangan yang akan dihadapi oleh pemerintah daerah, dengan berbagai kompleksitas yang ada di depan. Semua masalah itu dapat diselesaikan dengan baik jika terjadi kerja sama dan koordinasi, komunikasi yang baik pula satu sama lainnya.
“Selamat hari jadi Rohil ke-26, kabupaten kebanggaan kita semua. Semoga di usia ke-26 tahun ini, Rohil terus berbenah dalam berbagai aspek kehidupan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, mampu bersaing dan membanggakan prestasinya,” tegas Bistamam.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Rohil Jhony Charles mengharapkan terjadi peningkatan pembangunan yang dapat dijalankan dengan lancar berkaitan dengan hari jadi ke-26 tahun ini.
Hal itu diungkapkan di sela acara perlombaan rakyat depan Kantor Camat Bangko di Bagansiapiapi, beberapa hari lalu. “Kami mengajak masyarakat untuk dapat mendukung program, kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah daerah Rohil,” katanya.
Ia menegaskan kata kunci untuk pembangunan yang berhasil adalah jika terjalin koordinasi, komunikasi yang baik di antara semua elemen. Sehingga apapun jika ada masalah maka dapat disikapi bersama-sama dan dicarikan penyelesaiannya.
Secara khusus, Wabup menyampaikan selamat memperingati hari jadi Rohil bagi seluruh masyarakat. “Negeri ini dikenal sebagai Negeri Seribu Kubah sebagai tanah Melayu dengan banyak sejarah dan perjuangan yang diberkahi, mulai Sungai Rokan dan laut yang luas,” katanya.
Ia menerangkan, seperti disaksikan bahwa Rohil telah tumbuh dan sebagai anak negeri yang ada hendaknya bisa bersyukur dengan pencapaian yang ada pada saat ini. “Sebagai bentuk syukur, mari kita jaga, warisan ini. Takkan Melayu hilang di bumi dan mari menjunjung Marwah, agar nama Rohil harum terus,” katanya.
Salah satu kekuatan Rohil terangnya adalah bagaimana kerukunan di daerah yang terjaga dengan baik. Rohil memiliki beragam suku, etnis dan agama yang bisa berjalin dengan penuh toleransi.
Jhony Charles mengajak untuk dapat bersama-sama membangun daerah seperti mana semangat dari para pendahulu yang telah berhasil sehingga keberadaan Rohil telah bertahan dengan baik sampai pada saat ini.
Gelar Berbagai Kegiatan
Pemkab Rohil menggelar sejumlah kegiatan. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rohil Fauzi Efrizal. Sementara untuk puncaknya adalah rapat paripurna di DPRD Rohil. “Peringatan Hari Jadi Rohil momentum sakralnya berupa rapat paripurna di Gedung DPRD, yang akan digelar besok (hari ini, red),” ujarnya, Jumat (3/10).
Sebelumnya terang Sekdakab, telah digelar berbagai kegiatan serta hiburan rakyat hingga tablig akbar dengan mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS). Begitu juga hiburan rakyat seperti panjat pinang, pacu karung, tarik tambang, lomba memancing, jalan santai, drum band, karnaval serta lainnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk dapat sama-sama merayakan dan bersyukur dengan keberadaan kabupaten Rohil dan dukung pemerintah daerah untuk dapat menjalankan setiap program pembangunan bagi masyarakat,” ujarnya
Visi Misi Bijak
Dalam rentang perjalanan Kabupaten Rohil hingga 26 tahun, tercatat sejumlah nama menjadi pemimpin Rohil. Mulai dari Wan Thamrin Hasyim (plt), Wan Thamrin Hasyim-Ilyas RB, Annas Maamun-Suyatno, Suyatno-Erianda, Suyatno-Jamiludin, selanjutnya Afrizal Sintong-Sulaiman, hingga saat ini untuk periode 2025-2030 dipimpin Bistamam-Jhony Charles.
Kedua pasangan yang dikenal dengan istilah Bijak tersebut memimpin Rohil dengan mengusung visi “Terwujudnya Kabupaten Rohil yang bermarwah, maju, sejahtera dan berbudaya tahun 2029”.
Dengan misi memantapkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah dengan jaringan infrastruktur wilayah yang andal, pemanfaatan prasarana dasar pendidikan, agama, kesehatan, ekonomi dan lapangan kerja yang merata pada setiap wilayah. Memantapkan sumber daya manusia yang unggul, agama dan berbudaya.
Pemulihan ekonomi kerakyatan dan memperkuat struktur dan daya saing ekonomi daerah berbasis blue ekonomi dan green ekonomi. Serta memantapkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efisien dan efektif didukung oleh sistem informasi dan teknologi.
Terkait dengan aksesibilitas, dan konektivitas antarwilayah, saat ini terus dilakukan gerak pembangunan. Hal itu ditegaskan Kepala Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rohil Khoriul Fahmi di Bagansiapiapi, Jumat (3/10). “Untuk pemantapan akses antarwilayah, konektivitas tersebut terus dilakukan,” ujar Khairul.
Ia menerangkan terdapat berbagai pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pada saat ini, seperti pembangunan akses jalan lintas di wilayah Kecamatan Kubu, selanjutnya di lintas Mengala dan di Pujud.
Selain itu akses infrastruktur di wilayah pesisir seperti di Kecamatan Pasir Limau Kapas juga menjadi perhatian. Khoirul menuturkan telah turun langsung ke Panipahan, Pasir Limau Kapas guna memastikan perbaikan infrastruktur berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
“Bahkan yang terdapat kerusakan untuk tanggap cepat dilakukan perbaikan secara swakelola,” katanya. Langkah-langkah yang ada itu sebagai upaya mendukung visi misi bupati dan wabup atau pemerintah daerah sesuai dengan tupoksi yang ada khususnya di dinas PUPR Rohil.
Terkait dengan pemantapan sumber daya manusia, dengan leading sektor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berbagai program juga telah dilaksanakan. Seperti pemberian beasiswa, dan program yang terbaru dari bupati dan wabup, sebagaimana yang dijanjikan pada saat pilkada beberapa waktu lalu adalah baju seragam sekolah gratis.
Terkait hal ini Kepala Disdikbud Rohil Nurhidayat menegaskan program baju seragam gratis tersebut akan direalisasikan pada tahun ini. “Saat ini masih berjalan dan diharapkan bisa direalisasikan pada tahun ini,” katanya.
Ia menegaskan dalam waktu dekat bagaimana realisasi baju seragam yang dinantikan oleh para peserta didik khususnya di tingkatkan SD-SMP sederajat di Rohil dapat menerima seragam tersebut. Hal ini juga merupakan program yang diharapkan oleh masyarakat terutama yang berasal dari kalangan kurang mampu.
Di bidang infrastruktur, yang paling fenomenal adalah dibangunnya Jembatan Pedamaran I dan II yang melintasi Sungai Rokan, dan Pulau Pedamaran. Menghubungkan antara Kecamatan Bangko dengan Kecamatan Pekaitan.
Salah seorang warga Bagansiapiapi, Sofyan Rambah menuturkan, dulu sebelum jembatan Pedamaran dibangun, orang terpaksa melewati rute melingkar atau ke arah Kecamatan Bangko terlebih dahulu baru bisa ke Pekaitan. Waktu yang ditempuh berjam-jam. Selain itu jika menempuh jalan Sungai, pun cukup sulit karena arus Sungai Rokan yang cukup deras.
“Sekarang dari Bagansiapiapi ke Pekaitan, tak sampai setengah jam,” katanya. Ia menilai itulah salah satu berkah dari pemekaran kabupaten Rohil, terlepas dari kabupaten Bengkalis.
