PANIPAHAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di wilayah Kepenghuluan (Desa) Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rokan Hilir (Rohil) terancam terisolir menyusul dengan kerusakan akses infrastruktur jalan dan jembatan yang terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah ruas jalan di wilayah kepenghuluan tersebut mengalami kerusakan secara bertahap, yang disebabkan pasang besar serta minimnya penanganan untuk perbaikan jalan yang ada.
Salah seorang tokoh pemuda, Nazaruddin menyebutkan, infrastruktur jalan dan jembatan di kepenghuluan itu banyak dibangun pada masa kepemimpinan mantan Bupati Rohil Annas Maamun dan setelah itu minim pembangunan.
”Setelah itu minim pembangunan, tidak ada perhatian sehingga akses jalan banyak yang tak layak dipergunakan lagi karena rusak parah, terutama di lingkungan padat penduduk dengan panjang ruas jalan rusak sekitar 4 kilometer,” kata Nazaruddin, Selasa (20/1).
Tak hanya jalan, dua jembatan juga mengalami kondisi parah. Satu jembatan yakni Jembatan Raja Ali Haji ambruk, beberapa waktu lalu. ”Selain itu ada jembatan Tambusai, yang kerusakannya sekitar 10 tahun, masih belum diperbaiki,” ujarnya.
Dirinya mendesak agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap daerah yang merupakan kawasan pesisir, termasuk kategori sebagai daerah terluar dan terdepan di Palika ini.
”Seharusnya jadi prioritas perhatian pemerintah, baik daerah hingga propinsi dan pusat,” katanya.
Akses jalan dan jembatan itu terangnya merupakan akses utama warga, sehingga jika tak segera diperbaiki akan berdampak pada mobilitas, kelancaran dan secara luas pada aktivitas yang dilakukan masyarakat.
Ia menilai untuk solusi cepat kemungkinan akan dilakukan swadaya memperbaiki seadanya agar akses jalan tersebut dapat dilewati sementara waktu. ”Tapi intinya kami minta solusi cepat dan nyata dari pemeritah, harus dibangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan aman saat dipergunakan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas PUTR Rohil Khoirul Fahmi ST menyebutkan telah menerima informasi terkait dengan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. ”Sudah dapat infonya dan hari ini anggota sudah berangkat ke sana,” kata Khorul Fahmi.
Ia menyebutkan untuk rencana awal dilakukan survei terlebih dahulu. Selanjutnya akan dilakukan perbaikan. ”Untuk jembatan, ada pemeliharaan, yang intinya bagaimana agar bisa dilewati dulu,” katanya.
Menurutnya memang langkah cepat diperlukan untuk menyikapi kondisi yang terjadi sehiingga diharapkan masyarakat terdampak bisa kembali pulih melakukan aktivitas berkaitan dengan pengunaan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah tersebut.(yls)
Laporan ZULFADHLI, Panipahan
Editor : Arif Oktafian