BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendorong peningkatan keaktifan pos pelayanan terpadu (posyandu) di seluruh wilayah Kabupaten Rohil. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) posyandu yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, Selasa (28/7/2026).
Sekretaris Dinas Kesehatan Rohil, Maria Susanti SFar Apt MM mengatakan kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dan koordinasi para pengelola Posyandu setelah adanya transformasi layanan menjadi posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
"Pesertanya terdiri dari unsur OPD terkait, Ketua Tim Pembina Posyandu kecamatan, kepenghuluan, kelurahan, serta kepala puskesmas," ujar Maria Susanti.
Baca Juga: Kylian Mbappé Sampaikan Terima Kasih kepada Fans Prancis di Media Sosial, Begini Isi Uggahannya
Ia menjelaskan, saat ini posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat dengan cakupan enam bidang, yakni kesehatan, sosial, perumahan rakyat, pendidikan, serta bidang pelayanan lainnya.
Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan penguatan kapasitas para kader dan pengelola posyandu agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan maksimal hingga tingkat desa.
"Di Rohil terdapat sebanyak 568 posyandu, namun belum seluruhnya aktif. Saat ini tingkat keaktifannya baru sekitar 39 persen. Melalui bimtek ini kita berharap keaktifan Posyandu di tingkat kecamatan, desa, dan kepenghuluan dapat terus meningkat," katanya.
Maria menyebutkan, keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Rohil.
Ia menegaskan, pelayanan posyandu saat ini tidak hanya diperuntukkan bagi balita dan ibu hamil, tetapi juga mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
"Posyandu bukan hanya tempat pelayanan untuk anak balita dan ibu hamil saja. Sekarang semua kelompok usia bisa mendapatkan pelayanan di posyandu, termasuk remaja, dewasa, dan lansia," jelasnya.
Untuk meningkatkan peran posyandu, Dinas Kesehatan juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah kepenghuluan, kelurahan, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Baca Juga: Naik Lagi! Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.985 per Kg
"Kita terus berkolaborasi, pemerintah kepenghuluan, kecamatan, dan seluruh pihak terkait bersama-sama turun untuk menggiatkan kembali Posyandu di tengah masyarakat," katanya.(fad)
Editor : Edwar Yaman