PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah kondisi cuaca yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul), bersama tokoh agama dan masyarakat dari berbagai kecamatan, menggelar Salat Istisqa berjamaah, Selasa (22/7/2025) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dipusatkan di pelataran Masjid Agung Islamic Center (MAIC) Pasirpengaraian, sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Mengingat kondisi kemarau panjang yang melanda mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih, lahan pertanian serta meningkatnya sebaran titik panas dalam beberapa hari terakhir akibat karhutla di sejumlah wilayah Rohul.
Baca Juga: Tinjau Karhutla Riau, Kepala BNPB Suharyanto Minta Pemprov Riau Tetapkan Darurat Bencana Karhutla
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Rohul, H Syafaruddin Poti SH MM didampingi Asisten I Setda Rohul, H Fhatanalia Putra SSos, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rohul serta diikuti siswa dan siswi serta majelis guru SMPN Tahfidz dan MAS Tahfidz Rohul.
Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh H Indra Gunawan selaku Imam Besar MAIC Pasirpengaraian, sementara tausiah dan doa dipimpin oleh Ustaz DR (HC) H Yuli Hesman SAg MPd.
Asisten I Setda Rohul, H Fhatanalia Putra kepada Riaupos.co, Selasa (22/7/2025) menyebutkan, Salat Istisqa berjamaah yang diikuti ratusan ASN dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Rohul ini dilaksanakan, setelah pegawai melaksanakan wirid rutin atau pengajian setiap selasa.
Baca Juga: Tangkap Mantan Kades Kasau Makmur, Polres Kampar Bongkar Korupsi Dana Desa Rp504 Juta
Kegiatan ini, merupakan sebagai bentuk kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang yang belum juga berakhir.
“Ini adalah upaya kita bersama mengetuk pintu langit. Kita berharap Allah SWT segera menurunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk-Nya,” ujar Fhatanalia.
Dalam tausiahnya, Ustaz Yuli Hesman menegaskan bahwa bencana kekeringan bukan semata karena faktor alam, namun juga sebagai pengingat agar umat kembali kepada jalan Allah.
“Pemerintah daerah mengajak camat, tokoh agama, ulama dan masyarakat di 16 kecamatan untuk turut dapat melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama. Kita berharap Allah SWT menurunkan hujan dan titik-titik api akibat karhutla bisa segera padam di Rohul,” harapnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman