UJUNG TANJUNG (RIAUPOS.CO) – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif oleh Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera.
Hingga Senin (1/6/2026), tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di beberapa lokasi yang terdampak kebakaran.
Di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), tepatnya di wilayah Rantau Bais, operasi pemadaman diperkuat dengan penambahan satu tim Manggala Agni dari Daops Dumai.
Baca Juga: Suhardiman Amby Sebut MTQ Riau Serasa Tingkat Nasional, Menteri Agama Tiba 27 Juni
Tim tambahan tersebut diterjunkan untuk mendukung personel yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan dalam mengendalikan api dan mencegah perluasan area terbakar. Selain itu turut dibantu pemadaman dari atas, yakni mengerahkan satu unit helikopter water boombing.
"Pihak Manggala Agni juga masih menyiagakan pasukan tambahan yang dapat sewaktu-waktu dikerahkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan personel. Evaluasi perkembangan penanganan di lokasi terus dilakukan," kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Senin (1/6/2026).
Selain di Rohil, dua wilayah lain yang terdapat kejadian karhutla terangnya yakni di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, dan di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan.
Khusus di Rohil terdapat dua lokasi kejadian yaitu di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) dan di Kecamatan Tanah Putih. Sementara kondisi di Palika telah berhasil dipadamkan seluruhnya. Hanya saja untuk di Rantau Bais masih terus dilakukan pemadaman dengan mengerahkan personil tambahan yang telah dilakukan hari ini.
Menurutnya dengan kondisi yang berpotensi memburuk pada siang hari, petugas bergerak lebih cepat dengan memulai operasi pemadaman sebelum pukul 08.00 WIB.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang relatif lebih bersahabat sehingga api lebih mudah dikendalikan," katanya.
Seperti biasanya tantangan cukup berat mesti dihadapi petugas di lokasi, selain kondisi yang panas, angin kencang yang membuat api sulit dipadamkan, situasi tersebut juga berpotensi mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.
"Karena itu, seluruh personel yang bertugas diminta tetap waspada dan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar potensi perluasan kebakaran dapat dicegah sedini mungkin," katanya. (fad)
Editor : M. Erizal