Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalan Provinsi Simpang Kumu Menuju Kota Tengah Kembali Terputus, Camat Rambah Hilir Imbau Pengendara Motor Cari Jalan Alternatif

Engki Prima Putra • Senin, 1 Januari 2024 | 21:03 WIB
Banjir dari pergeseran luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian merendam sejumlah titik ruas jalan provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah batas Duri, Senin (1/1/2024) petang.
Banjir dari pergeseran luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian merendam sejumlah titik ruas jalan provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah batas Duri, Senin (1/1/2024) petang.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pasca surutnya banjir di Kecamatan Rambah, Senin (1/1/2024), luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian  bergeser merendam sejumlah titik ruas jalan provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah-Sontang batas Duri Kecamata Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Tepatnya di dua desa, yakni Dusun Muara Nikum, Desa Rambah Hilir Tengah dan Dusun Ujung Gurap Desa Rambah Hilir Timur sepanjang lebih kurang 3 km dengan ketinggian air rata-rata 50  cm-1 meter di badan jalan provinsi.

Kondisi tersebut mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas dari Simpang Kumu menuju Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan sejak Senin (1/1/2024) siang.

Terpantau, Camat Rambah Hilir Agus Salim SSos langsung turun ke lapangan melihat kondisi banjir yang berasal dari pergeseran aliran air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian yang telah merendam ruas jalan provinsi di Dusun Muara Nikum menuju Simpang Dusun Ujung Gurab.

Kondisi itu menyebabkan arus lalu lintas dari Kecamatan Rambah Hilir menuju Kepenuhan terputus. Hingga pukul 20.30 WIB belum bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Camat Rambah Hilir Agus Salim SSos saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (1/1/2024) malam mengatakan, luapan air Sungai Batang Lubuh yang sehari sebelumnya merendam ruas jalan provinsi di Kecamatan Rambah. Aliran air tersebut kini merendam ruas jalan provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah-Sontang batas Duri, tepatnya di Desa Rambah Hilir Tengah dan Desa Rambah Hilir Timur.

‘’Hingga Senin (1/1/2024) malam ini, arus lalu lintas ruas jalan provinsi Simpang Kumu Kecamatan Rambah Hilir menuju Kota Tengah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Ketinggian air yang merendam ruas jalan sepanjang lebih kurang 3 km mencapai 1 meter. Kondisi itu terputusnya arus lalu lintas dari Simpang Kumu menuju Kota Tengah, maupun arah sebaliknya,’’ ujarnya.

Diakuinya, jumlah rumah penduduk terendam banjir di dua desa yang berada di ruas jalan provinsi itu, sama dengan kondisi banjir yang terjadi Kamis (28/12/2023) lalu, Desa Rambah Hilir Timur 212 kepala keluarga (KK) dan Desa Rambah Hilir Tengah 195 KK.

’’Warga yang rumahnya terendam banjir, mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga. Kami belum bisa pastikan banjir ini kapan surut,’’ sebut Camat.

Dengan terputusnya arus lalu lintas di ruas jalan provinsi Simpang Kumu menuju Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan, Agus Salim mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan maupun pengendara kendaraan bermotor untuk sementara agar mencari jalan alternatif lain untuk menuju Kecamatan Rambah Hilir maupun Kepenuhan

‘’Bagi pengendara bermotor dari arah Pasirpengaraian yang ingin menuju Pekan Tebih, Kota Tengah agar mencari jalan alternatif lain, maupun dari arah sebaliknya. Karena kondisi banjir masih bertahan di ruas jalan provinsi yang terendam banjir di 2 desa,’’ katanya.(epp)

 

 

 

 

Editor : RP Edwar Yaman
#simpang kumuh kota tengah #banjir rohul #sungai batang lubuh meluap