PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Belum lagi dimulainya penanganan Jembatan Horas yang tergerus luapan air Sungai Rokan di Kelurahan Kota Lama oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Ahad (2/3/2025) malam, oprit Jembatan Pisangkolek ambruk akibat timbunan tanah di bawahnya terbawa derasnya aliran sungai yang sama.
Adapun jarak antara Jembatan Horas atau yang dikenal dulunya oleh masyarakat tempatan Jembatan Omang dengan Jembatan Pisangkolek sangat berdekatan sekitar 50 meter yang masih berada di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam.
Akibat bencana alam yang telah merusak dua jembatan itu, aktifitas masyarakat terancam lumpuh.
Terutama pascatergerusnya Jembatan Omang, akses jalur alternatif Pasirpengaraian-Ujung Batu maupun arah sebaliknya terputus.
Khusus bagi angkutan kendaraan roda 4 dan roda enam bermuatan sejak Jumat (28/2/2025) lalu tidak bisa lagi melintas masuk arah jalan Simpang Ngaso (Kecamatan Ujung Batu)-Kota Lama Simpang Tiga Kubu Padang - Jalan Poros PT Ekadura - Jalan poros PT SAI Km 6 Ujung Batu menuju Pasirpengaraian.
Tapi pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Rohul telah sosialisasikan pengalihan arus lalu lintas bagi pengendara roda 4, roda 6 bermuatan baik dari Pekanbaru maupun Sumbar untuk menuju Pasirpengaraian harus melewati jalur alternatif.
Beberapa ruas jalur alternatif dimaksud, seperti Simpang Manggala Jonson, Pujud Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menuju Kecamatan Tambusai Utara ke Km 11 Mahato, Rantau Kasai, Simpang Tiga LKA Tambusai (Murini) arah Simpang Kumu-Pasirpengaraian.
Karena mobil roda 4 dan roda enam bermuatan dari arah Pekanbaru dilarang melintasi jembatan Sei Rokan di Kecamatan Ujung Batu yang mengalami kemiringan sejak 25 November 2024 lalu.
Camat Kunto Darussalam Dedi Saputra SE MM saat dikonfirmasi riaupos.co, Senin (3/3/2025) pagi, membenarkan telah terjadinya oprit Jembatan Pisangkolek mengalami longsor, akibat tanah timbun antara bagian jalan pendekat menuju jembatan habis tergerus derasnya air sungai Rokan pada Ahad (2/3/2025) malam.
Termasuk Jembatan Omang yang tergerus derasnya air sungai yang sama pada Jumat (28/2/2025) pagi yang menyebabkan terputusnya akses kendaraan roda empat atau lebih.
Kedua jembatan tersebut masih berada di Kelurahan Kota Lama yang menghubungkan 5 desa yang ada di Kecamatan Kunto Darussalam.
''Sesuai informasi dari Plt Kadis PUPR Rohul, hari ini Senin (3/3/2025) untuk sementara akan dilakukan penimbunan menggunakan batu dan tanah untuk menutupi Oprit Jembatan Pisangkolek yang longsor, akibat tanah timbunnya dibawahnya tergerus derasnya arus sungai Rokan,'' terangnya.
Dia membenarkan, jika Jembatan Omang dan Oprit Jembatan Pisangkolek tidak ditangani segera, maka akses jalan masyarakat maupun pendistribusian hasil perkebunan dan pertanian masyarakat terhambat, dan ekonomi lumpuh total.
Karena TBS sawit tidak bisa dibawa keluar menuju ibukota Kecamatan Kunto Darussalam maupun keperusahaan yang ada. (epp)
Editor : M. Erizal