Senada disampaikan Bahari, warga Palika. Ia menuturkan sebelum pemekaran, Rohil untuk daerah tingkat kecamatan hanya sedikit. Dengan wilayah Rohil yang begitu luas, waktu itu hanya ada tiga kecamatan yakni Kubu, Bangko dan Tanah Putih.
Masyarakat yang dari Palika terangnya, jika berurusan sesuatu terkait pemerintahan terpaksa pergi ke Kubu dengan akses jalan darat yang tak bisa ditempuh karena belum dibuka. Satu-satunya akses pada sekitar tahun 80-an tersebut terangnya melalui jalur laut dan sungai.
“Jadi untuk mengurus surat seperti akte itu harus pergi ke kantor kecamatan, dan tidak bisa selesai dalam sehari. Harus menginap karena pulang-pergi tergantung dari pasang surut,” ceritanya.
Tokoh pembentukan Kabupaten Rohil sekaligus Ketua Forum Pendiri Kabupaten Rohil Azhar Achmad menuturkan, salah satu alasan dimekarkannya Rohil dari Bengkalis adalah karena kendala berbagai hal yang dialami oleh masyarakat, seperti buruknya infrastruktur, keterbatasan aksesibilitas, rentang jarak yang jauh untuk pelayanan publik, dan lain-lain.
“Apalagi kalau harus mengurus ke kabupaten di Bengkalis, jaraknya sangat jauh. Singgah dulu di Dumai,” ujarnya. Azhar menceritakan, masyarakat di wilayah Rohil, untuk terhubung antarwilayah kecamatan terpaksa menyeberang mengunakan perahu pada saat melintasi di wilayah Rimba Melintang, tepatnya di Kepenghuluan Jumrah.
Seiring dengan pembangunan Jembatan Jumrah, dirasakan berdampaknya terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun kebutuhan terhadap urusan pemerintahan yang masih jauh merupakan kendala yang masih belum teratasi karena letak Bengkalis dengan Rohil yang sangat jauh.
Sebagai Ketua pada Mubes Pembentukan Rohil pada 19 Juni 1999, Azhar menyebutkan respons masyarakat untuk memperjuangkan pemekaran Rohil memang luar biasa. “Semua mendukung, tidak ada yang menolak. Putra daerah Rohil yang ada di luar daerah pun memberikan dukungan,” katanya.
Dukungan itu semakin mengristal lewat adanya mubes, hingga kesepakatan bersama baik antar elemen masyarakat maupun dengan pemerintah yang ada. Hingga akhirnya Rohil turut dimekarkan oleh pemerintah pusat lewat UU Nomor 53/1999, yang dimekarkan bersama beberapa kabupaten lainnya di Riau.
Hal yang unik, terangnya hari jadi Rohil ditetapkan pada 4 Oktober, sesuai tanggal SK terkait pemekaran diteken Mendagri tepatnya pada 4 Oktober 1999. “Sehingga dijadikan 4 Oktober sebagai tanggal hari jadi terbentuknya Rohil. Berbeda dengan kabupaten pemekaran lainnya yang memilih pada 12 Oktober yang mengacu pada tanggal terbitnya UU Nomor 53/99 tersebut,” katanya.
Dalam dokumen perjuangan pembentukan Rohil, Sekretaris Mubes Pemekaran Rohil Rusli Efendi menuliskan upaya perjuangan pembentukan Rohil telah berjalan dalam waktu yang lama.
Terwujudnya Kabupaten Rohil juga tidak terlepas dukungan tiga tokoh penting Riau yang memegang peranan strategis. Yakni Syarwan Hamid yang saat itu merupakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Saleh Djasit sebagai Gubernur Riau, dan Fadhlah Sulaiman selaku Bupati Bengkalis.
Dalam tulisannya mengungkapkan terdapat keinginan kuat dari tokoh masyarakat dengan lima kecamatan pada saat itu seperti Kubu, Bangko, Tanah Putih, Rimba Melintang, dan Bagan Sinembah.(fad)
Editor : Bayu Saputra