Kabut Asap Tipis Selimuti Bagansiapiapi, BPBD Rohil Sebut Asap Kiriman

Zulfadhli • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:37 WIB
Kondisi kabut asap di jalan Sumatera, Bagansiapiapi, Ahad (23/8/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)
Kondisi kabut asap di jalan Sumatera, Bagansiapiapi, Ahad (23/8/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kabut tipis menyelimuti sejumlah wilayah di kawasan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), terpantau Ahad (23/8/2026) siang. Kondisi ini terlihat dari udara yang cenderung berkabut dan jarak pandang yang menurun dibandingkan biasanya.

Munculnya kabut asap tersebut terjadi di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti yang disampaikan Kalaksana BPBD Rohil H Syafnurizal hingga pembaruan Ahad pagi, tercatat ada ribuan titik panas di Sumatera, dengan Riau menyumbang 355 hotspot.

Di Riau sendiri, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni 216 titik, disusul Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 80 titik. 

Baca Juga: Tidak Kunjung Padam, Personel Pemadaman Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir Inhu Ditambah

"Sementara untuk di Rohil terdapat tiga titik hotspot di Pujud dan Tanah Putih," kata Syafnurizal, Ahad (23/8/2026). 

H Syafnurizal untuk kondisi kebakaran tersebut saat ini telah berhasil dikendalikan dan tidak meluas secara signifikan.

"Memang terjadi karhutla namun saat ini sudah dapat dikendalikan. Dalam artian tidak begitu luas,” ujar Syafnurizal.

Baca Juga: Hadir di Tepian Narosa, BRK Syariah Bawa Kemudahan Transaksi Digital untuk Festival Pacu Jalur 2026

Menurutnya, berdasarkan data BMKG yang diterima BPBD, saat ini terdapat tiga titik panas yang terdeteksi di wilayah Rohil. Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Riau yang tengah mengalami peningkatan hotspot.

Syafnurizal menjelaskan, kabut asap yang dirasakan masyarakat di Bagansiapiapi diperkirakan tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Rohil. Bahkan, asap dari karhutla lokal Rohil diperkirakan hanya sedikit.

Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah lain di Sumatera. Selain Pelalawan, Jambi juga tengah menghadapi peningkatan titik panas. 

Baca Juga: Kejuaraan Motoprix Piala Wako Pekanbaru Meriah, Agung Dorong Balap Motor Digelar 3 Kali Setahun

"Kalau kabut asap karena karhutla di Rohil, diperkirakan tidak ada atau sedikit sekali. Begitu juga tidak ada yang dari Dumai," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menduga kabut asap yang ada Bagansiapiapi lebih berkaitan dengan sebaran asap dari wilayah lain yang sedang mengalami karhutla. 

Namun, sumber pasti kabut asap di suatu lokasi tetap dipengaruhi kondisi angin dan pergerakan atmosfer sehingga perlu melihat perkembangan pemantauan secara berkala.

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau

Syafnurizal mengimbau masyarakat Rohil untuk tidak lengah terhadap potensi karhutla. Meskipun kebakaran di wilayah Rohil saat ini dapat dikendalikan, kondisi cuaca dan meningkatnya hotspot di sejumlah daerah tetap perlu diwaspadai.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi lingkungan relatif kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap dari kawasan hutan maupun lahan.

"Yang paling penting masyarakat tetap waspada. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera laporkan apabila melihat adanya kebakaran,” katanya.

Baca Juga: Kabut Asap Tipis Mulai Terlihat di Inhu, Tiga Hotspot Terpantau pada Ahad

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker saat berada di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap. (fad)

Editor : M. Erizal
karhutla kabut asap tipis rohil