Kasus Malaria di Rohil Masih Tinggi, DPRD Rohil Minim Respons

Zulfadhli • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:59 WIB
Kantor DPRD Rohil. (Istimewa)
Kantor DPRD Rohil. (Istimewa)

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kasus penyakit malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, angka penderita malaria masih menunjukkan penambahan hampir setiap hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Rohil Ners Afirdah SKep SKM MKes mengungkapkan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan bersama lintas sektor, karena persoalan malaria tidak dapat diselesaikan hanya oleh jajaran kesehatan.

"Setiap hari masih ada penambahan kasus malaria. Kemarin kami juga baru saja melaksanakan koordinasi bersama Kementerian Kesehatan, serta tim dari CDC (Centers for Disease Control) and Prevention, Amerika Serikat, guna menyusun langkah tindak lanjut Satgas Penanggulangan Malaria," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Monyet Liar Teror Warga Tembilahan Inhil, Delapan Orang Jadi Korban Gigitan

Menurutnya, penanganan malaria harus melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mulai dari upaya pencegahan, pengendalian lingkungan, hingga edukasi kepada masyarakat.

"Penanganan masalah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, melainkan harus bersinergi melibatkan sejumlah OPD terkait lainnya," tambahnya.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun sebelumnya berbagai program telah dilakukan untuk menekan angka kasus malaria. Namun, sejumlah faktor menjadi tantangan dalam upaya menurunkan penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga: Perbaikan SMPN 1 Bandar Laksamana Bengkalis yang Diterjang Puting Beliung Capai Rp1,7 Miliar

Salah satunya kondisi geografis sebagai daerah pesisir. Kondisi lingkungan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberadaan habitat nyamuk penyebab malaria.

"Berbagai kegiatan sudah dilakukan untuk menekan angka malaria, namun dengan kondisi wilayah dan sejumlah faktor lainnya, kasus hingga saat ini belum turun secara signifikan," jelasnya.

Hingga kini, kondisi tersebut membuat pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap penanganan malaria di daerah ini. 

Baca Juga: Sakit Hati Usai Bertengkar, Pria di Kampar Diduga Aniaya Istri hingga Babak Belur

Terpisah Ketua Komisi D DPRD Rohil, Purnomo SAg tak memberikan tanggapan terkait pengawasan, dukungan dari pihak DPRD terhadap penanganan kasus malaria yang terjadi di daerah Rohil ini. Dihubungi dan dilayangkan pertanyaan melalui pesanan singkat ke nomor selulernya tak mendapatkan tanggapan sejauh ini. 

Komisi yang membawahi salah satu bidangnya terkait bidang kesehatan ini, sejauh ini masih minim respon terkait realitas dan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat terutama oleh para korban yang terpapar malaria. (fad)

Editor : M. Erizal
dprd rohil malaria Kasus Malaria