BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) mendesak jajaran direksi di PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (Perseroda) untuk segera mengaktifkan operasional di unit usaha berupa SPBU di Batu Empat, Bagansiapiapi.
Aktifnya SPBU tersebut untuk menyikapi kebutuhan masyarakat terhadap pasokan BBM terutama pertalite maupun solar bagi nelayan yang banyak terdapat di Bagansiapiapi, Bangko.
Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi B DPRD Rohil bersama dengan jajaran direksi PT SPRH (Perseroda), Senin (30/3/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi B Cindy Rahmadani, sekretaris komisi Zahrul Saufi dan sejumlah anggota komisi, serta Wakil Ketua DPRD Rohil Basiran Nur Efendi, Sekdakab Rohil H Fauzi Efrizal MSi, Sementara dari pihak PT SPRH (Perseroda) hadir dirut Yusuf Mudji Sutrisno ST, komisaris Rahmatul Zamri SSos MSi, dan H Amran SThI.
"Hari ini kami memanggil pihak-pihak terkait menyikapi sempat terjadinya kelangkaan BBM, dimana kami minta agar SPBU milik pemda Rohil segera dimaksimalkan, dan pihak SPRH menyebutkan besok sudah dilakukan pembelian BBM dan kami berharap agar hal itu dapat dilaksanakan," kata Sekretaris Komisi B Zahrul Saufi.
Tak hanya itu dirinya mendorong agar jajaran yang ada di PT SPRH (Perseroda) dapat mencarikan langkah inovasi, kreasi agar usaha-usaha yang ada dapat berjalan baik, dan untuk jangka panjang.
Terutama bagaimana agar unit usaha SPBU dapat terus beroperasi mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan BBM terutama jenis solar karena banyak masyarakat yang beraktifitas melaut baik di Bagansiapiapi Kecamatan Bangko maupun di kecamatan terdekat lainnya seperti di Kecamatan Sinaboi.
Plt Dirut PT SPRH (Perseroda) Yusuf Mudji Sutrisno mengatakan apa yang menjadi saran, masukan dari komisi selama berlangsungnya RDP menjadi perhatian penting bagi pihaknya untuk dapat dijalankan kedepan.
"Ada beberapa penyampaian, saran dan arahan berkenaan dengan situasi yang terjadi," kata Yusuf.
Menurutnya beberapa hal yang perlu segera dituntaskan seperti permasalahan keuangan agar operasional di SPBU milik pemda Rohil dapat segera diaktifkan kembali.
Selain itu juga menyikapi permasalahan keberadaan karyawan di SPBU maupun PT SPRH yang dinilai masih ada persoalan karena terdampak terhadap tingginya biaya operasional, maka hal itu akan dievaluasi lebih lanjut.
"Yang jelas untuk SPBU dalam waktu dekat akan diupayakan bisa beroperasi kembali, selanjutnya bagaimana agar persoalan yang ada di PT SPRH, di SPBU baik masalah keuangan, masalah hukum dan lain-lain kami akan dukung untuk dapat cepat diproses," katanya. (fad)
Editor : Eka G Putra