Kualitas Udara Rohil Tidak Sehat, Warga Diimbau Gunakan Masker

Zulfadhli • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:05 WIB
Kondisi di jalan lintas Bagansiapiapi-Ujung Tanjung diselimuti kabut asap tipis, Rabu (9/9/2026).(Zulfadhli/Riaupos.co)
Kondisi di jalan lintas Bagansiapiapi-Ujung Tanjung diselimuti kabut asap tipis, Rabu (9/9/2026).(Zulfadhli/Riaupos.co)

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini berada dalam kategori kurang baik atau tidak sehat. Kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan dan pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dilakukan melalui laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohil.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dinilai penting untuk membantu mengurangi paparan partikel dan polutan yang terdapat di udara, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil, H Syafnurizal SE, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, kondisi kualitas udara di Rohil saat ini berada pada kategori tidak sehat.

 Baca Juga: Seragam Lama Jadi Jalan Pemberdayaan, J&T Express Libatkan Perempuan Perajin

"Untuk kondisi udara, berdasarkan hasil pemantauan laboratorium DLH dalam mengukur ISPU, saat ini kualitas udara kurang baik," kata Syafnurizal, Rabu (9/9/2026).

Karena itu, Syafnurizal mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan terhadap gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat buruknya kualitas udara.

Penggunaan masker terutama diperlukan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas dalam waktu cukup lama di luar ruangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko terpapar asap dan partikel pencemar yang berpotensi memicu gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

 Baca Juga: 2027, PCR Targetkan 1.400 Mahasiswa Baru

Menurut Syafnurizal, kondisi kabut asap yang belakangan terlihat di Kota Bagansiapiapi juga menjadi perhatian masyarakat. Banyak warga mempertanyakan dari mana asal asap yang menyelimuti wilayah tersebut, mengingat kondisi kabut asap terlihat cukup pekat terutama pada waktu-waktu tertentu.

Terkait hal itu, ia menjelaskan bahwa kabut asap yang terjadi di Bagansiapiapi mayoritas diduga merupakan asap kiriman dari wilayah lain. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergerakan angin yang membawa asap dari daerah sekitar menuju wilayah Rohil.

"Mayoritas asap ini merupakan asap kiriman dari daerah lain," jelasnya.

 Baca Juga: Indonesia Masih Mencatat Defisit Perdagangan terhadap Australia

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah di sekitar Riau maupun kawasan Sumatera lainnya turut menjadi sumber asap yang terbawa oleh tiupan angin. Di antaranya dari wilayah Dumai dan Bengkalis, bahkan asap juga dapat berasal dari wilayah yang lebih jauh seperti Sumatra Selatan. (fad)

Editor : Edwar Yaman
Kualitas Udara masker kabut Asap tidak sehat rohil